
aku merasa sangat lelah akibat ke jadian tadi dan tentu saja aku tidak mendengar perkataan vendy, vendy mencium kening ku dan ter tidur di samping ku.
ke esok kan hari nya aku ter bangun dengan posisi vendy sedang memeluk ku seperti nya vendy sangat lelah saat aku bangun pun dia tidak menyadari nya dan tetap ter tidur aku mandi dan keluar untuk mencari sarapan saat aku membuka pintu aku mendengar suara andien dari depan kamar ku , kamar siapa lagi kalau bukan kamar lughas, andien sedang menangis dan sambil mengatakan
"bukan kah kita akan menikah , mengapa kau selalu ber sikap seperti ini ke pada ku, apa kau percaya aku sudah sangat lelah dengan sikap mu itu"
"sudah ku bilang jangan datang ke hadapan ku lagi sebelum aku mengingat semua ingatan ku , aku tidak akan menikahi mu sampai kapan pun"
andien menangis sambil keluar dari kamar saat dia melihat ku sedang ber diri di depan kamar lughas dia langsung ber wajah ganas dan ter lihat sangat marah dia melotot ke arah ku dan menampar ku dengan sangat keras , pipi ku terasa sangat kebas aku benar benar tidak memiliki persiapan apa pun dia langsung menampar ku dengan tangan nya, dan mengata kan
"untuk apa kau di depan kamar tunangan ku apa kau berencana untuk menggoda nya lagi dasar wanita murahan tidak tahu malu"
aku sangat kaget dan marah apa lagi mendengar ucapan nya itu aku benar benar merasa ter tekan, saat itu vendy datang karena mendengar suara tamparan dan teriakan andien dan vendy mengatakan
__ADS_1
"apa yang kau laku kan ke pada wanita ku ?? berani sekali kau"
vendy hendak menampar andien tetapi aku menghentikan nya dan ber kata ke pada nya untuk tidak meng hirau kan andien, wajah andien telah menunduk karena takut vendy akan menampar nya tetapi dia menjadi semakin sombong dan menghina ku.
"dia wanita mu huh selera mu sungguh sangat buruk wanita bayaran saja kau membela nya sampai seperti ini, apa kau tahu dia adalah..."
belum selesai andien mengucap kan semua kata kata yang ingin dia ucap kan aku sudah membungkam mulut nya dengan sebuah tamparan yang lebih keras wajah andien memerah dan seperti nya dia merasa kan sangat ke sakitan dan belum sempat dia ber kata aku sudah mengatakan sesuatu ke pada nya
aku ber bisik dengan sangat kecil di telinga nya hingga tidak bisa ter dengar oleh vendy
"aku akan mengambil lughas dari tangan mu, apa kau tahu kami ber dua tadi malam uh mungkin kau sudah faham dengan apa yang aku kata kan"
tiba tiba wajah andien memucat seperti kertas dia melotot ke arah ku dan pergi dari hadapan ku, saat aku ber balik vendy sudah menyiap kan banyak per tanyaan untuk ku, dan aku mengatakan pada nya
__ADS_1
"ayo masuk"
"natasha siapa wanita itu"
"dia adalah andien"
"bukan itu maksud ku"
"dia adalah teman kuliah ku, "
"baik lah jika kau belum siap men cerita kan tentang semua hal yang ter jadi pada mu, , , ke pada ku "
❤️komen komen dan like terus ya guys😘
__ADS_1