Tahun Tahun Yang Telah Terlewati

Tahun Tahun Yang Telah Terlewati
memanfaatkan lughas 3


__ADS_3

"jika kamu besok tidak menemui ku aku akan langsung menyebar kan video itu pada semua orang"


rudy langsung menutup telpon aku sangat bingung dan keesokan hari nya aku pamit pada ayah ku dan aku memberikan uang kepada ayah ku dan berkata ayah jangan terlalu capek bekerja


"natasha dari mana kamu dapat kan uang ini"


"aku ada kerja sampingan ayah dan sangat cukup untuk kehidupan ku"


karena ayah orang yang sangat polos ayah percaya dengan perkataan ku


"kamu harus bekerja dengan baik dan giat natasha"


"baik lah ayah nat pamit ya"


"lughas juga pamit ya om"


"iya iya lain kali main lagi kemari nak lughas"


"baik om"


aku memeluk ayah ku dan pergi dengan lughas mengendarai mobil sampai ke kota aku sangat lelah dan tertidur sebentar di kontrakan saat aku bangun sudah pukul 8 malam aku segera berdan dan dan pergi ke tempat rudy


TOK...TOK...TOK


"masuk"


aku segera masuk dan terlihat rudy sedang malas malas san di kursi saat melihat ku dia langsung menerjang ku dengan sangat ganas dia mencium ku dengan paska dan meninggal kan banyak kismark aku mempunyai ide ini saat nya aku memanfaat kan lughas untuk menyingkir kan rudy setelah selesai rudy memberi ku setumpuk uang dan aku pergi dari rumah nya aku berjalan di taman dan menelpon lughas setelah beberapa kali dering dia mengangkat telpon ku


"hallo nat"


"lughas bisa kah kau menjemput ku di taman, aku benar benar merasa lelah dan kesepian"


"baik lah kau tunggu aku"


lughas langsung mematikan sambungan telpon dan bergegas kemari aku berharap semoga semua rencana ku malam ini berjalan dengan lancar agar aku bisa terlepas dari iblis yang bernama rudy itu beberapa menit kemudian lughas datang dan aku masuk ke mobil buggati berwarna emas milik nya aku melihat wajah nya yang tampan dengan mimik muka yang sangat dingin aku sengaja melihat kan dada ku pada nya dengan terlihat tidak sengaja agar dia melihat dan bertanya betul sesuai rencana ku dia marah dan bertanya pada ku


"kau sudah tidur dengan laki laki lain malam ini"


lughas menanyai ku dengan wajah sangat dingin , tetapi aku hanya menunduk dan tidak menjawab pertanyaan nya


"jawab aku natasha"


"aku...aku terpaksa"


aku mengatakan nya sambil menangis


"apa maksud mu siapa yang berani memaksa mu"


aku menceritakan semua pada lughas bahwa selama ini aku di ancam oleh rudy dan rudy memiliki video ku jadi karena itu aku tidak bisa melawan nya,


"jika aku melawan atau menolak nya dia akan menyebar kan video itu pada semua orang"


lughas menatap ku dengan sangat dingin dia dengan marah mengendarai mobil nya dan mengantar ku ke kontrakan ku, aku tertidur memikir kan apa yang akan terjadi aku sedikit gelisah karena lughas tidak mengatakan apa pun pada ku sewaktu di mobil aku tertidur dan keesokan hari nya aku siap siap akan berangkat ke kampus , saat aku di ruang kelas ada yang berteriak pada ku bahwa lughas dan rudy bertengkar


"natasha ayo cepat ikut aku lughas dan rudy bertengkar"


aku bergegas dengan nya pergi melihat aku melihat lughas yang memukul rudy dengan sangat ganas dan memegang ponsel rudy lalu menghancur kan nya dengan sangat hancur sehancur hancur nya aku tersenyum dan segera turun ke bawah aku membawa lughas pergi dari situ


"kenapa kamu lakukan ini di kampus bagaimana jika kamu di keluar kan dari kampus"


