Sunshine

Sunshine
Bab 9 - part 2


__ADS_3

Siang ini, aku dan ketiga sahabatku sedang bermain di taman kota. Karena kebetulan hari ini jadwal kuliah tidak terlalu padat. Jadi kita bisa menghabiskan waktu bersama. Sekalian melepas rindu menghabiskan waktu bersama, setelah sempat renggang gara-gara masalah kemarin.


Pada saat kita sedang berjalan menelusuri taman kota yang cukup ramai, tiba-tiba mata ini tidak sengaja melihat ka Sandra yang ada di taman bersama seorang teman pria-nya. Aku yang sudah cukup lama tidak bertemu dengan ka Sandra, langsung berlari menghampiri ka Sandra tanpa pamit dulu kepada Citra, Friska dan Ririn. Namun sadar aku tidak mengikuti mereka, mereka yang malah mengikutiku menghampiri ka Sandra.


“Ka Sandra,” teriakku kepada Ka Sandra sambil berlari kecil.


Ka Sandra pun menghentikan langkahnya.


“Hanin...” ujar Ka Sandra, terlihat seperti orang kaget karena tiba-tiba aku ada di hadapannya.

__ADS_1


“Akhirnya aku ketemu Kakak. Kakak kemana aja? ko gak bisa dihubungi. Bunda kangen banget sama Kakak,” kataku.


Namun Ka Sandra malah terdiam, ekspresi wajahnya menandakan seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja aku katakan.


“Emm San, aku tunggu kamu di mobil aja ya,” kata teman lelaki Ka Sandra, yang saat itu berdiri di sampingnya.


Ka Sandra menganggukkan kepala sambil melemparkan senyum, dan laki-laki itu pun pergi meninggalkan Ka Sandra berdua bersamaku.


“Iya Ka, Kakak pulang ya! Kakak tenang aja, sekarang aku udah gak tinggal di rumah lagi ko. Jadi Kakak bisa dapetin kasih sayang Bunda sepenuhnya. Gak akan ada suara berisik yang ganggu Kakak lagi. Gak akan ada yang nyalahin Kakak lagi kalau aku pulang telat. Aku mohon pulang ya, Ka... sekarang saatnya Kakak yang dimanja Bunda,” kataku tersenyum sambil memohon. Tapi Ka Sandra malah diam, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

__ADS_1


“Nin... ayo!” Terdengar suara Ririn memanggilku.


Dan aku menoleh sebentar lalu menganggukkan kepala ke arah ketiga sahabatku yang terlihat masih menungguku dengan setia.


“Please pulang ya, Ka... aku mohon!” pintaku kepada Ka Sandra.


Aku pun pergi meninggalkan Ka Sandra yang masih diam membisu menghampiri ketiga sahabatku yang sudah menunggu tidak jauh dari posisiku berdiri bersama Ka Sandra.


Hanin pergi dan ngejauhin Bunda? Dasar Bodoh! Mungkin kata-kata seperti itu yang ada di dalam hati ka Sandra. Sebab sebelum aku pergi, aku sempat melihat wajah kesal ka Sandra. Kepedean sih, tapi aku memang sangat berharap kalau ka Sandra akan mengkhawatirkan aku seperti itu.

__ADS_1


***


__ADS_2