
...🌷🌷🌷🌷 * Happy reading * 🌷🌷🌷🌷...
"semakin kau membuang waktuku semakin habis jari jarimu" ucap Ryu ....
" lepas to Lo n ...... akkkhhhhhh tidak....tidak .... tidak ....tolong lepaskan !!!! akkkhhhhhh dia perempuan aku tidak tau namanya " ucap orang itu kesakitan saat Ryu sudah memotong jari keempatnya .
" siapa ! " tanya Ryu .
" di...di....dia wanita dengan ta..ta..tato bintang di tengkuk lehernya .... di tengah bintang itu a..a...ada logo huruf R ....aku sungguh tidak tau siapa wanita huh huh itu aku hanya menjalankan perintah darinya saja ." ucap orang itu dengan menahan sakit .
deg ..... jantung Ryu berdetak dengan cepat mendengar penjelasan orang itu , tato bintang berlogo huruf R di tengkuk leher ,, ya orang itu tak lain adalah Regina.
wanita yang dia cintai selama bertahun-tahun lamanya , Ryu sampai menentang kedua orangtuanya hanya demi wanita yang sudah berani mengusik istri dan juga anaknya , Ryu tak habis pikir , regina yang biasanya berwatak manis dan juga manja bisa sampai sekejam itu terhadap dirinya .
" kau bereskan dia sampai tak tersisa !! " ucap Ryu,
tanpa menunggu lama Alex langsung menghabisi orang itu tanpa meninggalkan jejak .
Ryu meninggalkan ruangan itu meredakan emosinya ....
masih belum bisa menerima kenyataan bahwa regina ternyata bisa sekejam itu .
namun satu demi satu keburukan regina seakan terlihat .
sementara itu orang tua Ryu yang mengetahui cucu pertamanya telah lahir segera mengatur keberangkatannya dari Amerika menuju tanah air tentunya tanpa sepengetahuan Ryu .
Ryu langsung mengajukan mobilnya menuju rumah sakit untuk memastikan keadaan Yuri dan juga anaknya karna dirinya sudah cukup lama meninggalkan mereka berdua .
tak lupa dia membawakan makanan dan juga desert untuk Yuri, dia tidak tau apa makanan kesukaan Yuri .
beberapa bulan dia berusaha untuk bisa memperbaiki segalanya namun seperti ada benteng menjulang tinggi yang membatasi mereka .
terlihat dia sedang duduk melihat senja sore hari ia nampak masih terlihat cantik walau matanya masih terlihat sedikit sembab .
__ADS_1
tidak ada ocehan tidak ada protes tidak ada Omelan yang biasanya selalu terlontar dari mulut Yuri untuk Ryu , kini dia lebih banyak terdiam .
" apa kau sudah merasa baikan ? " tanya Ryu .
" sudah " jawab Yuri singkat
" adakah yang kau inginkan ? " tanya Ryu .
" bisakah aku membawa anakku pulang ? " pinta Yuri tanpa mengalihkan pandangannya dari senja sore itu .
" apa kau ingin kita pulang ke rumah? " tanya Ryu .
" lalu kau ingin aku pulang kemana ? pulang ke akhirat ? " jawab Yuri cetus .
sebenarnya ada banyak sekali pertanyaan yang menumpuk di pikirannya , ingin rasanya dia bertanya kepada Ryu tentang semua yang ingin dia ketahui , namun hati rasanya seperti membatasi mengingat kontrak nikah mereka yang mengharuskan mereka untuk bercerai .
" tidak honey , tentu aku sangat ingin kita pulang ke rumah , aku akan mempersiapkan semuanya " ucap Ryu sembari duduk mensejajarkan tingginya dengan Yuri .
Ryu lalu keluar dari ruangan itu dan memanggil Leon .
" kau beli semua peralatan medis terbaik untuk memantau kesehatan anakku selama di rumah , jangan lupa 1 dokter dan juga 2 perawat , "
" aku mau semuanya hari ini juga ! " tambahnya sembari meninggalkan Leon .
Leon hanya tepuk jidat saat semua perintah dari bosnya itu harus selesai hari ini juga ....
" dasar bos sialan ....! dia pikir aku ini Naruto yang bisa pake kagebunsin buat ngerjain tugas negara selesai hanya dalam 1 hari ,,,ah bonus akhir taun ku 😭????? " gerutu Leon ,
Leon memang beberapa hari terakhir selalu begadang bahkan tidak tidur karna banyaknya perintah dari Ryu dan juga orang tua Ryu .
" jangan kau coba coba merutuki aku Leon ,atau kau akan hidup di Afrika !" ucap Ryu yang seakan mengerti apa yang sedang ada dalam pikiran Leon ...
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
..TBC ....🤗
__ADS_1
sehat selalu untuk kalian ❤️