"kamu tidak perlu khawatir"


lughas masih berwajah dingin pada ku tetapi kenapa dia masih mau membantu ku aku terkadang merasa bersalah karena selalu memanfaat kan lughas tetapi dia yang bilang sendiri aku harus memanfaat kan nya selama dia masih menyukai ku, lughas pergi entah ke mana aku balik lagi ke kelas saat itu terdengar kabar bahwa nina putus dengan rudy aku sangat bingung mengapa nina putus dengan rudy apa karena masalah lughas menghabisi rudy tadi tetapi dia selalu di selingkuhi oleh rudy tetapi dia selalu seperti tidak masalah mengapa karena masalah ini dia menjadi seperti ini, aku pulang dan aku sedang berjalan jalan kaki saat aku sedang berjalan di taman aku melihat lughas dengan andien sedang ber gandengan tangan hati ku tiba tiba merasa kan sakit saat itu mereka menuju ke arah ku andien memamerkan kemesraan mereka aku memelototi andien dengan sangat kejam


"sedang apa kau bersama dengan pacar ku"


"memang nya apa yang sedang kau lihat"


andien memamerkan bekas cupangan di leher nya kepada ku menunjukan mereka sudah tidur berdua hati ku terasa sakit tetapi aku tidak akan kalah oleh wanita ini


"ayo lughas, siapa pacar mu"


lughas berjalan ke arah ku dan berkata


"ayo kita pergi dari sini"


aku menggandeng tangan lughas dengan sangat mesra dan pergi dari hadapan andien saat sebelum pergi aku berkata pada andien


"kau adalah wanita yang di buang"


andien menangis dan pergi dengan berlari setelah andien pergi aku melepas kan gandengan tangan ku dari lughas dan lughas berkata pada ku


"mengapa setelah menggunakan ku ingin membuang ku"


aku melihat wajah nya dan menunduk kan kepala ku


"kau yang mengatakan pada ku agar aku memanfaat kan waktu disaat kau masih menyukai ku, wanita seperti ku kau pasti tidak akan lama menyukai ku kan"


aku terus menunduk kan kepala ku tidak berani menatap mata yang dingin sedingin es, lughas membawa ku ke hotel dan membuka kamar untuk kami saat berada di kamar yang sunyi lughas mencium bibir ku dengan sangat ganas membuka gigi ku yang tertutup dan menyusup ke dalam lidah ku dia bermain dengan lidah ku mencium setiap inci tubuh ku aku sudah sangat lemas di karenakan gerakan nya , lalu dia memasuki ku dalam sekali gerakan


"ahhhh....mmmmm"


"apa kah kau suka sayang"


muka ku sudah sangat merah entah mengapa aku selalu merasakan nyaman merasa suka saat melakukan ini dengan nya terasa sangat nikmat seperti terbang ke atas awan aku selalu befikir dalam hati ku aku selalu tidur dengan pria mana pun tetapi tidak pernah merasakan hal ini apa aku akan jatuh cinta tidak boleh aku tidak boleh jatuh cinta ke pada lughas jika aku jatuh cinta ke pada lughas ini akan menjadi penderitaan ku dalam hidup ini karena aku adalah wanita yang sangat kotor ini adalah noda yang tidak akan bisa di hapus dalam diri ku , aku telah jatuh ke jurang yang tidak akan ada jalan untuk ku kembali saat berfikir tentang semua hal hal yang selalu aku impikan dari kecil aku selalu bermimpi memiliki suami yang sangat hangan dan baik kepada ku dan ayah ku itu sudah sangat cukup sedang kan lughas seperti pangeran yang sulit untuk ku gapai sangat jauh di atas sana dia memiliki banyak sekali wanita dan seluruh wanita selalu berjajar mengantri untuk bisa tidur dengan nya walau pun mungkin saja lughas akan menyukai ku tetapi aku cukup sadar diri posisi ku tidak akan di terima oleh keluarga nya walau pun aku tidak pernah bertemu keluarga nya tetapi semua orang bercerita bahwa keluarga nya tidak kenal ampun dan sangat kejam bahkan ber mimpi pun aku tidak bisa memasuki keluarga andersan dengan status sebagai orang desa yang miskin apalagi sebagai pelacur aku tertawa dalam hati ku saat lughas menyadari aku sedang memikir kan sesuatu dia bertanya pada ku


"siapa yang kau pikir kan saat sedang bercinta dengan ku"


aku langsung tersadar dari lamunan ku dan merangkul leher lughas dan mencium bibir nya


"tentu saja kamu, siapa lagi yang akan aku pikir kan"


lughas menatap ku dan langsung berkata


"benar kah"


