
...🌷🌷🌷🌷 * Happy reading * 🌷🌷🌷🌷...
" apa kau sedang menghawatirkan aku ? " tanya Ryu dengan nada menggodanya .
" tidak , hanya saja ada banyak sekali setan di sini , nanti kau ketempelan kalau kau hanya memakai handuk seperti itu ." ucap Yuri
" benarkah ???? " Ryu merasa bingung .
hiss dasar kalau kau ketempelan setan kau bisa memakan ku habis malam ini 🤦🤦
setelah memakai baju santai nya ,Ryu membuka perban di perut Yuri dengan sangat hati-hati , di bersihkan bekas luka itu , luka yang dia peroleh karena telah melahirkan buah hatinya ,
sekilas bayangan tentang ibunya terlintas , perjuangannya untuk melahirkan dirinya dan juga adik adik nya , dia mempertaruhkan nyawanya dengan segenap hati tanpa mengeluh sedikitpun.
kini dia tau mau seperti apapun proses melahirkan baik normal ataupun melalui proses operasi Caesar mereka telah berjuang mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan anak anak keturunan mereka .
kini dirinya kembali di deru rasa bersalah ,
tanpa sadar dia telah menodai pernikahannya dan telah menyakiti tiga orang perempuan.
regina , yuri dan juga ibunya .
awalnya memang Ryu menganggap pernikahan antara dirinya dan Yuri adalah sebuah permainan tanpa berdasarkan rasa apapun , namun seiring berjalannya waktu Ryu mulai merasa ada kenyamanan saat di dekat Yuri ,
Yuri melihat tatapan lembut itu memenuhi Ryu .
laki laki yang dulu dia kenal sebagai laki laki yang sangat dingin sombong dan juga sangat menyebalkan tapi kini dia bisa melihat sisi lain dalam dirinya .
" apakah ini sakit ? " tanya Ryu .
" tidak " jawab Yuri .
" maafkan aku karena aku tubuhmu harus di sayat seperti ini " ucap Ryu .
Yuri hanya terdiam mendengar ucapan itu ,
setelah selesai membersihkan dan mengganti perban luka itu , Ryu membaringkan tubuhnya di sebelah Yuri , karena dia juga merasa lelah seharian ini.
__ADS_1
Yuri awalnya menolak untuk tidur satu ranjang dengan Ryu karena dia takut Ryu akan melakukan hal yang tidak-tidak .
setelah perdebatan kecil yang terjadi akhirnya Yuri mengalah .
hanya tidur bersama dan tidak akan ada yang terjadi.
malam masih menyelimuti , terdengar samar samar suara rintihan , Ryu awalnya mengabaikan karena mungkin dia salah dengar , namun semakin lama di dengarkan suara itu semakin terdengar nyaring di telinganya ,
Ryu membalikkan badannya , di lihatnya Yuri sedang meringis kesakitan , wajahnya sudah di penuhi peluh ,
seketika Ryu panik melihat keadaan Yuri ,
" hei kamu kenapa ??? apa ada yang sakit ? " tanya Ryu cemas .
terlihat raut wajah Yuri yang sedang menahan sakit ,
" bicaralah agar aku tidak bingung seperti ini ? ," tanya Ryu .
" em..... pa..payudara ku sangat sakit " jawab Yuri masih dengan menahan sakit .
" plak.... hiss jauhkan tanganmu itu " ucap Yuri menepis tangan Ryu yang mencoba menyentuhnya .
" apa yang salah ? aku hanya ingin mengeceknya , " jawab Ryu dengan santainya .
hanya dijawab lirikan sinis dari Yuri .
Ryu hanya terkekeh kecil melihat tingkah Yuri .
lalu dia memanggil ibunya karna merasa bingung .
Ryu segera pergi ke kamar ibunya ,
" mom..... tok tok tok mom....ayolah " Ryu mencoba memanggil ibunya .
" sayang ada Ryu di depan " ucap Marika kepada Kenzo suaminya .
" biarkan saja , tanggung sayang " ucap Kenzo dengan nafas yang terengah-engah .
__ADS_1
" mom .... kau di dalam kan mom .... " ucap Ryu mengetuk pintu kamar ibunya .
" ck bisakah kamu tidak mengganggu kami ?? " ucap Kenzo dengan raut wajah kesal .
di lihatnya penampilan ayahnya yang hanya memakai handuk yang di lilitkan di pinggangnya dengan rambut yang masih acak-acakan , sudah bisa Ryu tebak kedua orang tua yang sudah berumur itu sedang bercocok tanam .
" bisa bisanya aku kalah dari daddy ...." batin Ryu sedih .
dirinya tidur satu ranjang dengan istrinya namun menyentuh saja dia tidak boleh , sudah lama sekali rasanya pusaka berharga milik Ryu itu di keramat kan CK CK CK .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.jangan lupa di pijat dan di urut ya bang biar tu pusaka kagak jamuran karena di anggur kan 😆
__ADS_1