Sunshine

Sunshine
Bab 11 - part 3


__ADS_3

POV 3


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali bel apartemen Citra berbunyi. Nampaknya di balik pintu sudah ada tamu yang hendak berkunjung. Kebetulan Citra yang membukakan pintu.


Mengetahui Deva yang datang, Citra malah kembali menutup pintunya bahkan mengunci pintu dan pergi meninggalkan Deva yang terus mengentuk-ngetuk sambil memanggil Citra di balik pintu.


“Cit buka, Cit! Citra aku mohon!” ujar Deva di balik pintu.


Sementara di dalam, Citra malah berjalan menuju kamarnya.


“Siapa, Cit?” tanya Ririn yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih menghiasi lehernya.


“Orang salah kamar,” jawab Citra sambil terus melangkah menuju kamarnya.


Ririn hanya mengerutkan alisnya dan berjalan menghampiri Friska yang sedang sarapan.


Beberapa saat kemudian, Friska dan Ririn sudah terlihat rapi. Hari ini mereka ada mata kuliah, tapi Citra memilih tidak masuk karena sedikit kurang fit. Setelah pamit ke Citra, Friska dan Ririn pun keluar.


Betapa kagetnya mereka saat melihat ada Deva yang berdiri tepat di samping pintu Apartemen Citra.


“Deva... ngapain disini? Ko gak mencet bel?” tanya Friska.


“Udah, Fris. Tapi Citra gak ngebolehin aku masuk.”


“Ohh, jadi yang Citra maksud orang salah kamar itu kamu, Dev.”

__ADS_1


Deva hanya diam, ia mengerti kenapa Citra bicara seperti itu kepada Ririn.


“Maafin kita ya, Dev. Kita gak bisa bantu kamu dalam masalah ini.”


“Iya gak apa-apa, ko.”


“Ya udah kalau gitu, kita lagi buru-buru nih. Sorry ya kita tinggal duluan.”


Deva tersenyum. Friska dan Ririn pun pergi meninggalkan Deva yang masih stay di samping pintu Apartemen Citra.


Sore harinya, betapa kagetnya Friska dan Ririn saat pulang kuliah. Deva masih saja menunggu Citra di samping pintu sampai tertidur.


Friska dan Ririn pun bergegas masuk dan tak sabar untuk memberitahu Citra bahwa Deva masih menunggunya di depan. Tapi ternyata Citra tidak ada di dalam Apartemen. Hanya ada sehelai brosur yang tergeletak di atas meja, yang cukup meyakinkan Friska dan Ririn bahwa Citra pasti pergi ke caffe untuk mengisi sebuah acara musik yang tertera di brosur itu. Friska dan Ririn pun pergi.


Setelah Friska dan Ririn tiba di caffe tersebut. Mereka pun melihat Citra sudah stay di depan panggung kecil, tempat biasa yang dipakai untuk menyanyi oleh para penyanyi caffe.


‘Demi Sahabat ’


Ku tutup kisah cinta di antara kita


Ku biarkan kau jadi milik sahabatku


Dia yang tak tau tentang hubungan kita


Menyimpan perasaan cinta untukmu

__ADS_1


Tak inginku melukainya


Dialah sahabat yang kusayangi


Ku harap kau dapat mengerti


Walauku tau tak adil untukmu


Tuhan benarkah semua yang aku lakukan


Meninggalkan kasihku demi sahabatku


Ku ingin melihatnya hidup bahagia


Di dalam menjalani di sisa hidupnya


Ku coba menghilangkan namamu di hati


Ku coba tuk menghapus rasa cinta ini


Dia yang tak tau tentang hubungan kita


Tak mungkin ku katakan engkau miliku


Citra menyanyikan lagu ini dengan begitu menghayati, sehingga membuat para pengunjung caffe begitu tersentuh. Bahkan citra pun sempat meneteskan air mata saat menyanyikan lagu itu, membuat kedua sahabatnya ikut merasakan apa yang Citra rasakan saat ini.

__ADS_1


***


__ADS_2