"tentu aku tidak akan berbohong pada mu"


lughas langsung mencium ku ciuman ini sangat dalam lidah kami bergulat saling menarik dan menghisap aku sungguh sangat menikmati waktu saat ini, saat selesai bermain aku tertidur di pelukan lughas keesokan hari nya aku bangun saat itu lughas sudah tidak ada di sini, aku berangkat ke kampus dan mendapati lughas juga tidak ada di sini tiba tiba dering ponsel ku berbunyi ini panggilan dari lughas aku segera mengangkat nya


"halo lughas mengapa kamu tidak masuk kas hari ini"


tetapi aku mendengar suara desahan wanita dari ponsel aku merasa sangat marah dan tiba tiba aku mendengar suara lughas


"kemari lah natasha aku menuggu mu"


setelah berbicara seperti itu pada ku lughas langsung menutup telpon aku bolos sekolah dan langsung menuju rumah lughas yang dulu pernah aku kunjungi di sana sangat sepi aku masuk dan hanya melihat pembantu yang waktu itu aku menyapa nya


"halo bibi aku ingin bertemu lughas apa kah lughas berada di rumah"


bibi itu seperti ragu ragu akan memberitahu ku atau tidak dan akhir nya dia hanya berkata


"ada nona tapi...."


"ya sudah bibi lanjut kan saja pekerjaan bibi"


aku segera naik ke lantai dua dan menerobos masuk ke kamar lughas aku melihat lughas yang posisi nya sedang di bawah dan si wanita berada di atas hal ini sungguh membuat ku marah aku tahu aku wanita yang sangat kotor tetapi aku juga tidak terima jika aku di perlakukan seperti ini wanita itu menatap ku dan mendesah tanpa rasa malu


"sayang siapa wanita yang muncul itu"


aku langsung menendang kursi dan ingin segera pergi rasa nya darah ku sudah akan keluar aku merasa sangat marah dan terhina saat aku hendak pergi lughas menghentikan ku dan berkata


"kamu tidak boleh pergi kamu harus menyaksikan ini di depan mata mu sayang , ini adalah pelajaran untuk mu ke depan nya"


aku menatap nya dengan bengong dan semakin aku melihat ekspresi mereka aku seakan mau meledak aku ingin menghancurkan rumah ini tetapi aku tidak boleh pergi jika aku pergi lughas akan sangat marah dan ini akan membuat hidup ku sulit ke depan nya jadi aku hanya dengan marah dan melotot menatap mereka hingga selesai saat sudah selesai aku berbicara pada lughas dan akan pergi


"tuan muda kamu sudah selesai dengan permainan mu?,baik lah sekarang izin kan aku pergi"


tetapi lughas malah mengusir wanita itu dari ini dan menahan ku


"kau pergi dari sini"


wanita itu dengan sedikit manja berbicara pada lughas


"bagaimana bisa seperti itu tuan lughas"


dia berbicara sambil menempel nempel kan tubuh nya pada lughas ini membuat ku sangat jijik, aku berwajah sangat dingin dan sekali lagi lughas berkata dengan marah dan kesal


"sudah ku katakan pergi dari sini, kau benar benar sangat menjengkelkan"


lughas mendorong wanita itu dengan kasar, wanita itu memakai pakaian nya dan pergi dengan menangis , lughas menghampiri ku dan merangkul ku memeluk tubuh ku aku merasa jijik dan menyingkir kan nya


"lepas kan aku"

__ADS_1


"ayo mandikan aku sayang"


lughas menyeret ku ke kamar mandi dan mencebur kan ku ke bak mandi, benar benar sial lughas mencium ku dengan sangat ganas dan bekata pada ku


"itu hanya sebuah pelajaran kecil untuk mu, mulai sekarang kau akan tinggal di rumah ku bagaimana sayang"


"aku akan tinggal di kontrakan ku saja"


"aku tidak berkata untuk yang ke dua kali aku akan menyuruh orang untuk mengemasi barang barang mu kamu cukup tinggal di kamar ku dengan sangat penurut"


aku sebenar nya tidak ingin tinggal disini tapi mau bagaimana lagi aku harus melakukan nya tuan muda yang dingin ini harus selalu di turuti keinginan nya


"baik lah"


setelah berbicara lughas 'memasuki' ku ,,,ah tuan muda ini benar benar sangat kuat badan nya begitu kekar dan kuat aku sungguh tidak tahu dari mana datang nya kekuatan nya yang sangat besar itu setelah selesai bermain di kamar mandi lughas menggendong ku ke kamar dan menaruh ku di kasur dia aku tertidur dan ke esokan hari nya aku akan berangkat ke kampus tetapi lughas meminta supir untuk mengantar ku ke kampus,


