
Ryu yang mendapat kabar dari salah satu bodyguard nya langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit .
" apa yang terjadi !
siapa yang melakukannya ?!
dan kau !
sudah ku katakan jangan biarkan dia keluar dari apartemen itu !!! " seru Ryu dengan tatapan tajamnya .
bodyguard itu pun hanya menunduk ketakutan .
" m...m.maaf tuan muda " jawab bodyguard itu dengan terbata bata
plaaaakkkkk....sebuah tamparan keras mendarat sempurna di pipi bodyguard itu
" katakan !
siapa yang melakukanya ! " pinta Ryu dengan tajamnya .
bodyguard itu pun langsung menjelaskan dengan rinci semua kejadianya .
buuuggghhh ,,,sebuah Bogeman mendarat sempurna untuk bodyguard nya itu .
" menjaga satu wanita saja kau tidak becus !!! " amarah Ryu
" wanita tua itu beraninya menyentuh barangku, kita lihat saja nanti " ucap Ryu dengan geramnya .
"Leon !! " seru Ryu .
Leon yang mengerti arti dari tatapan bosnya itu langsung segera bergegas untuk membereskan masalah itu .
Ryu yang kini sedang berada di dalam ruangan Yuri menatap intens wajah wanita yang sekarang menjadi istrinya itu .
sulit untuk mendeskripsikan perasaan Ryu yang sebenarnya .
ada perasaan kesal marah saat melihatnya disakiti oleh orang lain .
entah itu hanya perasaan kasian atau apa Ryu pun tidak tau jawabannya .
di saat Ryu sedang terlelap Yuri mulai tersadar perlahan dia membuka matanya .
mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan hingga pandangan itu berhenti kepada sesosok laki-laki yang tengah tertidur di sofa .
" awwww .....kepalaku " Yuri yang hendak bangun merasakan sakit di kepalanya .
Ryu yang mendengar rintihan itu akhirnya terbangun dari tidurnya lalu mendekati Yuri .
" kau sudah sadar ,? janganlah banyak bergerak dahulu " tuntun Ryu sembari kembali membaringkan tubuh Yuri .
__ADS_1
" kenapa aku di rumah sakit ?? " tanya Yuri yang masih memegangi kepalanya karena pening .
" itu karna kau bandel ! sudah ku katakan jangan keluar dari apartemen tanpa izin dari ku .! " jawab Ryu
" bagaimana bisa aku meminta izin darimu ,akupun tak punya nomer hp mu " ucap Yuri dengan malasnya .
tak berselang lama dering hp Yuri berbunyi ...
ddrrrt..... ddrrrrtt....
" my lovely husband ???? siapa ini ?? " Bingung Yuri karna dirinya merasa belum pernah menyimpan nomor dengan nama yang aneh itu .
" itu nomer ku apa kau tidak bisa membacanya " ucap Ryu dengan datarnya .
Yuri pun memutar bola matanya malas sambil mengerucutkan bibirnya malas menanggapi suami gilanya itu .
sementara itu, Leon yang sedang mengerjakan tugasnya terkejut karena mendapatkan informasi bahwa, kecelakaan yang melibatkan ibu Yuri adalah kecelakaan yang di sebabkan oleh Diana yang tak lain adalah ibu tiri Yuri .
Leon segera mencari bukti-bukti kebenaran yang lain agar bisa menjatuhkan Diana dengan mudah .
tak butuh waktu lama karna kejeniusan Leon
semua bukti itu bisa di dapatkan dengan mudahnya .
Leon yang sudah mempunyai bukti bukti kejahatan Diana segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit .
" permisi tuan semuanya sudah siap ." ucap Leon dengan hormat .
" bagus , kau bekerja dengan cepat ." jawab Ryu .
" aku ada urusan sebentar ,kau tetaplah disini aku akan menyuruh suster untuk menemani mu ." ucap Ryu kepada Yuri .
'mau sebentar mau lama kek terserah situ .'batin Yuri .
Ryu dan Leon keluar dari rumah sakit dan melajukan mobilnya ke rumah Diana .
Bbraaaakkk....
di dobrak nya pintu rumah Diana
semua pelayan dan penjaga rumah itu tak ada yang berani untuk mencegah Ryu maupun Leon .
Diana dan zeze yang sedang asyik menonton tv sambil bersenda gurau terkejut karna mendengar suara pintu yang d dobrak .
" nak Ryu , apa yang sudah kamu lakukan di rumah ibu ." tanya Diana yang sontak terkejut karna kedatangan Ryu .
" ciihhh ibu kau bilang , aku tak Sudi mempunyai ibu mertua sepertimu ." balas Ryu
" apa yang sudah kau lakukan kepada istriku !! JAWAB !!! "
__ADS_1
tanya Ryu sembari mencengkram leher Diana .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC....
__ADS_1