
...🌷🌷🌷🌷 * Happy reading * 🌷🌷🌷🌷...
Vian menarik nafasnya panjang ,mencoba mengumpulkan seluruh keberanian nya untuk memberitahukan keadaan mereka .
" operasi nya berjalan dengan lancar , tapi anakmu .....????" Vian menghentikan kalimatnya .
" ada apa dengan anak ku ??
katakan dengan jelas Vian !!!! " tegas Ryu
" emmm.....anakmu ...."
" anakmu dalam keadaan koma " jelas Vian dengan sangat hati-hati .
seketika waktu terasa berhenti , Ryu terduduk dengan lemas mendengar penjelasan Vian .
harusnya ini menjadi hari bahagianya karna bisa mendengar suara tangis pertama anaknya ,namun apalah daya keadaan berkata lain.
" bagaimana dengan Yuri ? " tanya Ryu .
" dia masih belum sadarkan diri , kau bisa melihatnya jika kau mau " ucap Vian .
Ryu berdiri merapikan pakaiannya dan masuk ke dalam ruangan itu .
di lihatnya wajah wanita yang ada di depannya ,
dia yang telah mengorbankan separuh nyawanya untuk melahirkan darah dagingnya , wanita yang belum lama ini menempati sebagian relung hatinya .
entah sejak kapan rasa itu muncul , rasa yang tidak dapat di deskripsikan dengan kata kata .
yang ia tau sekarang hanyalah dia tidak mau kehilangan Yuri .
di pegang nya jari jemari Yuri , biasanya dia selalu menolak dan menepis saat Ryu akan menyentuhnya , tapi lihatlah sekarang , dia bahkan belum membuka matanya .
" maaf "
satu kata yang terucap dari bibir Ryu , tanpa dia sadari bulir air mata jatuh dari sudut matanya .
siapa sangka seorang CEO yang tampan yang jarang sekali menampilkan ekspresi di wajahnya , kini dia menangis karna satu wanita .
berulang kali Ryu mengucap maaf , kini dirinya di penuhi rasa bersalah bahkan mungkin kata maaf pun tidak akan cukup untuk membayar semua itu .
" eemm....."
Yuri mulai membuka matanya , dia mengedarkan pandangannya ke segala arah .
ruangan yang terasa asing baginya , dia meraba bagian perutnya untuk mengecek keadaan bayinya .
" anakku .... dimana anakku ....??? " ucap Yuri dengan kaget karna perutnya kini sudah rata hanya ada kasa perban yang menutupi bekas operasi .
__ADS_1
Ryu yang sedang tertidur terbangun karna mendengar teriakan Yuri .
" honey hey tenanglah sayang " ucap Ryu mencoba menenangkan Yuri .
tanpa sadar Ryu memeluk Yuri .
" tenanglah kau masih belum pulih seutuhnya " ucap Ryu .
Yuri yang mendapati Ryu memeluknya dengan tiba-tiba lantas mencoba melepaskan pelukan itu .
" apa yang kau lakukan ! dimana anakku ??? " tanya Yuri .
" kau bisa melihatnya , tapi tolong tenangkan dulu dirimu " ucap Ryu.
Yuri mencoba mengendalikan dirinya , karna memang dirinya belum sepenuhnya pulih pasca operasi .
" bagaimana aku menjelaskan padanya tuhan " batin Ryu.
" maafkan aku " ucap Ryu
seketika bulu kuduk Yuri berdiri mendengar laki laki sombong dingin dan angkuh yang kini berada di depannya meminta maaf .
" berhentilah melakukan hal yang menggelikan seperti itu "
kata Yuri .
huh " apa cuman wanita bodoh ini yang menganggap permintaan maaf itu adalah sebuah hal yang menggelikan astaga " batin Ryu .
" maaf karna tidak bisa menjagamu dan anak kita dengan baik " tambahnya
Yurika tidak memperdulikan kata kata Ryu dia hanya sedang mengingat ingat apa yang sebelumnya terjadi , kenapa bisa sampai dia di rumah sakit dan dan kenapa dia sudah melakukan operasi padahal masih ada waktu 1 bulan sampai waktu dia melahirkan dengan normal.
dirinya lantas teringat , saat itu sedang berada di dapur dan sedang menghubungi Alex untuk mencari keberadaan Ryu , lalu tiba tiba kakinya di gigit oleh seekor ular dan tak sadarkan diri.
" sudahlah , tidak ada yang perlu di maafkan , aku dan anakku memang bukan sesuatu yang harus kau jaga ." ucap Yuri dengan kecut .
" bisakah kau mengantarkan ku untuk melihat anakku ? " lanjutnya .
tanpa banyak kata Ryu mengambil kursi roda , mengantar Yurika ke ruang NICU dimana anaknya berada .
kenapa kita kesini bukankah ruangan khusus untuk bayi ada di sana " ucap Yuri dengan menunjukkan arah ruangan khusus bayi .
" kau akan tau setelah berada di dalam " ucap Ryu datar .
dengan perlahan mereka masuk ke dalam ruangan itu .
tampak ada satu bayi mungil dengan berbagai peralatan yang menempel di tubuhnya .
deg ..... seketika jantung Yuri berpacu lebih cepat .
__ADS_1
" apa ini anakku ??? " tanya Yuri dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca .
" ya itu anak kita " jawab Ryu .
" ada apa ini ??? kenapa banyak sekali alat yang menempel pada tubuhnya ??? dan kenapa dia tidak membuka matanya ,??? "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.**TBC....🤗
maaf atas keterlambatan updatenya , terimakasih untuk yang masih setia ,
Jan lupa tetap semangat puasanya ya bagi yang menjalankan🤗❤️**
__ADS_1