Suamiku Sang CEO .

Suamiku Sang CEO .
part 41


__ADS_3

setelah itu bi Ijah menceritakan kronologi yang sebenarnya dengan sesekali mengusap air matanya mengingat keadaan Yuri yang cukup menyayat hati .


Ryu langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit .


karna memang rumah sakit itu adalah salah satu miliknya dia langsung berjalan masuk tanpa menghiraukan petugas disana .


tampak di ruang VVIP lantai atas rumah sakit itu sudah ada Alex , boy dan juga Leon yang sedang menunggu di depan salah satu kamar .


Alex yang menyadari kehadiran sahabatnya itu langsung melayangkan sebuah pukulan kepada Ryu .


Bugghhh.....


" puas Lo sekarang hah ! " ucap Alex sembari mencengkram kerah baju Ryu .


boy dan juga Leon yang melihat amarah dari Alex pun segera melerai keduanya .


" woy woy woy udah dong ini di rumah sakit . " ucap boy menengahi .


" perduli apa Lo sama rumah tangga gue , atau benar dugaan gue kalo Lo selingkuh sama istri gue ? " ucap Ryu dengan tajam .


seketika seluruhnya terkejut dengan penuturan Ryu terutama Alex .


buughhhh satu pukulan kembali mendarat di pipi Ryu ,


" dia hamil anak Lo !


kalau lu gak bisa jaga dia jangan sakitin dia ! , gue gak akan tinggal diem sekalipun elu sahabat gue ." ucap Alex .


deggg.... jantung Ryu berpacu lebih cepat mendengar penuturan Alex .


" dia hamil ???


dia hamil anak Lo ? " tanya Ryu .


" bocah bodoh ini ....pakai otak Lo ! dia istri Lo dan kenapa harus hamil sama gue ! " jawab Alex kesal.


sebelum sempat Ryu mencerna omongan Alex ,pintu ruangan terbuka dan nampak Vian yang terkejut melihat pemandangan di depannya.


" bagaimana keadaanya ?" tanya Alex .

__ADS_1


" bayi dalam kandungannya memerlukan transfusi darah untuk bisa melancarkan aliran oksigen kepadanya , Yuri butuh transfusi darah segera dan emm....kau Ryu ikut aku ke dalam untuk melakukan transfusi darah ." ucap Alex dan segera masuk kedalam .


" aku kenapa harus aku ?? " ucap Ryu yang masih belum mengerti .


" masuklah jangan sampai kau menyesal dikemudian hari " ucap boy .


Ryu akhirnya masuk ke dalam mengikuti Vian untuk melakukan transfusi darah.


" oh God bagaimana bisa otak bodohnya itu selalu menempel di kepalanya . " ucap Alex frustasi .


di lihatnya wajah cantik yang sedang berbaring di ranjang pasien di sebelahnya itu , wajahnya tampak memucat , Ryu menghela nafas panjangnya , dia tidak menyangka akan ada keturunannya yang sedang tumbuh di dalam rahim wanita yang kini menjadi istrinya itu .


ada rasa penyesalan akibat dari apa yang telah dia perbuat kepada Yuri kemarin malam , seandainya dia tau lebih awal kalau Yuri sedang mengandung anaknya , mungkin dia tidak akan melakukan hal demikian .


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


sementara itu regina yang telah mendapatkan kabar dari kekasihnya kalau istri Ryu sedang hamil , mengepalkan tangannya menahan amarah , dia tidak mau melepaskan fasilitas yang sudah dia nikmati dari Ryu itu .


" sialan ... aku harus segera menyingkirkan wanita j****g itu dari sisi Ryu , aku harus bisa mengikat Ryu agar terus bersamaku , ya aku harus bisa." ucap Regina.


regina akan membuat Ryu untuk tetap berada di sisinya bagaimana pun caranya , karna hanya dengan Ryu lah regina bisa menikmati fasilitas mewah yang Ryu berikan mengingat kekayaan Ryu memanglah tidak ada tandingannya .


🌷🌷🌷🌷🌷


namun Yuri tidak kunjung sadar , Ryu duduk di samping ranjang Yuri , di genggamnya kedua tangan Yuri , dia benar-benar menyesali perbuatannya yang telah menyakiti Yuri , entah sejak kapan perasaan sayang itu muncul Ryu tidak tau tapi dirinya benar benar mengkhawatirkan Yuri dan juga anaknya yang masih berada di dalam perut Yuri .


di usapnya perut Yuri yang masih rata itu dengan sesekali dia mengucapkan maaf yang tidak henti-hentinya


" maafkan Daddy sayang , Daddy terlambat mengetahui keberadaan mu ." ucapnya sembari tetap membelai perut rata Yuri .


di kecupnya kening Yuri lalu Ryu keluar dari ruangan itu ,


nampak ketiga sahabatnya masih setia menunggu di luar ruangan , tampak Leon yang sedang sibuk untuk menelfon mengecek keadaan kantor , Leon juga membatalkan semua rapat dengan para petinggi , mengingat kini bosnya sedang dalam mode penyesalan .


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


..TBC....


selamat membaca semua 😊


__ADS_2