
"selamat kan bayi ku"
vendy bengong sesaat mungkin dia tidak menyangka bahwa aku hamil, lalu dia ber kata
"natasha kamu hamil"
belum sempat natasha menjawab mata nya sudah ter tutup karena pinsan, natasha segera di bawa ke ruang operasi, lalu dokter membawa cacatan tanda tangan dan vendy ber tanya pada dokter
"apa anak itu tidak dapat di selamat kan"
"iya anak nya tidak dapat di selamat kan karena darah yang keluar terlalu banyak dan kondisi tubuh nya sangat lemah, anda harus menjaga dan menghibur nya" jelas dokter menjelas kan
dengan ter paksa vendy menandatangani surat itu karena dokter mengira bahwa vendy adalah suami natasha,
....
di rumah sakit tempat criselia lughas mendorong tangan criselia dengan sangat keras , dan ber kata
"apa yang kau lakukan, apa kau tahu siapa dia,"
tiba tiba lughas mendapat telpon dari anak buah nya ,dan anak buah nya memberitahu bahwa natasha di ganggu oleh beberapa preman, lalu lughas tanpa memperdulikan criselia langsung pergi ke tempat di mana anak buah nya bilang natasha telah di tawan,
saat sampai di gang pojokan lughas segera menelpon natasha dan dering ponsel nya berada di gudang itu, lughas langsung mengarah ke sana dan mendapati ponsel dan tas tangan natasha, dan banyak darah ber ceceran di gudang, lalu anak buah nya memberitahu itu adalah darah natasha, seketika pandangan lughas menjadi kabur, lughas meninju tembok dengan sangat keras hingga darah segar mengalir keluar, dengan lirih lughas ber kata aku tidak menjaga nya dengan baik, dan sekali lagi lughas meyakin kan diri nya bahwa tidak akan ter jadi apa apa dengan natasha, natasha akan baik baik saja,
anak buah nya yang tidak pernah melihat lughas seperti ini sangat ter kejut, tuan nya bisa menangis karena seorang wanita dan dia ber kata
"tuan aku baru saja mendapat info bahwa nona natasha sudah di larikan ke rumah sakit oleh tuan vendy,anda lebih baik langsung ke rumah sakit saja ,mungkin nona natasha masih bisa di selamatkan"
lughas langsung menuju ke rumah sakit tempat natasha.
....
vendy ber kata bukan kah dia seharus senang , bukan kah ini anak lughas,? anak lughas telah mati bukan kah dia se harus nya senang?
tetapi melihat natasha yang keluar dari ruang operasi , wajah yang ter lihat pucat dan lemas itu membuat hati nya mulai gelisah. Sial dia ke guguran menjadi urusan nya! vendy mulai gundah dan gelisah .
Di dalam kamar pasien natasha ber baring di kasur biru dengan tenang . wajah nya begitu pucat dan datar hingga tidak ter lihat ekspresi apa pun , bahkan badan yang sakit itu pun sudah tidak tahu lagi bagai mana rasa nya. Dia seperti sebuah boneka yang hancur berbaring di situ, dengan tenang nya pandangan nya begitu kosong mata nya mulai ter buka lebar tidak tahu harus memandang ke mana, jika bukan karena suara nafas nya yang berat, orang orang akan mengira dia sudah mati.
vendy menghampiri dan duduk di sebelah nya memandang wajah pucat natasha, hati nya perlahan mulai kebingungan.
"bagai mana ke adaan mu?", tanya vendy dengan suara parau nya, dengan penuh perhatian di dunia natasha adalah wanita yang dia kasihi selain ibu nya,
natasha tidak ber salah vendy sama sekali tidak ingin ada hal yang mencelakai natasha .
"bayi ku sudah mati kan?" tanya natasha dengan senyum yang di paksa kan, tangan nya di letakan di perut nya, se akan memeriksa bayi nya masih ada atau tidak,.
Kosong! Kosong semua nya kosong hati nya kosong pikiran nya kosong! bayi nya sudah tidak ada lagi! buah hati nya telah membawa semua tenaga nya pergi, natasha bahkan lupa apa itu sedih,
vendy menunduk kan kepala nya , tidak tahu bagaimana se harus nya menjawab,
"tidak ada kan?" tanya natasha kembali pandangan nya kosong.
