
Yuri berjalan memasuki kamarnya .
tampak keadaan rumah sudah sunyi karna memang sudah larut malam.
saat Yuri sedang melepaskan jaket yang di kenakanya ,Yuri di kagetkan dengan suara bariton yang tak lain adalah Ryu .
" dari mana kamu jam segini baru pulang ? " tanya Ryu dengan sorot mata tajam dengan sesekali menghisap rokoknya .
" hiiss kau ini bisa tidak gak usah ngagetin gitu " ucap Yuri yang kaget .
" aku gak suka mengulangi pertanyaanku ! " jawab Ryu
" itu bukan urusanmu " jawab Yuri .
" apa sekarang kamu sudah berani mencari laki-laki lain di luaran sana hah ! jawab ! " tanya Ryu dengan amarahnya .
" what ??? kamu pikir aku wanita seperti di luaran sana hah ? iya ? jaga ucapan kamu Ryu ! aku tidak serendah itu ! " ucap Yuri yang mulai marah dengan tuduhan Ryu .
praaankkk.....
Ryu melempar gelas yang ada di tanganya ,
dia mendekati Yuri mencengkram pipi Yuri dengan sorot mata yang memancarkan kemarahannya .
" lalu kenapa kamu bisa bersama Alex sampai jam segini hah?
apa sekarang kamu mau menghianati suamimu dengan berselingkuh dengan Alex iya !! " tanya Ryu dengan nada suara yang tinggi .
Yuri yang baru pertama kali melihat Ryu semarah itu merasa terkejut .
Ryu lantas menarik lengan Yuri dengan keras menuju kamar mandi .
Ryu mengguyur badan yuri dengan air dingin tanpa memperdulikannya sama sekali jika ini sudah larut malam .
" bersihkan badanmu aku gak mau ada bau laki laki lain dalam mainanku ! jangan pernah keluar sebelum benar-benar bersih !!" ucap Ryu sembari membanting pintu kamar mandi dan meninggalkan Yuri.
Degg ......mendengar kata mainan membuat hati Yuri terasa sangat tersakiti , dirinya yang pernah terbuai oleh kelembutan Ryu berfikir bahwa kini Ryu sudah menaruhnya di dalam hatinya namun apalah daya Yuri hanyalah sebuah boneka yang bisa sesuka hati Ryu kendalikan .
dan mungkin suatu saat nanti jika Ryu sudah mulai bosan denganya , dia akan membuang Yuri dengan mudahnya .
__ADS_1
Yuri menangis sesenggukan di dalam kamar mandi meratapi takdir hidupnya yang seakan sedang mempermainkan dirinya .
sementara itu Ryu pergi menuju club malam milik boy sahabatnya untuk meredakan amarahnya .
boy yang mendapati kedatangan sahabatnya itu di tengah malam dengan raut wajah yang penuh dengan amarah mulai menghampiri Ryu .
" Lo kenapa bro ? apa ada masalah ? " tanya boy dengan menepuk pundak Ryu .
" apa mungkin Alex bakal hianatin gue ? " tanya Ryu .
boy yang mendapati pertanyaan itu lantas mengerinyitkan alisnya , pasalnya Alex tidak mungkin berbuat hal bodoh apalagi menikung sahabatnya sendiri , apalagi mereka yang sudah bersahabat sedari kecil .
" kenapa Lo bisa berfikiran seperti itu ? dia gak mungkin ngelakuin hal bodoh seperti itu " jawab boy .
" seharian ini Yuri bersama Alex , bahkan Yuri baru pulang tadi di anter Alex , gue udah coba buat gak berfikir macem macem tentang dia boy tapi rasanya gue bener bener marah melihat mereka berdua ." ucap Ryu .
" apa sekarang Lo udah mulai jatuh cinta sama Yuri ? " tanya boy
" hah apa Lo gila boy , dia hanya mainan gue , cinta gue selamanya hanya untuk regina ,gue hanya gak suka mainan gue di rebut orang lain sebelum gue sendiri yang membuangnya. " jawab Ryu yakin .
boy yang tidak bisa berkata apa-apa jika sudah menyangkut regina , pasalnya dia mengetahui bagaimana keras hatinya Ryu jika menyangkut kekasihnya itu memutuskan untuk menemani Ryu minum sampai waktu menunjukkan sudah mulai pagi .
dia tidak pulang ke rumah namun pergi ke apartemen milik regina .
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.TBC .....
__ADS_1
Selamat membaca 😊