"kamu berangkat duluan saja"


"emm baik lah".


saat aku sampai di kampus semua mata tertuju pada ku dan mereka semua saling berbisik


"hei itu si natasha apa kau sudah mendengar bahwa dia sekarang di pelihara lughas di rumah nya"


"wah benar kah itu beruntung sekali dia aku sangat iri"


aku mengabai kan kata kata mereka dan melewati mereka dengan sombong kepala ku terangkat sangat tinggi aku sangat bangga,, cih dulu mereka selalu memandang rendah diri ku dan membuly ku tapi sekarang mereka bahkan merasa iri terhadap ku yang mereka bilang aku ini ada lah wanita kampung aku tertawa dalam hati ku mungkin kehidupan akan selalu seperti ini, aku masuk ke kelas ku, semenjak kejadian itu rudy sudah tidak masuk kelas lagi aku bingung dan aku ingin mencari tahu mengapa nina memutus kan hubungan dengan rudy saat aku pulang kampus aku bertemu dengan orang yang waktu itu memanggil lughas dengan sebutan kakak dan dia menghampiri ku dengan sopan dan menyapa ku


"hei kakak ipar kamu apa kabar"


aku melihat nya dengan heran dan dia memperkenal kan diri nya pada ku


"kakak tidak tahu aku ya aku adalah anak buah kakak lughas nama ku boni kau beritahu tentang diri ku yang baik baik ya kakak ipar hehe, kau sedang apa disini"


aku tersenyum dan aku berfikir akan meminta bantuan dia


"apa kau bisa mencari info"


"tentu saja untuk kakak ipar aku tidak akan menolak membantu"


"apa kau tahu alasan mengapa nina putus hubungan dengan rudy"


"aku tidak tahu kalo soal itu setahu ku nina yang meninggal kan rudy, tapi aku akan mencari tahu untuk mu kak"


aku memberi boni 5 lembar uang seratus ribuan


"ini untuk mu berikan aku info saat sudah tahu semua nya"


boni menerimanya dengan senang hati dan berkata


"baik lah terimakasih kak"


aku pergi pulang ke rumah lughas aku melihat lughas sedang di kamar dan aku menyapa nya


"hai kenapa kau tidak masuk kelas hari ini"


lughas menatap ku mata nya indah tetapi dingin membawa suasana hati seperti mengapung aku menahan nafas hingga dia menjawab


"aku sedang malas saja, apa kau pergi ke tempat lain hari ini"


"tidak"


aku berbohong karena aku tahu dia tidak akan suka jika aku mengorek ngorek tentang rudy ,


"baik lah cepat mandi ,"


aku pergi mandi dan saat aku keluar dari kamar lughas sedang memandang ku aku hanya mengenakan handuk menutupi bagian penting tubuh ku dan rambut yang terurai basah tubuh mungil namun sangat montok aku merasa hawa panas di sekeliling lughas mendekati ku dan mencium ku kami saling berciuman lughas meremas dua buah dada milik ku yang sangat kenyal ini tubuh ku sudah lemas dan berbaring di kasur handuk ku sudah di lepas oleh lughas aku tidak mengenakan sehelai pakaian pun tiba tiba aku menatap wajah lughas dan melihat mata nya yang selalu dingin sekarang menjadi begitu hangat dan tatapan mata nya sangat dalam aku menyukai diri nya yang seperti ini


"apa kau menyukai ku" kata lughas


wajah ku sangat merah saat mendengar perkataan itu aku pura pura genit dan langsung menjawab


"kalau pun benar aku menyukai tuan muda lughas apa aku pantas menjadi pendamping mu"


"tentu saja pantas, natasha aku akan berbicara sesuatu pada mu"


jantung ku tiba tiba berdetak dengan sangat cepat dan aku tidak bisa mengendalikan emosi ku yang menggebu ini


aku sangat tidak bisa lagi mengendalikan diri setelah mendengar ucapan lughas yang seperti ini orang bilang cinta pertama sulit di lupakan, seperti aku yang sulit melupakan radit tetapi yang sangat sulit untuk di lupakan adalah orang yang merenggut kesucian kita para wanita dan itu terjadi pada ku aku tahu perasaan ini sudah lama aku menyukai nya , aku menyukai rasa di lindungi nya rasa di sayang oleh nya rasa di perduli kan oleh nya aku menyukai semua rasa yang dia berikan pada ku, saat aku mendengar bahwa lughas mencintai ku aku sudah tidak bisa mengendalikan emosi ku dan menangis


