Suamiku Sang CEO .

Suamiku Sang CEO .
part 55


__ADS_3

...🌷🌷🌷🌷 * Happy reading * 🌷🌷🌷🌷...


Vian menarik nafasnya panjang ,mencoba mengumpulkan seluruh keberanian nya untuk memberitahukan keadaan mereka .


" operasi nya berjalan dengan lancar , tapi anakmu .....????" Vian menghentikan kalimatnya .


" ada apa dengan anak ku ??


katakan dengan jelas Vian !!!! " tegas Ryu


" emmm.....anakmu ...."


" anakmu dalam keadaan koma " jelas Vian dengan sangat hati-hati .


seketika waktu terasa berhenti , Ryu terduduk dengan lemas mendengar penjelasan Vian .


harusnya ini menjadi hari bahagianya karna bisa mendengar suara tangis pertama anaknya ,namun apalah daya keadaan berkata lain.


" bagaimana dengan Yuri ? " tanya Ryu .


" dia masih belum sadarkan diri , kau bisa melihatnya jika kau mau " ucap Vian .


Ryu berdiri merapikan pakaiannya dan masuk ke dalam ruangan itu .


di lihatnya wajah wanita yang ada di depannya ,


dia yang telah mengorbankan separuh nyawanya untuk melahirkan darah dagingnya , wanita yang belum lama ini menempati sebagian relung hatinya .


entah sejak kapan rasa itu muncul , rasa yang tidak dapat di deskripsikan dengan kata kata .


yang ia tau sekarang hanyalah dia tidak mau kehilangan Yuri .


di pegang nya jari jemari Yuri , biasanya dia selalu menolak dan menepis saat Ryu akan menyentuhnya , tapi lihatlah sekarang , dia bahkan belum membuka matanya .


" maaf "


satu kata yang terucap dari bibir Ryu , tanpa dia sadari bulir air mata jatuh dari sudut matanya .


siapa sangka seorang CEO yang tampan yang jarang sekali menampilkan ekspresi di wajahnya , kini dia menangis karna satu wanita .


berulang kali Ryu mengucap maaf , kini dirinya di penuhi rasa bersalah bahkan mungkin kata maaf pun tidak akan cukup untuk membayar semua itu .


" eemm....."


Yuri mulai membuka matanya , dia mengedarkan pandangannya ke segala arah .


ruangan yang terasa asing baginya , dia meraba bagian perutnya untuk mengecek keadaan bayinya .


" anakku .... dimana anakku ....??? " ucap Yuri dengan kaget karna perutnya kini sudah rata hanya ada kasa perban yang menutupi bekas operasi .

__ADS_1


Ryu yang sedang tertidur terbangun karna mendengar teriakan Yuri .


" honey hey tenanglah sayang " ucap Ryu mencoba menenangkan Yuri .


tanpa sadar Ryu memeluk Yuri .


" tenanglah kau masih belum pulih seutuhnya " ucap Ryu .


Yuri yang mendapati Ryu memeluknya dengan tiba-tiba lantas mencoba melepaskan pelukan itu .


" apa yang kau lakukan ! dimana anakku ??? " tanya Yuri .


" kau bisa melihatnya , tapi tolong tenangkan dulu dirimu " ucap Ryu.


Yuri mencoba mengendalikan dirinya , karna memang dirinya belum sepenuhnya pulih pasca operasi .


" bagaimana aku menjelaskan padanya tuhan " batin Ryu.


" maafkan aku " ucap Ryu


seketika bulu kuduk Yuri berdiri mendengar laki laki sombong dingin dan angkuh yang kini berada di depannya meminta maaf .


" berhentilah melakukan hal yang menggelikan seperti itu "


kata Yuri .


huh " apa cuman wanita bodoh ini yang menganggap permintaan maaf itu adalah sebuah hal yang menggelikan astaga " batin Ryu .


" maaf karna tidak bisa menjagamu dan anak kita dengan baik " tambahnya


Yurika tidak memperdulikan kata kata Ryu dia hanya sedang mengingat ingat apa yang sebelumnya terjadi , kenapa bisa sampai dia di rumah sakit dan dan kenapa dia sudah melakukan operasi padahal masih ada waktu 1 bulan sampai waktu dia melahirkan dengan normal.


dirinya lantas teringat , saat itu sedang berada di dapur dan sedang menghubungi Alex untuk mencari keberadaan Ryu , lalu tiba tiba kakinya di gigit oleh seekor ular dan tak sadarkan diri.


" sudahlah , tidak ada yang perlu di maafkan , aku dan anakku memang bukan sesuatu yang harus kau jaga ." ucap Yuri dengan kecut .


" bisakah kau mengantarkan ku untuk melihat anakku ? " lanjutnya .


tanpa banyak kata Ryu mengambil kursi roda , mengantar Yurika ke ruang NICU dimana anaknya berada .


kenapa kita kesini bukankah ruangan khusus untuk bayi ada di sana " ucap Yuri dengan menunjukkan arah ruangan khusus bayi .


" kau akan tau setelah berada di dalam " ucap Ryu datar .


dengan perlahan mereka masuk ke dalam ruangan itu .


tampak ada satu bayi mungil dengan berbagai peralatan yang menempel di tubuhnya .


deg ..... seketika jantung Yuri berpacu lebih cepat .

__ADS_1


" apa ini anakku ??? " tanya Yuri dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca .


" ya itu anak kita " jawab Ryu .


" ada apa ini ??? kenapa banyak sekali alat yang menempel pada tubuhnya ??? dan kenapa dia tidak membuka matanya ,??? "


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..


.


.


.


.


.


.


.


.


.**TBC....🤗


maaf atas keterlambatan updatenya , terimakasih untuk yang masih setia ,


Jan lupa tetap semangat puasanya ya bagi yang menjalankan🤗❤️**

__ADS_1


__ADS_2