
hari sudah menunjukan pukul setengah sebelas pagi mereka baru menyelesaikan aktifitas panasnya.
Yuri sudah merasa sangat kelelahan dan juga sangat lapar .
saat Ryu hendak memeluknya kembali Yuri segera menghindar .
" sudah cukup cukup cukup apa kau ini sungguh akan membuatku mati kelelahan ? bisa bisanya kau tidak ada puasnya ." ucap Yuri menjauhkan dirinya dari Ryu .
" ayolah honey kau sudah membuat juniorku kembali bangun " rengek Ryu .
" TIDAK aku bilang cukup !!!
ini sudah siang Ryu aku sungguh sudah kelaparan" ucap Yuri kesal .
" sekali saja setelah itu kita sarapan " ucap Ryu .
" apa kau ini buta ?? lihat ini sudah jam berapa ? bahkan ini sudah bukan sarapan pagi lagi !
kita makan atau kau tidur di luar !! " ucap Yuri dengan nada yang tegas .
Ryu yang enggan jika nanti dirinya harus tidur di luar akhirnya memutuskan untuk mengalah ,
dia berlalu menuju bathroom dengan langkah yang sempoyongan .
setelah selesai membersihkan diri bergantian dengan Yuri , kini Ryu berlalu ke dapur di lantai bawah memanggil pelayan rumah untuk membawakan makanan ke kamar mereka .
saat sedang menuruni tangga Ryu melihat kakek Yuri yang sedang bersantai di ruang tv di rumah itu .
kakek Yuri yang memang sudah pulang dari rumah sakit sejak seminggu yang lalu kini sedang bersantai di ruang tv .
" jangan kau buat Yuri terlalu lelah , aku tidak ingin karena keinginan ku untuk segera mendapatkan cicit akhirnya kau membuat Yuri menjadi kelelahan dan jatuh sakit " ucap Rio kakek Yuri .
Ryu yang merasa kakeknya sedang berbicara kepadanya sontak langsung mendekat menghampiri kakek Rio .
" tenanglah kek aku tidak akan membuat istriku itu kelelahan , aku akan selalu menjaganya ." ucap Ryu menenangkan kakek Yuri itu .
kakek Yuri menarik nafasnya panjang , dia menceritakan kekhawatiran nya tentang Yuri yang sudah seminggu lebih dia sering sekali terlihat cepat lelah wajahnya pucat bahkan nafsu makanya yang seakan menghilang .
__ADS_1
Yuri hanya makan sehari sekali itu pun harus dengan paksaan kakeknya .
Yuri yang biasanya cukup ceria kini terlihat sangat tidak bersemangat membuat kakeknya khawatir .
" benarkah seperti itu ? kenapa kakek gak bawa Yuri ke rumah sakit saja agar kita tau dia kenapa "
ucap Ryu
" Yuri selalu menolak , dia sangat takut dengan jarum suntik " ucap kakek Rama .
Ryu pun melongo tidak menyangka seorang seperti Yuri takut dengan jarum suntik .
ding dong ...
suara bel rumah berbunyi , di bukanya pintu rumah itu oleh salah satu pelayan rumah itu .
" maaf tuan anda mencari siapa ?" tanya pelayan keluarga Shen .
" apakah Yuri ada ? " tanya lelaki itu .
" ada , nona Yuri sedang beristirahat ." jawab pelayan itu .
" sebentar saya akan memanggil tuan besar dahulu ." ucap pelayan itu menunduk memberi hormat sembari melangkah ke dalam .
" maaf tuan di luar ada seorang lelaki yang mencari nona Yuri " ucap pelayan itu kepada kakek Rio .
Ryu yang mendengar bahwa ada seorang lelaki yang mencari wanitanya kini menatap tajam pada pelayan itu .
" Ryu kau urus dia , aku akan ke taman belakang " ucap kakek rio sembari meninggalkan Ryu .
Ryu berjalan keluar dengan tatapan tajamnya ingin melihat siapakah yang sudah berani mendekati istrinya itu .
Jery yang mendapati kedatangan Ryu menatap heran dengan berbagai pertanyaan di kepalanya .
sementara itu Ryu yang melihat pria itu membawa buket bunga yang sudah di pastikan itu untuk Yuri mengepalkan tanganya menahan amarah .
.
__ADS_1
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
..TBC.....😊