"natasha mengapa kau menangis"


"hu.hu.hu.mengapa kau mencintai ku apa hanya karena tubuh ku saja begitu kah"


lughas langsung memeluk ku dengan erat dan berkata di telinga ku


"aku tidak hanya mencintai tubuh mu tetapi aku mencintai semua yang ada pada diri mu"


"bagaimana bisa kamu mencintai wanita kotor..."


belum selesai aku bicara mulut ku sudah di tutup oleh mulut nya dia mencium ku mengambil alih lidah ku dan baru melepas kan ku


"aku tetap mencintai mu natasha, kamu berjanji pada ku bahwa kamu hanya akan tidur dengan ku seorang mulai sekarang oke"


aku mengangguk dengan bahagia dan merangkul leher nya kami berciuman dengan sangat mesra ciuman kali ini berbeda dengan ciuman ciuman sebelum nya ciuman kali ini penuh dengan cinta aku sangat dan lebih menikmati hubungan kali ini dengan lughas


lughas me 'masukki ku' perasaan terbang di atas awan sangat nikmat aku perlahan mulai kecanduan di buat nya setelah selesai bermain dia mencium kening ku dan mengatakan dia mencintai ku lalu tidur memeluk ku seakan tidak ingin kehilangan ku aku berfikir dalam hati ku apa kah yang baru saja terjadi dan yang baru saja dia katakan semua adalah mimpi , lughas menyadari ada yang sedang aku pikir kan dia bertanya pad aku


"sayang apa yang kau pikir kan"


aku langsung ber ekspresi sedikit aneh dan berkata


"jika ini adalah mimpi bangun kan aku cepat aku tidak ingin bermimpi terlalu dalam dan juga tidak ingin jatuh terlalu jauh"


"apa yang kau katakan sayang kamu sedang tidak ber mimpi ini semua nyata "


aku sekali lagi ter bengong ini semua nyata aku tidak bermimpi


"aku..."


"sudah lah cepat istirahat bukan kah besok akan ke kampus"


"baik lah"


aku tertidur sangat nyenyak di pelukan lughas rasa nya sudah lama aku tidak pernah ber mimpi buruk lagi, keesokan hari nya aku bangun dan memasak sarapan untuk lughas, pembantu dalam rumah sudah melarang ku tetapi aku tetap ber sikeras membuat sarapan saat aku sedang membereskan masakan yang sudah matang ke meja makan lughas datang ke meja makan dan duduk memandang ku dengan tatapan yang penuh kasih sayang aku tersenyum dan menatap nya,


"kau sudah seperti istri ku saja" dia menggoda ku dengan mengatakan hal itu, muka ku merah seketika lalu aku berbicara pada nya


"apa kau ingin aku menjadi istri mu sayang"


kami ber dua duduk di meja makan dan makan masakan yang ku buat lalu dia berkata


"masak lah setiap hari untuk ku sayang"


"baik lah "


aku dengan malu malu mengatakan nya


kami berangkat ke kampus dan semua orang menatap ke arah kita berdua dengan tatapan iri ,,,aku sudah lama tidak melihat andien mungkin dia sangat patah hati hingga tidak berani menunjukan wajah nya di depan ku aku sangat senang dan bahagia karena sudah menginjak dia sampai seperti ini tetapi ini kurang puas bagi ku sepulang kuliah aku mengajak lughas pergi ke taman dan aku mengandeng tangan lughas dengan sangat erat dan manja aku melihat sekilas ponsel lughas berdering dan panggilan dari andien aku mengambil ponsel nya diam diam dan aku berkata pada lughas


"aku ingin sekali makan es krim"


aku tahu disini jarang ada penjual es krim jadi aku meminta itu supaya lughas pulang kesini aga lama , lughas langsung pergi membeli es krim dan aku menunggu sambil duduk di bangku taman yang sepi ini, aku mengambil ponsel lughas dan mengirim sms pada andien supaya dia datang ke tempat ini setelah beberapa menit andien muncul dengan wajah marah menatap diri ku mungkin dia berfikir bagai mana mungkin jadi aku yang berada di sini jelas jelas tadi lughas lah yang mengabari nya, dia segera menghampiri ku dengan marah dan sambil menghentak kan kaki nya ke tanah aku merasa sangat lucu melihat tingkah nya yang seperti itu dia berkata pada ku untuk apa kamu yang berada di sini mana lughas