"iya tidak ada lagi" jawab vendy akhir nya buka suara.
suasana menjadi tenang se ketika.
bahkan natasha ber fikir diri nya masih bisa ber nafas pun adalah sebuah mujizat.
"bayi ku sudah tidak ada lagi, ini semua karena ku!"
vendy menghela nafas
__ADS_1
"semua ini tidak sengaja"
"bukan! karena aku ,aku harus menerima hukuman yang pantas , aku ter lalu jahat, mengingin kan ter lalu banyak, mangkanya aku bisa kehilangan anak ku,....
Jika aku tidak mengingin kan cinta lalu apa? iya pasti karena ini tuhan menghukum ku, membuat ku ke hilangan anak ku!!"
aku ber kata lagi
"tuhan menghukum ku". suara ku menjadi semakin ringan se akan memberitahu diri ku sendiri, selamanya tidak akan melakukan kesalahan yang sama,
vendy merasa sangat kasihan kepada natasha, duduk di sebelah kasur nya ber tanya dengan hangat nya
"bagaimana bisa di hukum? semua orang mengingin kan sebuah cinta, jangan ber fikir terlalu banyak ini adalah kecelakaan!"
natasha sedih, membutuh kan waktu yang lama untuk akhir nya mengeluar kan suara ke il.
"tetapi siapa pun boleh menginginkan cinta, hanya aku yang tidak boleh , tidak boleh, semua nya berakhir, semua telah berakhir"
PLAK suara pintu di paksa di buka, lughas menerjang masuk melihat adegan di kamar pasien melihat natasha ber baring di kasur masih hidup hati nya menjadi tenang di ikuti gelisah.
"natasha" rasa sakit timbul beriringan saat membuka mulut.
saat natasha melihat lughas kepala nya menjadi nyeri, dari sebuah kekosongan yang penuh dengan kabut, membuat segalanya menjadi menggelisah kan, membuat air mata mengalir dan aku memalingkan wajah ku.
natasha tidak ingin memperlihat kan air mata nya pada lughas,
vendy mengerti posisi nya, ia mengalih kan diri nya ke pinggir membaca gelagat lughas sekali pandang hendak menyingkir. Tetapi tiba tiba natasha memanggil nya
"vendy bisakah kau tidak membiar kan orang yang tidak ber kepentingan masuk?"
natasha ber bicara dengan nada suara yang amat datar, membuat mereka ber dua ter paku.
"natasha" kata lughas yang khawatir, kata nya dia bukan lah orang penting.
"aku tidak tahu bagaimana harus menghadapi mu"
seketika suasana di sekitar menjadi muram, lughas ter paku di tempat nya , dengan marah nya menatap natasha, dan ber teriak ke arah natasha seolah kehilangan kesadaran nya
" natasha sebenar nya kau ini kenapa? bagaimana bisa kamu kehilangan banyak darah?" jangan membuat ku khawatir.
disana terdapat bekas aliran air mata, lalu aku menjawab
"lughas maaf kan aku, anak mu telah tiada, semua nya berakhir!aku, tidak ingin melihat mu lagi,vendy bawa dia keluar"
"keluarlah" kata vendy "tubuh nya melemah tidak dapat menerima keadaan berat"
"apa?, anak?" kepala lughas seakan meledak, tubuh nya kaku tidak bergerak, natasha telah mengandung anak nya Sial! mengapa aku bisa seceroboh ini aku telah kehilangan anak ku, lirih lughas di dalam hati nya.
"sekarang keluar lah " kata vendy dengan tegas,
pandangan bingung lughas mengarah pada natasha yang sedang terbaring lemah, mau tidak mau lughas pergi dari situ,
vendy menutup pintu ,menghela nafas saat melihat wanita yang di depan nya ber getar sambil menangis,
dari luar lughas masih mencerna kabar yang di dengar nya, dengan cepat ia mencari perawat yang merawat natasha,
Dikira nya hanya luka luar, tetapi perawat nya ber kata bahwa natasha telah kehilangan banyak darah karena keguguran, seketika lughas terkejut,
ternyata natasha hamil, lughas ber fikir pasti ini anak mereka saat di prancis saat dirinya di beri obat itu, lughas baru saja tahu bahwa natasha hamil tetapi malah kehilangan anak nya!
teringat saat di prancis dia mengalami kejadian yang buruk itu, penyesalan menyakitkan seperti sebuah pisau mengukir hati nya,
__ADS_1
.....
