
lughas menghitung mundur dengan gaya yang dingin , dingin seperti kematian , membuat orang itu menyerah untuk melawan , dia mendorong ku dengan kuat , dengan mati mati an berlali menuju pintu terowongan yang gelap .
dia mendorong ku hingga jatuh ke pelukan lughas , dengan lemah lembut dia menopang ku yang terjatuh aku telah kehilangan banyak tenaga , aku berkata dengan lemah ,
"tolong ,, tolong sofi dia tidak bisa dalam masalah lagi "
lughas sekilas melihat sofi yang tergeletak di lantai seperti hidup dan mati , tidak mengatakan apa pun tetapi berteriak ke arah terowongan ini
" kamu ingin dia seperti apa!"
munculah kebencian yang tidak pernah ada pada mata ku , dan mengucapkan beberapa kata yang tidak bisa ku percayai
"cincang sampai seperti saus daging lalu beri makan pada anjing "
lughas tertawa dengan dingin dan berkata
"sesuai keinginan mu !"
dia mengayuh kan tangan di belakang badan nya , puluhan bayangan yang seperti arwah berlari masuk ke terowongan .
aku tidak tahu apa yang terjadi setelah itu , pandangan ku terlihat hitam dan aku pun pingsan .
__ADS_1
ketika aku membuka mata sudah hari kedua siang , sinar yang melewati jendela menusuk mata ku , membuat ku tidak bisa membuka mata seketika .
aku menghalangi nya dengan tangan , dengan perlahan aku menyadari tempat ini , sepertinya ini adalah vila milik lughas dan sepertinya ada seseorang yang sedang duduk di samping ranjang ,
"lughas bagaimana bisa kamu , kamu selalu menjaga ku disini kah?"
lughas melihat ku sekilas , meletakan buku yang dia pegang , berkata dengan lembut
"sudah bangun "
aku memikirkan adegan ketika menemukan sofi , penderitaan nya terus melintas di kepala ku , hati ku sakit seperti di tusuk oleh ribuan pisau tajam .
kedua mata ku memerah aku berusaha untuk berada di pelukan nya , dia tidak memperhatikan ku bahwa aku sekarang telanjang sedikit , kedua tangan ku merangkul pinggang nya dengan erat dengan badan yang bergemetaran aku berkata
lughas mengangkat wajah ku tanpa ekspresi, menatap ku dari atas ke bawah dengan mata bengkak , tertawa dengan dingin dan berkata
"wanita apa kah kamu sedang memberiku godaan "
aku menurunkan kepala dan melihat kondisi ku sendiri , malu hingga berteriak dengan keras dengan cepat aku mengambil selimut dan menutup tubuh ku sendiri .
tetapi setelah itu semua terjadi , sebagian emosi pun hilang , dengan marah aku berkata
__ADS_1
"kenapa kamu membuka baju ku hingga telanjang ******* "
lughas mengendus aroma pada tubuh ku , seolah olah sangat mendalami nya dan berkata
"harum sekali memang aroma mu yang paling bisa membuat ku mabuk "
wajah ku memerah hingga tidak dapat di sembunyikan. aku benar benar ingin mencari tempat untuk menjahit diri ku sendiri kedalam .
"sofi .... bagaimana teman ku sekarang ? "
beberapa saat kemudian aku menyadari aku baru menanyakan hal yang paling aku khawatirkan sekarang .
"dia sekarang di rumah sakit , aku mengatur unit perawatan intensif untuk nya , seharusnya tidak apa apa sekarang"
aku tahu lughas tidak berbohong , akhirnya aku melepaskan sebagian beban di hati ku ,aku mencari baju lalu segera pergi melihat sofi
lughas tertawa melihat ku yang seperti lalat tanpa kepala berlarian ke sana kemari tanpa berbicara , aku mencari di seluruh tempat tapi masih belum bisa menemukan baju ku , maka aku bertanya dengan rasa penasaran
"mana baju ku ? dimana kamu meletakan baju ku?"
"baju mu yang terpanggang busuk itu sudah ku buang , sekarang mungkin sudah sampai di tempat pembuangan sampah "
__ADS_1
"kenapa kamu berbuat seperti ini , aku menghabiskan 20 juta lebih untuk membeli baju itu " hehe aku pura pura marah pada nya , sebenar nya aku tahu bahwa baju itu sudah tidak dapat di pakai lagi