"untuk apa kau mencari pacar ku"


aku ber ekspresi sangat sombong dan melihat nya dengan sinis


"dia yang menyuruh ku datang kau tahu itu"


tiba tiba lughas datang sambil membawa es krim yang aku minta aku ber bisik pada andien


"apa kau tahu siapa yang mengirimi pesan pada mu,???itu adalah aku"


aku ber kata dengan penuh percaya diri dan sombong dia menjambak rambut ku dan aku tidak sempat menghindari nya dia menjambak rambut ku dengan sangat keras rasa nya sangat sakit dan lughas yang berada di kejauhan segera datang dan mendorong andien hingga jatuh


"lughas mengapa kau lakukan ini pada ku, aku selalu mencintai mu dengan tulus dari dulu hingga sekarang tapi apa balasan dari mu sedikit cinta saja tidak mampu kau berikan untuk ku, jika kau tidak bisa memberiku cinta setidak nya jangan buat aku terluka dengan sikap mu"


"kau jangan berani menyakiti natasha jika tidak ingin ber urusan dengan ku"


andien pergi sambil menangis dan air mata nya terus mengalir lughas memberikan es krim yang ku pinta dan segera pergi dari taman aku mengikuti nya dan lughas berkata


"apa sekarang kau sudah puas menggunakan aku untuk membalas dendam mu"

__ADS_1


aku hanya menunduk kan kepala ku tidak berani menatap mata nya dalam hati aku juga sangat merasa bersalah tetapi ini harus ku lakukan dalam hati ku tidak bisa memaafkan orang orang seperti mereka


"maaf kan aku" kata ku pada lughas ,tetapi dia tidak menjawab ku dan hanya pergi aku juga pergi ke arah yang berbeda dengan nya aku menenangkan diri ku di taman kota saat aku sedang duduk di kegelapan aku melihat radit dengan seorang wanita hati ku tiba tiba menjadi suram aku tidak rela dia bersama wanita lain tetapi aku tidak cocok untuk nya aku hanya menatap nya dari kejauhan dan setelah lama menatap nya aku rasa sudah cukup dan aku meninggal kan tempat itu pada saat aku sedang berjalan di jalanan lughas datang dan membuka jendela wajah tampan nya muncul saat jendela terbuka mobil nya yang sangat mewah dan mahal itu sungguh melengkapi ketampanan nya ,dia berkata pada ku


"ayo masuk lah"


aku hanya diam dan aku berjalan menuju pintu sebelah dan duduk di sisi lughas saat aku sedang murung lughas mengira aku sedang memikirkan hal tadi sebenar nya aku sedang memikirkan radit, lughas berkata


"jangan sedih aku sudah tidak merasa kesal, dan aku mengerti kamu melakukan itu"


aku menatap mata nya ada kelembutan di dalam mata nya yang jarang sekali aku lihat aku hanyut di dalam arus bola mata nya yang indah saat itu suasana sungguh panas lughas mendekat kan bibir nya pada bibir ku bibir kami saling menempel lughas membuka gigi ku dengan lidah nya dan lidah nya bermain di dalam mulut ku kami berdua berciuman hingga nafas ku ter engah engah baru lah lughas melepas kan ku, dia memasang kan sabuk pengaman ku dan melaju pergi ke rumah , saat sampai di rumah aku di gendong masuk oleh nya pembantu di rumah nya seperti heran melihat lughas selama ini tuan muda lughas tidak pernah mem perlakukan wanita seperti ini


lughas menggendong ku dan membawa ku ke lantai atas ke kamar nya, dia menaruh ku di kasur dan melanjut kan ciuman tadi dengan penuh gairah lughas mencium di leher ku meninggal kan bekas bekas ciuman yang sangat jelas dan merah aroma nya yang sangat wangi membuat ku mabuk saat tubuh nya dan tubuh ku menempel dengan sempurna aku sudah di buat kecanduan oleh lelaki ini dia tampan banyak uang dan mempunyai segala nya tetapi kenapa dia memilih menyukai wanita seperti ku,


keesokan hari nya lughas sudah tidak ada di kamar hari ini hari libur kuliah aku berada di rumah sendirian saat aku sudah mandi dan akan turun ke bawah aku melihat wanita yang sangat cantik elegan dengan aura yang sangat kuat melekat di tubuh nya aku menebak dia pasti ibu nya lughas aku turun dan menyapa nya


