
"apa kau cemburu natasha?" lughas mengatakan nya dengan wajah berseri seri, saat itu lughas mengajak ku makan terlebih dahulu, kami makan di restoran , saat kami masuk aku tidak menyadari bahwa vendy xueman dan orang tua mereka juga sedang makan disini, aku duduk tepat di belakang lin xueman, seperti yang aku lihat sepertinya lin xueman asli berasal dari china bukan blasteran seperti ku, aku dan lughas memesan makanan, saat itu lughas ber kata bahwa dia ingin ke toilet sebentar , dan aku iya, pada saat aku sedang sendirian duduk sambil menunggu makanan yang datang tiba tiba xueman berjalan ke arah ku dan menyiram ku dengan jus buah milik nya, aku terkejut dan langsung bangun , aku sudah menduga orang nya adalah dia , aku melotot ke arah nya dan mengambil kopi di sebelah meja entah kopi bekas siapa aku menyiram nya tepat pada wajah nya
"ahhhh, berani sekali kau dasar wanita murahan , brengsek"
"kau yang memulai , kau juga harus menerima hasil nya"
vendy yang melihat kejadian ini tentu saja sangat terkejut vendy langsung melerai kami ber dua dan ber kata pada xueman
"apa yang kau lakukan,? mengapa kau selalu mencari gara gara"
orang tua xueman yang mendengar menantunya tidak membela anak nya melainkan membela ku, mereka langsung berdiri dan berjalan ke arah ku, ibu lin (di china orang memanggil dengan marga mereka maka ibu lin xueman di panggil ibu lin karena marga keluarga mereka adalah lin) ibu lin ber kata pada ku
__ADS_1
"kau wanita dari mana lagi? katakan kau ingin berapa ? aku akan kasih" aku sangat marah hingga tubuh ku sangat bergetar hebat aku berkata pada ibu nya
"memang kau lihat darimana nya aku menggoda mantu mu? kau lihat aku sedang apa dengan mantu mu? aku tidak menyangka ada orang tua yang tidak masuk akal seperti mu"
ibu lin benar benar sangat marah kali ini dan menampar ku dengan sangat keras
"PLAKKKK" tentu saja tamparan ini tiba tiba dan aku sudah tidak bisa mengelak lagi, semua orang di restoran ini berbisik dan melihat ke arah kami, vendy ber kata pada ibu lin
ibu lin hanya diam pada saat itu aku sudah tidak bisa menahan kesabaran ku lagi aku menampar pipi ibu lin sebanyak empat kali
"PLAK.PLAK.PLAK.PLAK." tentu saja itu sangat sakit dan memalukan, ibu lin dengan wajah tidak berani percaya ber kata pada ku
__ADS_1
"kau berani sekali menampar orang tua, apa orang tua mu tidak mengajari mu sopan santun? "
"aku akan sopan jika kau sopan pada ku"
"kau masih berani membantah, sudah lah anak muda seperti kau hanya akan membuat orang tua seperti ku mati "
ibu lin dengan wajah pucat dan kaki yang bergetar pergi sambil ber kata pada ku
"kau tidak akan aku lepaskan, lihat saja nanti"
aku pergi menuju ke arah toilet dan aku baru ingat bahwa lughas belum kembali dari toilet, saat aku melewati toilet laki laki, aku melihat seorang pria dan wanita yang sedang bercumbu, aku melihat nya dengan heran karena seperti nya postur tubuh nya begitu familiar untuk ku , aku lebih mendekat karena ingin memastikan aku bersembunyi di tembok untuk melihat adegan itu
__ADS_1