
POV 3
Friska dan Ririn baru saja keluar dari kamar Hanin. Tiba-tiba saja mereka langsung mendapati Citra dan Deva yang tidak sengaja berpapasan saat ingin menjenguk Hanin. Raut muka Friska dan Ririn yang tadinya sendu mendadak berubah saat melihat Citra dan Deva sedang beradu mulut, tidak jauh dari pintu kamar Hanin.
Dari obrolan mereka, dapat ditangkap bahwa Citra ingin Deva tetap memilih Hanin. karena menurut Citra, Hanin lebih membutuhkan kasih sayang Deva untuk saat ini dibanding dia. Karena bagaimana pun, Deva adalah salah satu penyemangat untuk Hanin. sementara Deva, dia tetep kekeh tidak mau mengikuti kemauan Citra, malah Deva berniat saat Hanin sadar nanti. Deva akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Karena menurut Deva, Hanin berhak mengetahui yang sebenarnya.
“Udah, udah, kalian berdua apa-apaan, sih!” tegur Friska menghentikan perdebatan antara Deva dan Citra.
__ADS_1
Friska dan Ririn melangkah mendekati Citra dan Deva yang saat ini berdiri mematung usai ditegur Friska tadi.
“Udah deh gak usah kaya anak kecil. Kalian pikir dengan kalian berantem seperti ini, kalian bisa bikin Hanin sadar dari koma-nya? Emang dengan kalian putus, Hanin akan mendadak bangun?
"Ayolah... kalian udah bukan anak kecil lagi. Di sini kalian malah ribut kaya gini, sementara sahabat kita lagi berjuang antara hidup dan mati di dalam sana. Sekarang yang dia butuhkan doa dari kita, bukan omong kosong yang kalian perdebatkan sekarang ini."
Citra dan Deva masih bungkam, begitu pun dengan Ririn.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Citra dan Deva berada di dalam kamar Hanin. Mereka berdiri berdampingan sambil memandang Hanin yang sedang terbaring tak berdaya, seakan-akan sudah tidak ada masalah lagi di antara mereka berdua.
Sambil menatap ke arah Hanin, pikiran Deva membayangkan kejadian-kejadian yang telah terjadi. Dari mulai pertama kali bertemu Hanin, berkenalan, mulai dekat, sampai mereka sering menghabiskan waktu bersama-sama.
“Maafin aku, Nin...” ujar Deva.
Citra pun melakukan hal yang sama dengan Deva, Citra kembali membayangkan kebersamaan yang sudah dilalui bersama Hanin bareng Friska dan Ririn juga.
__ADS_1
“Lo cepet bangun, Nin! tidurnya jangan lama-lama. Masih banyak cerita yang belum kita selesaikan," ujar Citra sambil meneteskan air mata, melihat itu Deva mencoba semakin mendekati lalu merangkul tubuh Citra dan menjatuhkan ke pelukannya.
***