"halo tante, apa kabar" aku menyapa dengan ramah dan sambil tersenyum


"duduk lah aku ingin berbicara dengan mu"


aku duduk di sofa dan mendengar kan apa yang akan ibu nya lughas kata kan sebenar nya aku sudah menduga nya dari awal hubungan ini tidak akan terlalu baik jika masuk ke jenjang yang lebih serius


"aku bukan nya tidak menyukai mu, aku selama ini berdiam diri karena ku kira anak ku hanya ber main main saja dengan mu dan aku wajar kan hal itu tetapi jika sampai ke jenjang yang lebih serius aku katakan pada mu kamu tidak akan bisa masuk ke keluarga andersan kamu mengerti ucapakan ku"


"ya saya mengerti saya akan meninggal kan rumah ini ,tente bisa tenang"


ibu lughas seperti kaget mendengar ucapan ku dan dia berkata lagi


"aku akan tegas kan sekali lagi aku bukan nya tidak menyukai mu tetapi kamu juga mengerti kamu adalah wanita yang menjual diri demi uang keluarga andersan tidak akan membiarkan kamu masuk walau pun bukan aku tetapi ayah dari lughas ku harap kamu mengerti, dan yah ini kompensasi untuk mu"


dia memberi ku selembar cek dengan nilai 1 milyar tetapi aku tidak ingin menerima nya


"maaf tante saya tidak bisa terima uang ini"


ibu nya lughas mengerut kan kening nya dan berkata lagi


"terima lah"


"tante yang sudah bilang bahwa saya menjual tubub saya demi uang jadi tente tenang saja saya tidak kekurangan uang kok"


aku ber kata sambil tersenyum kepada ibu nya lughas tetapi seperti nya dia tersinggung dengan ucapan ku tetapi dia tidak menunjukan nya dan pergi aku tahu jika aku melawan nya akan sulit bagi dia untuk mengusir ku tetapi aku sadar diri lagian semua yang dia ucap kan itu benar aku benar benar tidak cocok menjadi menantu keluarga andersan.


aku mengemasi barang ku dan pergi dari rumah lughas aku kembali ke kontrakan ku saat itu aku sangat merasa sedih jadi aku memutus kan untuk pergi berbelanja ke mall


saat di mall aku melihat radit dia sedang bersama wanita dia melihat ku dan langsung menyapa ku dengan ekspresi bahagia


"natasha kamu sedang apa"


aku melihat nya dan menatap nya dengan tatapan rumit dan aku menjawab


"sekedar menghilang kan rasa stres"


aku melihat wanita yang di sebelah nya sudah merasakan tatapan permusuhan bagaimana tidak radit menunjuk kan ekspresi seperti itu kepada wanita lain di hadapan wanita nya semua wanita pasti akan marah dan curiga lalu aku langsung berkata


"baik lah aku pergi dulu"


saat aku sedang makan di restoran ponsel ku berbunyi dan ini panggilan dari lughas, aku ragu sejenak dan baru mengangkat nya


"halo ada apa"


"natasha apa kamu sudah gila mengapa kamu meninggal kan ku, kamu tidak ingat dengan ucapan mu pada ku dan kamu mengata kan aku tidak ingin mendengar sekarang cepat pulang ke rumah kalau tidak ingin aku seret kamu kemari"


lughas langsung menutup telpon tanpa mendengar kan jawaban ku tetapi aku harus pergi aku sendiri juga tahu bagai mana kekuatan tuan muda ini aku sungguh tidak bisa membayang kan diri ku di siksa , aku segera pulang dan segera mengemasi barang ku , aku menaiki taksi menuju ke rumah lughas saat aku sampai lughas sudah berada di luar sedang bulak balik terlihat sangat gelisah dia segera menghampiri ku dan menarik ku masuk dengan kasar aku merasa sakit di tangan ku tetapi aku tidak ber suara sedikit pun


"natasha berani sekali kamu meninggal kan aku"


saat dia melihat wajah ku , wajah ku sudah di penuhi dengan air mata dan kesedihan yang mendalam, tiba tiba kemarahan dalam diri nya seketika menghilang dan dia ber kata pada ku


"natasha apa kau merasa sakit maaf kan aku , aku tidak ber maksud untuk menyakiti mu"


aku menatap mata nya dan langsung berkata


"apa yang kamu lihat aku meninggal kan mu,?? sudah ku katakan aku sangat tidak cocok untuk mu aku terlalu rendah untuk mu kamu sebaik nya mencari wanita yang se jajar dengan mu agar semuanya baik baik saja"


aku mengatakan nya sambil menangis lughas menatap ku dengan kasihan dan di mata nya terlihat sangat menyayangi ku.


