Suamiku Sang CEO .

Suamiku Sang CEO .
part 38


__ADS_3

Yuri terjatuh tak sadarkan diri .


Alex yang melihat kejadian itu sontak langsung mendekat ke arah Yuri .


" Yuri ...hei ..bangun ..kamu kenapa ? " ucap Alex dengan menepuk pipi Yuri mencoba menyadarkan Yuri .


namun Yuri masih tetap memejamkan matanya , wajahnya semakin memucat , Alex yang panik dengan keadaan itu akhirnya menggendong Yuri untuk di bawa ke rumah sakit .


Alex mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit, dengan sesekali melihat keadaan Yuri , tangan Yuri semakin dingin , entah kenapa membuat Alex begitu menghawatirkan Yuri .


sesampainya di rumah sakit Yuri langsung mendapatkan pemeriksaan dari dokter disana , sementara itu Alex mondar mandir menunggu di depan .


tak selang beberapa lama pintu ruangan terbuka menandakan pemeriksaan telah selesai.


" gimana keadaannya? " tanya Alex .


" dia hanya butuh istirahat saja , itu umum untuk ibu hamil di trimester pertama " jawab dokter vian .


dokter vian merupakan salah satu sahabat mereka sekaligus dokter pribadi keluarga Wijaya.


" dia hamil ??? " tanya Alex kaget .


" apa dia salah satu wanita mainanmu yang kau hamili ?? " tanya dokter vian .


" kau gila ! dia istri Ryu ." jawab Alex


" what ....? dia istri Ryu ?? ku kira dia menikah dengan regina , kenapa bisa ? " ucap Vian yang heran ,


karna setau Vian Ryu sangat mencintai regina , bahkan Ryu berani menentang sahabatnya sendiri demi membela regina .


memang saat pernikahan Ryu Vian sedang bertugas di Amerika dan tidak ada yang memberitahu dia mengenai siapa mempelai wanita yang di nikahi Ryu .


media pun tidak ada yang memberitakan mengenai pernikahan CEO muda nomer 1 di dunia itu .


" Ceritanya panjang , justru aku bersyukur dia tidak menikah dengan wanita licik seperti regina ." ucap Alex santai .


" ya kau benar itu lebih baik , apa dia juga tau kalau sekarang istrinya sedang mengandung ? " tanya vian


" kita rahasiakan dulu mengenai masalah ini " ucap Alex .


sementara itu salah satu mata mata yang Ryu utuskan untuk selalu mengikuti regina melaporkan segalanya ke Ryu .


" apa ! Alex dan Yuri makan bersama di cafe ? " tanya Ryu

__ADS_1


" iya tuan , namun saat nyonya hendak pergi , nonya Yuri jatuh tak sadarkan diri dan sekarang tuan Alex sedang membawanya ke rumah sakit " ucap salah satu mata mata itu dengan menunduk takut melihat raut wajah Ryu yang menahan amarah .


namun bukanya langsung ke rumah sakit kini Ryu menyuruh mata matanya untuk tetap mengawasi Ryu dan juga Alex .


dengan menahan amarahnya dia mencoba menepis semua pikiran buruknya terhadap Alex sahabatnya sendiri.


Yuri yang mulai tersadar melihat ke segala arah ,


" dimana ini ? " tanya Yuri yang merasa asing dengan ruangan itu pasalnya dia terakhir kali sedang berada di cafe bersama Alex .


" kau sudah sadar , syukurlah , berbaringlah dulu jika masih merasa pusing " ucap Alex yang sudah lama menunggu .


" kamu sedang di rumah sakit , tadi kamu pingsan" tambahnya


" maaf telah merepotkan mu " ucap Yuri .


" tenanglah kau sudah menjadi bagian dari persahabatan kami " ucap Alex .


" apa Ryu tau tentang kehamilan mu ? " tambahnya.


Yuri hanya menggelengkan kepalanya, itu artinya Ryu tidak mengetahui dirinya sedang hamil .


" aku tau dia tidak menginginkan anak ini , pernikahan ini hanyalah kesalahan ,aku mohon rahasiakan semua ini darinya , aku punya alasanku sendiri , meskipun kau sahabat Ryu , aku mohon dengan sangat jangan beritahu dia mengenai kehamilanku " pinta Yuri memohon kepada Alex .


namun setelah mendengar penuturan Yuri akhirnya Alex mengabulkan itu , dan Alex memaksa untuk mengantar Yuri pulang ke rumahnya karna hari sudah malam .


" jika butuh sesuatu hubungi aku , beristirahat lah " ucap Alex setelah sampai di depan rumah sahabatnya itu .


" terimakasih sudah mengantarku , maaf merepotkan ," ucap Yuri


" aku pulang " ucap Alex dan berlalu meninggalkan Yuri .


sementara itu ada sorot mata tajam yang mengawasi mereka dari lantai atas tanpa Yuri dan Alex sadari .


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.TBC....

__ADS_1


Selamat membaca 😊


__ADS_2