
" aku hanya akan percaya dengan apa yang aku lihat !! " sebelum aku melihatnya dengan mataku sendiri jangan pernah kau berani menjelekkan regina di depan ku !! " ucap Ryu sembari menutup telfon dari Leon .
sementara itu Yuri yang mendengarkan percakapan Ryu dengan Leon kini mulai tersadar dirinya tak boleh menginginkan lebih dari perjanjian kontrak nikah itu .
' apa yang kau harapkan dari Ryu Yuri ??
dia suamimu tapi dia memiliki kekasih lain .
aku hanyalah istri di atas kertas dan selamanya akan seperti itu , bodohnya diriku ....' batin Yuri merutuki kebodohannya sendiri.
yuri akhirnya segera bergegas untuk membuat sarapan untuk Ryu .
dia tidak mau kalau sampai terlalu banyak berhutang kepada Ryu karna secepatnya dia ingin mengakhiri kontrak pernikahan itu
Ryu yang kini telah membersihkan diri di kamar mandi lantai bawah kini sedang duduk di meja makan menunggu Yuri menyelesaikan masakannya .
tercium bau harum dari masakan Yuri
di lihatnya punggung wanita yang sedang memasak itu tampak leher jenjang putih mulusnya .
selama ini Ryu selalu makan di luar jarang sekali makan di rumah karna memang tidak ada asisten rumah tangga di apartemen Ryu .
dia hanya akan meminta cleaning servis untuk membersihkan apartemen nya saja .
Yuri kini menyuguhkan segelas kopi, sepiring nasi goreng dengan omlet buatanya .
saat hendak membersihkan dapur tangan Yuri di tarik oleh Ryu .
" kemarilah kita sarapan bersama ." pinta Ryu
" kau duluan saja aku akan membersihkan dapur "jawab Yuri dengan cuek .
namun saat hendak melangkah Ryu meraih pinggang kecil Yuri lalu mendudukkannya di pangkuannya .
" suapi aku " pinta Ryu .
" apa kau tidak punya tangan untuk makan ? " jawab Yuri yang heran dengan kelakuan manja Ryu .
__ADS_1
" suapi aku atau akan aku lanjutkan yang tadi sempat tertunda " bisik Ryu di telinga Yuri Sehingga membuat bulu kuduk Yuri berdiri .
"ok ok akan aku suapi tapi turunkan aku dulu aku bukan anak kecil ." pinta Yuri .
akhiranya Yuri menyuapi Ryu bergantian dengan dirinya karna memang dia juga belum sarapan sampai tak tersisa .
setelah sarapan Yuri kini di tugaskan untuk memakaikan dasi kepada Ryu .
" oh ayolah aku tidak pandai memakaikan dasi , lagian kau kan bisa sendiri " ucap Yuri dengan malas .
" oke akan aku catat denda mu karna menolak memakaikan dasi "balas Ryu yang sontak membuat Yuri langsung menyambar dasi dari tangan Ryu .
" apa kau tidak bisa menunduk kau terlalu tinggi " pinta Yuri yang kesulitan.
Ryu pun membungkukan tubuhnya sedikit sehingga kini nampak jelas raut wajah tampannya .
'ya tuhan ada apa dengan jantungku ' batin Yuri yang merasa gugup karna jarak mereka yang begitu dekat .
" dah selesai , dan sekarang cepatlah pergi ke kantor karna ini sudah siang ok ." ucap Yuri yang kini telah selesai memakaikan dasi pada Ryu .
Ryu kini nampak sedang bercermin dan terkejut karna dasi yang Yuri pasangkan entah berbentuk seperti apa .
namun Ryu tetap saja memakai dasi itu tanpa mengubahnya .
Ryu pun berlalu keluar dari apartemennya dengan di ikuti Yuri di belakangnya .
" aku ke kantor , ingat jangan keluar dari sini tanpa izin dari ku .
Ryu mencium kening Yuri dan berlalu meninggalkan Yuri .
Yuri pun langsung memulai ritualnya dengan segala peralatan kebersihannya .
Yuri selalu merutuki Ryu di sela sela kegiatannya .
" hisss dasar pria gila ! kenapa aku malah seperti pembantu disini ! ingin rasanya gue robek itu mulut orang ughhh ." ucap Yuri sambil memukul-mukul bantal yang di gunakan untuk tidur Ryu .
tanpa Yuri sadari Ryu sedang mengawasi dari balik layar , Ryu pun hanya tersenyum melihat kelakuan wanita yang kini menjadi istrinya itu .
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.TBC...