
"mmmmh." aku melotot ke arah nya,
tepat pada saat mata kami bertemu aku melihat mata nya yang bagai batu amber itu bersinar dengan sangat cerah, lughas mendekat lagi dan bersandar di leher ku, aku langsung menghentikan nya dan ber kata
"ayo kita pergi, aku sudah tidak ingin memakai baju ini lagi"
lughas akhirnya mengendarai mobil nya ke mall paling besar di jakarta, aku memilih gaun dengan warna silver sangat indah , lughas tiba tiba mengajak ku untuk sekalian membeli celana dalam, aku ber kata pada lughas
"aku tidak ingin "
"kau harus membeli nya sayang"
"ku bilang aku tidak mau"
tiba tiba lughas mencium bibir ku dengan sangat ganas seolah di sini hanya ada kami ber dua, aku merasa cukup malu karena kami di pandang banyak orang , aku melepaskan dengan paksa dan ber kata
"dasar tidak tahu malu"
"kau ingin aku cium lagi"
__ADS_1
lughas ber kata dalam hati nya sebenar nya aku masih belum puas sangat manis rasa ini aku baru merasakan nya dengan nya, walau pun aku sudah mencoba banyak wanita
"ayo kita pergi ke toko celana dalam"
aku dengan terpaksa mengikuti nya, wanita yang menjaga di bagian celana dalam sangat cantik dan montok memandang ke arah lughas dengan tatapan mengagumi , lughas ber kata pada resepsionis itu
"celana dalam no 36 semua model terbaru bungkus kan untuk istri ku"
"wah suami mu sangat perhatian nona"
"siapa yang istri mu aku bukan"
"ini model paling bagus di toko kami jika nona ingin mencoba silahkan di ruang ganti"
"aku tida.."
belum sempat aku mengucapkan semua perkataan ku lughas sudah ber kata
"baik lah kami akan mencoba nya"
__ADS_1
"silah kan tuan dan nona, " resepsionis itu memandang ke arah kami dengan tatapan yang sangat iri,
aku masuk ke dalam ruang ganti yang tidak luas ini, seketika lughas langsung menyerang dan mencium ku, lalu ber kata di telinga ku
"tadi aku belum puas ayo kita lanjut kan disini"
ruangan yang kecil ini di penuhi dengan hawa yang panas dan nafas kami yang sudah sangat kasar, bibir lughas turun ke leher ku mencium dengan sangat ganas, membuka gaun ku dan keluar buah persik yang sangat putih milik ku , seperti kelinci yang melompat lompat, aku merasa tidak boleh di tempat yang seperti ini, aku mendorong nya dan ber kata sambil ter engah engah
"tidak . tidak boleh di sini"
karena aku yang menolak keinginan lughas semakin besar dan mencium ku semakin ganas aku sudah tidak memiliki tenaga untuk melawan nya, seketika lughas memasuki ku dan ber kata
"aku sangat mengingin kan mu natasha, hanya kau". mata nya yang berbinar saat mengucap kan itu membuat hati ku merasa bahagia, ketika akan mencapai di puncak lughas mempercepat gerakan nya perasaan nikmat ini sudah menghilang kan kesadaran ku , aku seperti terbang ke atas awan merasa sangat bahagia seperti kesalahpahaman dan kekesalan hilang begitu saja, saat sudah selesai aku merapihkan pakaian ku dan keluar dengan ekspresi yang biasa, lughas membayar semua belanjaan dan ber kata pada ku,
"ayo kita lihat rumah baru kita, bagaimana?"
"emm oke"
aku mengangguk anggukan kepala ku dengan polos .
__ADS_1