
...🌷🌷🌷🌷 * Happy reading * 🌷🌷🌷🌷...
" kenapa lo bawa gue ke rumah sakit , gue gpp ini hanya air es tidak akan membuatku mati kedinginan " ucap Ryu .
" itu karna sekarang istri Lo ada di dalam " ucap Alex dengan datar .
" apa ??? Yuri ???
ada apa dengan Yuri ? " tanya Ryu sembari berjalan dengan cepat memasuki rumah sakit itu .
setelah sampai di depan ruangan dimana Yuri berada,
Ryu memandang ke dalam ruangan itu dimana disana sedang berbaring seorang wanita yang kini telah menempati sebagian hatinya ....
segala penyesalan terus saja terngiang di kepala Ryu .
bodohnya dia yang masih perduli dengan segala bualan regina .
" apa yang terjadi ?" tanya Ryu kepada Alex tanpa mengalihkan pandangannya dari kaca ruangan itu .
" dia terkena bisa ular " jawab Alex dengan singkat .
Ryu berpikir sejenak , dengan pengamanan yang cukup ketat di rumahnya bagaimana mungkin sampai ada orang yang bisa memasuki rumah itu .
" bawa orang itu segera padaku ! " ucap Ryu dengan mode tajamnya
tanpa bertanya pun Alex sudah tau siapa yang harus dia bawa ke hadapan Ryu .
satu jam telah berlalu detak jantung janinnya semakin menurun ,
Vian keluar dari ruangan itu untuk memberi tau keadaan Yuri.
Vian menjelaskan keadaan Yuri dan juga janinnya kepada Ryu , Alex , dan juga Leon .
Vian meminta persetujuan dari Ryu untuk segera melakukan tindakan operasi secepatnya .
memang kandungan Yuri sudah cukup umur jika memang harus melakukan operasi .
dengan berbagai pertimbangan akhirnya Ryu menyetujui .
Ryu memohon dengan sangat agar Vian dapat menyelamatkan keduanya ,
ada rasa khawatir ,kecewa ,marah , bahagia dan juga takut dalam dirinya ,
bahagia karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan anaknya ,
khawatir akan keadaan mereka berdua ,
__ADS_1
marah akan dirinya yang masih saja belum bisa melupakan regina ,
dan ketakutan terbesarnya adalah jika dia harus kehilangan salah satu antara istrinya atau anaknya atau bahkan keduanya .
Yuri segera di bawa ke ruang operasi , wajah yang biasanya selalu marah marah dan ngomel ngomel sekarang terbaring tak berdaya di ranjang pasien .
" Tuhan ku mohon dengan sangat tolong selamatkan keduanya " batin Ryu .
detik demi detik dia lewati , Ryu terus saja berdoa untuk keselamatan Yuri dan juga anaknya .
sementara itu Vian dan juga beberapa dokter profesional lainya sedang berusaha menyelamatkan nyawa keduanya .
2 jam berlalu , dan akhirnya bayi itu berhasil di keluarkan dari perut Yuri ,
bayi itu tidak langsung menangis lantaran detak jantungnya yang masih lemah ,
Vian langsung memasangkan selang oksigen dan juga menyuntikan beberapa obat untuk menyetabilkan detak jantung bayi itu ,lalu dimasukannya bayi itu ke dalam inkubator .
sementara itu kabar tentang keadaan Yuri sudah sampai di telinga keluarga Wijaya termasuk orang tua Ryu yang berada di Amerika.
mereka memang terlihat tidak memperdulikan hubungan Ryu dan juga Yuri namun sebenarnya Leon selalu melaporkan segalanya kepada orang tua Ryu .
meskipun Ryu adalah sahabat dan juga atasan Leon namun karna ayah Leon adalah bawahan kepercayaan orang tua Ryu mau tidak mau Leon harus menuruti mereka .
itu juga salah satu keuntungan Leon karna dia bisa mendapatkan bonus tambahan dari orang tua Ryu pastinya tanpa sepengetahuan Ryu .
tak selang berapa lama Vian keluar dari ruangan itu .
segera Ryu menghampiri Vian.
" bagaimana keadaannya ?
apa operasinya lancar ?
bagaimana anakku ? " tanya Ryu
Vian menarik nafasnya panjang ,mencoba mengumpulkan seluruh keberanian nya untuk memberitahukan keadaan mereka .
" operasi nya berjalan dengan lancar , tapi anakmu .....????" Vian menghentikan kalimatnya .
" ada apa dengan anak ku ??
katakan dengan jelas Vian !!!! " tegas Ryu
" emmm.....anakmu ...."
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.. TBC...😊
dukung terus karya author ya gengs 😊
terimakasih yang sudah tetap setia menjadi pembaca di karya ku ❤️
__ADS_1