"kau tidak boleh menangis" kata vendy duduk di samping kasur natasha
"sekarang keadaan mu tidak memperbolehkan diri mu untuk menangis kamu mengerti? jika tidak aku akan membiar kan orang tadi untuk masuk"
kata kata nya seakan mengancam tetapi natasha masih saja menangis.
Natasha menutupi kepalanya dengan selimut , dan bergumam, tetapi dari gumaman nya terlihat kesedihan, aku tidak bisa menangis tetapi setelah melihat lughas semua kenangan yang menyakitkan itu dan emosi, segala penyesalan tidak dapat berhenti menerjang, membuat nya kehilangan suara nya, sudah tahu bahwa keguguran ini bukan karena dia tetapi saat ini aku sedang tidak ingin melihat lughas.
vendy menarik selimutnya, melihat wajah nya yang basah karena air mata, bibir nya mengigit ujung selimut, pandangan ini membuat orang merasa sedih, rasa nya ingin menarik nya ke dalam pelukan, seperti seorang kakak yang memanjakan nya,
"jangan menangis lagi badan mu belum pulih,natasha jangan menangis lagi mengerti?" kata vendy sambil mengelus pundak ku,
"kalau ingin menangis tunggulah sampai sehat kembali, kak vendy akan meminjam kan pelukan nya untuk mu, membiarkan mu menangis sepuas kan oke?"
natasha dari berbaring tiba tiba mengambil posisi duduk, pandangan nya seolah olah ber terimakasih kepada vendy, natasha mengulur kan tangan hendak memeluk nya, mendekat pada pelukan nya , menangis tanpa suara, dengan membawa kesedihan ia menutup mata nya, mengapa saat tahu semua sudah akan berakhir tetapi masih terasa sakit?
"pinjam kan sekarang saja" kata ku
aku sangat ingin menangis sangat ingin
"aku kan sudah bilang saat sembuh baru di pinjam kan tapi bukan sekarang"
vendy merasakan dada nya basah menggeleng kan kepala, tetapi natasha memeluk nya sambil menangis,
vendy ber kata "apakah tidak takut kelihatan orang yang di luar?"
Tangisan natasha semakin menjadi, terisak isak, air mata dan ingus nya terusap di pakaian vendy
"aku tidak perduli aku hanya ingin menangis"
"hmm"
melihat nya yang sekarang ini vendy tidak lagi tega untuk mengatakan apapun, hanya ingin memeluk nya, dan sambil menepuk punggung nya ber kata
"sudah sudah jangan menangis lagi"
"aku juga tidak ingin menangis lagi ,tetapi air mata ku tidak bisa di tahan!" kata ku sambil menyedot hidung , natasha membenamkan kepala nya dalam dalam, di dalam pelukan vendy yang hangat,
Dibuat sakit hati oleh apa yang dilihat nya, lughas hanya ber diri di depan pintu, natasha memeluk lelaki lain dan malah menganggap nya orang lain, natasha pasti sangat kecewa pada dirinya, natasha bilang semua nya telah berakhir,Tidak bukan begini kali ini lughas tidak akan meninggal kan nya lagi, tidak lagi.
pandangan mata lughas yang biasanya sangat mempesona itu kini menyirat kan kegalauan dan kesedihan melihatnya menangis karena sakit hati, lughas menekan segala kesedihan dan penyesalan, lalu menelpon anak buah nya untuk menyelidiki kasus natasha, tidak akan ada yang di ampuni karena menyentuh wanita ku,
lughas duduk di kursi panjang rumah sakit dan menutup wajah nya lalu menangis,
supir nya melihat tuan nya menangis! dia baru pertama kali melihat tuan menangis!.
di dalam kamar pasien .
vendy merasakan getaran yang tidak dapat ter tolong lagi di dalam pelukan nya, merasa sangat kasihan, lengan nya menenangkan natasha memberi kehangatan dan ke amanan ,
"vendy maaf" natasha akhir nya tersadar dan akhir nya ia buka suara
"aku membasahi baju mu juga terimakasih"
"tidak usah sungkan pada ku cepat lah membaik"
"aku pasti akan segera membaik, aku adalah natasha lee, tidak ada yang bisa mengalah kan natasha lee".
"sekarang kau istirahat dan tidur lah,"
__ADS_1
"tidak bisa tidur bagaimana bisa tidur setelah mengalami semua kejadian ini".