
aku tidak menjawab , aku merasa sangat sakit hati , ya mungkin ini juga adalah salah ku karena mengatakan bahwa aku akan kembali ke jalan ku yang dulu tapi aku mengatakan nya karena aku hanya emosi , mengapa dia sampai harus menampar ku.
"pergi,."
"natasha aku minta maaf pada mu, kau buka dulu pintu nya , atau aku akan mendobrak nya"
aku pergi membuka pintu dan ber kata
"apa lagi yang kau ingin kan?" aku ber kata dengan wajah yang sangat sinis, tiba tiba lughas memeluk ku aku mencoba melepaskan diri ku dari pelukan nya tetapi kekuatan nya tentu sangat besar aku mana bisa menandingi tenaga nya , akhir nya aku hanya diam saja , lughas mendekat ke arah wajah ku dan ber kata dengan sangat lembut
"natasha aku tidak ber maksud untuk menampar mu, tadi aku..aku hanya !"
belum sempat lughas menyelesaikan pembicaraan nya aku sudah menghentikan kata kata nya dan ber kata
"ya aku yang salah"
"tidak natasha aku yang salah tidak se harus nya aku menampar mu, aku akan menampar diri ku kembali"
aku hanya diam melihat dia melayangkan tamparan pada wajah nya dengan sangat keras hati ku tiba tiba sakit, dan sekali lagi dia hendak mengangkat tangan nya dan menampar wajah nya, aku langsung menghentikan nya dan ber kata
"jangan"
__ADS_1
"kenapa ? aku salah , aku pantas mendapat kan nya"
"tidak perlu, jangan sakiti diri mu lagi"
lughas memeluk ku dengan erat dan dan mencium di bibir ku, kami ber ciuman sangat lama hingga rasa nya se akan kehabisan nafas, aku melepaskan ciuman nya dan ber kata
"apa kau lapar? ingin makan, aku akan memasak untuk mu"
"di sini tidak ada bahan bahan makanan, apa kau ingin berbelanja biar aku temani"
aku berfikir sepertinya lucu juga jika dia ikut dengan ku ,
"oke ayo kita pergi "
"tuan muda lama tidak berjumpa dengan mu, apa kau sudah melupakan ku?"
"aku sedang sibuk selamat tinggal"
aku sungguh kesal, dia masih menjawab pertanyaan para gadis itu, aku mengingat salah satu wajah gadis itu, gadis yang bersama dengan lughas di rumah nya waktu itu dan memberi pertunjukan yang tidak senonoh pada ku, aku sangat kesal dengan wanita itu , sehingga aku marah pada lughas dan menghentak kan kaki ku dengan keras,. wanita itu melihat ke arah ku dengan tatapan tidak suka dan permusuhan , lalu mereka mendekat ke arah ku dan ber kata dengan sombong
"berani sekali kau bersikap seperti itu pada tuan lughas memang kau fikir siapa dirimu? jangan ter lalu menganggap tinggi diri mu sendiri"
__ADS_1
"aku siapa memang apa urusan nya dengan mu"
"berani sekali kau"
temen wanita itu hendak mendekat ke arah ku dan menjambak rambut ku tetapi belum sampai dia menarik rambut ku , lughas langsung menghalangi dan menampar nya kembali, lughas ber kata
"felicia sebaik nya kau tidak usah cari gara gara dengan wanita ku,"
"tuan muda lughas bagaimana bisa.. ka..kau membela nya sedang kan dia sudah bersikap tidak sopan pada mu"
ya wanita itu bernama felicia dulu lughas juga sering bermain dengan nya felicia tahu betul sifat lughas dulu seperti apa, dalam ingatan felicia lughas tidak pernah berbelas kasih kepada siapa pun yang berani pada nya, pria atau wanita bagi lughas sama saja jika sudah ber hadapan dengan nya, felicia dengan tidak berani percaya mendekat ke arah lughas dan menempel kan dua buah dada nya yang padat ke pada lughas, aku tahu felicia sengaja menggoda lughas agar aku lebih marah dan membuat lughas muak pada ku, dan aku tidak perduli apapun langsung pergi menghadap nya dan
"PLAK.PLAK"
dua tamparan yang sangat keras mendarat di pipi felicia, felicia dengan marah mendekat ke arah ku dan hendak menampar ku kembali tetapi lughas memegang tangan tangan nya dengan wajah nya yang ganas melotot ke arah felicia , lughas ber kata
"kau berani menentang ku?"
"maaf kan aku tuan muda lughas"
felicia dengan wajah penuh kekesalan dan kemarahan berpamitan dengan sopan kepada lughas lalu pergi, aku pergi meninggalkan lughas di belakang ku tetapi lughas mengejar dengan sangat cepat dan ber kata pada ku
__ADS_1
"apa kau cemburu natasha?" lughas mengatakan nya dengan wajah berseri seri, saat itu lughas mengajak ku makan terlebih dahulu, kami makan di restoran ,