Tahun Tahun Yang Telah Terlewati

Tahun Tahun Yang Telah Terlewati
kegelapan


__ADS_3

aku sudah menunggu dengan waktu yang lama , tetapi tidak ada balasan aku berfikir mungkin tidak ada orang di sana , sebuah bayangan tiba tiba muncul dari terowongan itu secara perlahan .


dengan cahaya bulan yang gelap akhirnya aku melihat orang itu ternyata dia adalah orang yang aku lihat di cafe kemarin .


berusia sekitar 30-40 tahun , kulit nya hitam tatapan mata nya dingin , seperti seorang pembunuh yang sudah lama , tubuh nya kuat ,langkah kaki nya stabil , jika aku tidak salah menebak nya , sepertinya dia pernah menjadi tentara .


dia melangkah dengan perlahan hingga sampai pada uang yang ku lempar , mengambil sebungkus uang yang banyak itu dengan satu tangan , dia tidak membuka nya melihat ku dengan tenang seolah olah seperti seekor domba kecil lemah yang akan di terkam .


aku sangat takut , aku takut dia berlari ke arah ku , dan akan memperlakukan ku bagaimana , dan juga takut menyadari jumlah uang itu tidak cukup lalu akan marah besar .


tetapi yang paling ku takut kan adalah jika dia menarik mayat tubuh sofi , bahkan aku tidak berani berfikir gambaran nya


"kamu sudah mengambil uang nya , sudah boleh lepaskan teman ku !" aku berkata dengan gemetaran .

__ADS_1


dia melihat ku terus menerus , dan tidak mengatakan apa pun , setelah mendengar perkataan ku dia malah tertawa dan berkata


"aku pernah mencari tahu tentang mu , kamu tidak seperti orang yang akan mendapatkan uang 4 miliar , aku meragukan uang ini."


setelah mendengar perkataan nya aku menjadi panik dan emosi aku pun berteriak


"jika kamu tidak percaya , kamu boleh memeriksa nya , lihat apakah aku membohongi mu atau tidak , sebenarnya apa yang kamu ingin kan? cepat lepaskan teman ku!!!"


dia tertawa dan berkata


mendengar dia memarahi ku wanita ****** , aku tidak tahu kenapa aku sangat emosi , tidak seperti orang lain yang memarahi ku , tetapi dia adalah seorang pembunuh yang tidak memiliki jalan lain ada hak apa untuk memarahi ku , aku pun sangat emosi membuka mulut dan memarahi nya


"ya tuhan kamu ada hak apa untuk memarahi ku? uang ku itu aku kumpulkan dengan susah payah , bagaimana pun uang itu lebih berkilau dari pada kamu yang licik dan suka menjahili orang yang lebih kecil".

__ADS_1


orang itu aku marahi hingga terbodoh bodoh tertawa dengan dingin dan berjalan ke arah ku


"hehe aku memang meremehkan kalian gadis gadis sialan , aku ingin melihat kamu memiliki aset apa hingga mendapatkan uang begitu banyak !"


melihat dia yang melangkah mendekati ku , tiba tiba aku menyesal , seharusnya aku tidak datang sendirian , setidaknya harus memberitahu yang lain untuk datang ke sini .


"apa yang ingin kamu lakukan , kamu jangan ke sini ,!" dengan cepat aku pun bergerak mundur , tetapi akan membuat kesalahan jika terburu buru , dan ternyata karena batu kecil aku jatuh , terdengar lah suara jatuh di tanah


dia tertawa nyengir dan berlari ke arah ku , salah satu tangan nya menekan leher ku dengan kuat , tangan satu nya lagi menarik baju ku , tepat nya di depan dada ku ,


dia tertawa dan berkata " wanita ****** sialan , karena kamu aku kehilangan beberapa teman , dan aku di buru di mana pun , aku ingin melihat kamu memiliki modal apa ! yang membuat banyak pria rela berkorban demi mu !!"


suara robekan terdengar , kain baju di dada ku robek karena tarikan nya terlihat baju dalam yang terbuat dari kain sutra.

__ADS_1


__ADS_2