
Yuri terjatuh tak sadarkan diri .
Alex yang melihat kejadian itu sontak langsung mendekat ke arah Yuri .
" Yuri ...hei ..bangun ..kamu kenapa ? " ucap Alex dengan menepuk pipi Yuri mencoba menyadarkan Yuri .
namun Yuri masih tetap memejamkan matanya , wajahnya semakin memucat , Alex yang panik dengan keadaan itu akhirnya menggendong Yuri untuk di bawa ke rumah sakit .
Alex mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit, dengan sesekali melihat keadaan Yuri , tangan Yuri semakin dingin , entah kenapa membuat Alex begitu menghawatirkan Yuri .
sesampainya di rumah sakit Yuri langsung mendapatkan pemeriksaan dari dokter disana , sementara itu Alex mondar mandir menunggu di depan .
tak selang beberapa lama pintu ruangan terbuka menandakan pemeriksaan telah selesai.
" gimana keadaannya? " tanya Alex .
" dia hanya butuh istirahat saja , itu umum untuk ibu hamil di trimester pertama " jawab dokter vian .
dokter vian merupakan salah satu sahabat mereka sekaligus dokter pribadi keluarga Wijaya.
" dia hamil ??? " tanya Alex kaget .
" apa dia salah satu wanita mainanmu yang kau hamili ?? " tanya dokter vian .
" kau gila ! dia istri Ryu ." jawab Alex
" what ....? dia istri Ryu ?? ku kira dia menikah dengan regina , kenapa bisa ? " ucap Vian yang heran ,
karna setau Vian Ryu sangat mencintai regina , bahkan Ryu berani menentang sahabatnya sendiri demi membela regina .
memang saat pernikahan Ryu Vian sedang bertugas di Amerika dan tidak ada yang memberitahu dia mengenai siapa mempelai wanita yang di nikahi Ryu .
media pun tidak ada yang memberitakan mengenai pernikahan CEO muda nomer 1 di dunia itu .
" Ceritanya panjang , justru aku bersyukur dia tidak menikah dengan wanita licik seperti regina ." ucap Alex santai .
" ya kau benar itu lebih baik , apa dia juga tau kalau sekarang istrinya sedang mengandung ? " tanya vian
" kita rahasiakan dulu mengenai masalah ini " ucap Alex .
sementara itu salah satu mata mata yang Ryu utuskan untuk selalu mengikuti regina melaporkan segalanya ke Ryu .
" apa ! Alex dan Yuri makan bersama di cafe ? " tanya Ryu
__ADS_1
" iya tuan , namun saat nyonya hendak pergi , nonya Yuri jatuh tak sadarkan diri dan sekarang tuan Alex sedang membawanya ke rumah sakit " ucap salah satu mata mata itu dengan menunduk takut melihat raut wajah Ryu yang menahan amarah .
namun bukanya langsung ke rumah sakit kini Ryu menyuruh mata matanya untuk tetap mengawasi Ryu dan juga Alex .
dengan menahan amarahnya dia mencoba menepis semua pikiran buruknya terhadap Alex sahabatnya sendiri.
Yuri yang mulai tersadar melihat ke segala arah ,
" dimana ini ? " tanya Yuri yang merasa asing dengan ruangan itu pasalnya dia terakhir kali sedang berada di cafe bersama Alex .
" kau sudah sadar , syukurlah , berbaringlah dulu jika masih merasa pusing " ucap Alex yang sudah lama menunggu .
" kamu sedang di rumah sakit , tadi kamu pingsan" tambahnya
" maaf telah merepotkan mu " ucap Yuri .
" tenanglah kau sudah menjadi bagian dari persahabatan kami " ucap Alex .
" apa Ryu tau tentang kehamilan mu ? " tambahnya.
Yuri hanya menggelengkan kepalanya, itu artinya Ryu tidak mengetahui dirinya sedang hamil .
" aku tau dia tidak menginginkan anak ini , pernikahan ini hanyalah kesalahan ,aku mohon rahasiakan semua ini darinya , aku punya alasanku sendiri , meskipun kau sahabat Ryu , aku mohon dengan sangat jangan beritahu dia mengenai kehamilanku " pinta Yuri memohon kepada Alex .
namun setelah mendengar penuturan Yuri akhirnya Alex mengabulkan itu , dan Alex memaksa untuk mengantar Yuri pulang ke rumahnya karna hari sudah malam .
" jika butuh sesuatu hubungi aku , beristirahat lah " ucap Alex setelah sampai di depan rumah sahabatnya itu .
" terimakasih sudah mengantarku , maaf merepotkan ," ucap Yuri
" aku pulang " ucap Alex dan berlalu meninggalkan Yuri .
sementara itu ada sorot mata tajam yang mengawasi mereka dari lantai atas tanpa Yuri dan Alex sadari .
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.TBC....
__ADS_1
Selamat membaca 😊