Sunshine

Sunshine
Bab 12 - part 3


__ADS_3

Hari ini adalah hari ke lima aku dalam keadaan kritis. Dan selama itu pula aku tidak bisa melakukan kebiasaanku setiap pagi saat ada di rumah, berlari membuka gorden dan diam di balkon hanya untuk melihat Matahari terbit. Kebiasaan yang kini Bunda gantikan untukku yang sudah tak berdaya ini.


Hampir setiap orang yang masuk ke kamarku dan melihat keadaanku mereka selalu meneteskan air mata. Seperti Bunda saat sedang menemaniku siang ini, tiba-tiba saja air mataku menetes saat melihat wajah Bunda. Betapa rindunya aku bilang sayang sama Bunda, memeluk dan mencium Bunda. Tapi kini aku hanya bisa diam membisu, Bun... aku tidak berdaya.


Dengan tangan lembutnya, Bunda menghapus air mataku sambil berkata. "Hanin sayang, Bunda tau kamu pasti tersiksa dengan semua rasa sakit ini. Kalau saja Bunda bisa minta, Bunda akan minta Tuhan untuk mengambil semua rasa sakit itu. Biar Bunda yang gantikan posisi kamu, Sayang. Bunda gak tega liat kamu kaya gini.” Bunda terdiam sejenak lalu Bunda menghapus air matanya.


Bunda mencoba untuk tegar dan kuat, mungkin Bunda tak ingin aku semakin sedih jika melihatnya bersedih .

__ADS_1


“Tapi Bunda yakin, ko... kamu pasti kuat, kamu gak mungkin menyerah. Bunda yakin kamu pasti sembuh, Sayang.”


Aku yang cuma bisa mendengar suara lirih Bunda hanya mampu meneteskan air mata, aku hanya bisa berkata dalam hati untuk menjawab perkataan Bunda.


"Andai saja Bunda tau, aku udah gak sanggup lagi dengan semua ini. Aku udah gak kuat dengan semua rasa sakit ini, aku menyerah, Bun. Aku menyerah."


“De, kali ini Kakak kalah. Kakak kalah melawan rasa sedih ini. Hati Kakak hancur ngeliat kamu seperti ini. Kakak gak tau harus ngelakuin apalagi supaya bisa membuat kamu sembuh dan tersenyum kembali. Maafin Kakak, De... maafin Kakak, karena Kakak harus ngebiarin kamu sendiri ngerasain rasa sakit yang semakin menyiksa kamu, Sayang...,” ujar Ka Hans.

__ADS_1


Hatiku pun benar- benar sakit saat harus melihat Ka Hans begitu sedih karena aku.


Ka Sandra pun melakukan hal yang sama seperti Bunda dan ka Hans saat menjengukku. Meskipun setiap hari menemaniku, tapi Ka Sandra tetap tidak bisa menahan kesedihannya. Ka Sandra memberikan boneka hellokitty kesayangannya dan meletakan di sampingku.


“Seperti boneka ini, Kakak akan selalu ada di samping kamu. Kakak akan selalu menemani kamu, agar kamu tidak merasa kesepian. Kamu harus sembuh, De! Kamu harus liat kamar ini penuh dengan boneka dan pernak-pernik kesukaan kamu. Jangan nyerah ya, Sayang! Kasih Kakak kesempatan untuk bisa menghabiskan waktu bersama kamu lebih lama lagi. Kakak gak mau kalau harus kehilangan kamu,” kata Ka Sandra menangis.


Seburuk itukah keadaanku, sampai-sampai air mata dari orang-orang yang aku sayang harus berjatuhan hanya karena aku. Entahlah, aku sendiri tidak bisa melihat dan memastikan seburuk apa kondisi aku saat ini. Yang jelas aku hanya bisa merasakan sakit, dan lemas di tubuhku.

__ADS_1


***


__ADS_2