"maaf kan aku natasha aku sangat mencintai mu"


tiba tiba dering ponsel ku ber bunyi aku langsung mengangkat nya ini dari pak yanto


"halo pak yanto ada apa"


"natasha kamu segera pulang tolong ayah mu dia akan di pukuli oleh orang karena tidak membayar hutang"


"siapa yang pak yanto maksud ayah ku di pukuli oleh siapa"


"itu paman mu datang menagih hutang yang dulu ayah mu pinjam untuk kuliah mu, jika kamu tidak segera pulang dan membantu ayah mu aku takut paman mu akan menghajar nya tanpa ampun"


"pak yanto bilang pada mereka tunggu aku, aku akan segera ke sana dan melunasi semua nya"


lughas yang melihat ku sedang berkomunikasi dengan seseorang dan aku terlihat sangat khawatir segera menanya kan pada ku


"natasha ada apa"


"ayah ku akan di pukuli oleh orang, lughas ku mohon tolong aku berikan aku uang untuk membayar hutang ayah ku"


lughas segera membangun kan ku dan segera menaiki mobil dia berhenti di bank dan berkata pada ku


"berapa kira kira yang di butuh kan aku akan mencair kan dalam bentuk kes"


"aku tidak tahu, mungkin 100 juta"


"baik lah"


setelah beberapa saat lughas keluar dengan membawa uang di dalam tas besar segera membawa ku ke kampung halaman ku ,


setelah sampai aku langsung ber lari ke arah rumah ku dan mendapati banyak pengawal dan ayah ku sedang ber sujud dan memohon pada paman ku dia sangat kejam aku langsung membangun kan ayah ku dan berkata pada paman ku


"berapa hutang ayah ku hingga kau sangat kejam seperti ini"


"natasha jangan salah kan paman, paman juga butuh uang tetapi ayah mu ini tidak sanggup mengembalikan uang yang dia pinjam dari paman paman harus menggertak nya sedikit agar dia mau bayar"


lalu lughas datang sambil membawa tas besar berisikan uang dan berkata


"berapa hutang ayah mertua ku"


semua orang menatap lughas dengan sangat kagum


"wah wah ternyata kamu sudah memikat hati orang tampan dan kaya ini ya natasha, hutang ayah mertuamu adalah 70 juta"


lalu lughas melempar kan semua uang yang ada di dalam tas dan mengatakan


"itu uang 100 juta rupiah kau ambil semua dan pergi dari sini segera"


semua orang desa semakin kagum dan iri terhadap ku banyak yang berbisik


"sungguh beruntung sekali si natasha itu bisa mendapat kan lelaki tampan dan kaya seperti nya"


lalu aku masuk ke dalam membawa ayah ku dan ayah langsung menanyakan perkataan yang dia dengar dari mulut lughas tentang 'ayah mertua'


"nak lughas apa yang tadi kamu maksud dengan ayah mertua"


lughas segera menjawab dengan sungguh sungguh dan serius


"aku adalah pacar natasha om saya akan melamar natasha segera"


aku terkaget mendengar ucapan lughas yang seperti itu dan aku langsung memotong


"sudah jangan di bahas lagi, ayah bagaimana keadaan mu apa kamu baik baik saja"


"ya ayah sangat baik baik saja natasha kamu jangan ter lalu khawatir dengan ayah, kamu dengan cepat sampai sini bagaimana dengan pekerjaan mu di sana apa kah bisa untuk dj tinggal kan"


"ayah tenang saja bos ku sangat baik, tidak masalah"


tetapi ayah ku mengingat kan luka ku dan ber kata


"kamu wanita dan kamu harus ber hati hati di kota"


tiba tiba wajah ku sedikit pucat dalam hati ku aku sudah menjadi wanita yang sangat kotor dan menjual jiwa ku, saat aku sedang melamun lughas berkata


"om tenang saja saya akan menjaga natasha dengan baik"


aku sangat lega setelah lughas mengatakan perkataan itu

__ADS_1


__ADS_2