
"aku tahu , sudah aku sangat lelah, kembali lah tunangan mu sudah menunggu mu !!!"
lughas tidak mengatakan apa pun , dan langsung pergi begitu saja meninggalkan aku sendirian , aku sangat sedih dan menangis ,
tidak terasa waktu pernikahan lughas pun akan digelar hari ini dengan sangat mewah , awalnya aku berencana tidak ingin datang karena aku merasa sakit hati , tapi saat aku sedang malas aku mendapat telpon dari radit
"natasha kau sedang apa?"
"aku hanya di rumah saja sedang tidur"
"apa kau tidak berencana menghadiri pesta pernikahan lughas?"
"tidak"
"kenapa?"
"tidak"
"kenapa?"
"aku bilang tidak dit!"
"aku akan menjemputmu sekarang kau tunggu aku, oke!"
__ADS_1
tanpa menunggu jawaban ku radit langsung menutup panggilan telpon nya , mau tidak mau aku harus bersiap siap ,
****
aku menggunakan gaun berwarna navy dengan taburan bintang bintang , sangat indah sekali , aku harus tampil sangat cantik untuk menyaingi istri lughas , aku ingin membuatnya menyesal telah meninggalkan aku sendirian kemarin ,
30 menit kemudian radit datang
TIN TIN
suara mobil radit , aku langsung keluar radit memandangku dan tidak berkedip , gaun ku panjang dengan lengan pendek sebahu , bentuk tubuh ku yang indah tentu saja sangat terlihat dibalik gaun ini , dengan bangga aku berkata
"aku tahu aku cantik, lap air liur mu"
radit dengan kaget memandang ku dan berkata
aku sebenarnya sangat tidak ingin pergi ke pesta ini karena ini sangat melukai hati ku , aku sangat ingin pulang saat ini , aku rindu dengan ayah ku , aku rindu kehidupan ku yang dulu .
___
sesampainya di hotel mewah berbintang 5 , aku dengan hati yang campur aduk masuk , radit mendekat pada ku menenangkan aku dan berkata
"gandeng tangan ku "
__ADS_1
aku menggandeng tangan radit , kami memasuki aula dan woahh terdengar suara ribut dari aula , aku mengangkat kepala ku , aku tidak ingin terlihat menyedihkan apalagi disini banyak orang yang dulu satu kampus dengan ku dan mereka tau hubungan ku dan lughas , aku tahu orang yang tidak menyukaiku pasti sedang menertawakan aku, saat aku masuk aku tersenyum dengan sangat cantik seluruh pria yang ada di aula pesta menatap ku dengan tatapan sembrono hingga terlihat seperti orang bodoh , radit hanya tersenyum , saat aku mulai memasuki lebih dalam lagi aku mempererat genggaman tangan ku pada radit aku benar benar tidak sanggup , lughas menatap ku tatapan nya tidak dapat di jelaskan , antara dia terlihat marah, terlihat merasa bersalah , semua itu bercampur aduk , aku tahu dia pasti marah karena aku bergandengan tangan dengan radit , aku makin menempel dan berbisik pada radit
"mari kita ucapkan selamat pada mereka "
pelan pelan aku berjalan menuju ke arah pelaminan , aku melihat wajah athanasia sedang menatap lughas dan menatap ku secara bergantian sepertinya dia sedang mengira - ngira apa hubungan aku dengan suami nya , hingga aku datang di hadapan lughas , aku tersenyum dengan sangat cantik dan anggun , aku membuat senyuman ku ini tidak dapat di lupakan oleh lughas untuk selama - lama nya !
"hai ,,, selamat atas pernikahan mu , dan semoga kau bahagia selalu bersama dengan ..."
belum selesai aku bicara lughas menghentikan pembicaraan ku menekan tangan ku dan berbisik di telinga ku
"apa yang kau lakukan bersama nya , jangan buat aku marah , pulang dan tunggu aku di villa"
aku hanya tersenyum sambil melirik athanasia berkata
"tuan muda andersan disini masih ada istrimu " perkataan ku penuh dengan sindiran , sepertinya athanasia marah , dia menarik tubuh ku menarik rambut ku dan berkata
"dasar wanita ****** , ******* , murahan "
PLAK ini karena ucapan mu yang keterlaluan
PLAK PLAK PLAK ini untuk kau yang telah merebut kekasih ku !!!
aku menampar nya sebanyak 4 kali tetapi aku masih merasa tidak puas , aku ingin menghancurkan nya aku sangat ingin menghancurkan nya , lughas yang melihat ku menampar istri nya hanya diam saja dan tidak memperdulikan nya , saat athanasia marah besar dan memanggil bodyguard untuk menangkap ku , lughas langsung turun tangan dan berkata
__ADS_1
"siapa yang berani untuk menyentuh nya !!!"
dengan satu perkataan nya saja sudah membuat seluruh bodyguard itu bungkam , athanasia marah tapi dia masih mengerti posinya dia mencoba menenangkan dirinya , wajah cantik nya kembali seperti semula tapi bekas tamparan itu sangat terlihat jelas di wajah putih nya itu