
tiba tiba wajah ku sedikit pucat dalam hati ku aku sudah menjadi wanita yang sangat kotor dan menjual jiwa ku, saat aku sedang melamun lughas berkata
"om tenang saja saya akan menjaga natasha dengan baik"
aku sangat lega setelah lughas mengatakan perkataan itu, dan aku segera menambahan kan bumbu
"ya ayah aku selalu ber hati hati ayah tenang saja ayah tidak perlu khawatir dan ayah hanya perlu percaya pada ku"
"ya tentu saja ayah sangat percaya pada putri ayah, bagai mana jika kita makan dulu ayah akan memasak kan makanan untuk kalian"
"baik lah"
aku dan lughas duduk di ruang tamu sementara ayah sedang memasak di dapur lughas tiba tiba mendekati ku dan mencium ku wajah ku terasa panas dan aku langsung mendorong nya dan berkata
"apa yang kau lakukan kita sudah sepakat bukan jika kita tidak akan melakukan apa pun disini bagai mana jika ayah ku melihat"
"baik lah baik lah, aku akan pergi mandi aku merasa sangat gerah"
"oke kau pergi mandi saja aku akan menyiapkan makanan"
lughas pergi mandi dan aku menyiapkan makanan membantu ayah ku saat aku sedang di dapur ayah ku ber tanya pada ku
"natasha bagaimana cara ayah mengganti uang nak lughas ayah sangat bingung"
"ayah tenang saja biar aku yang akan cari kan cara untuk mengganti nya, aku akan bekerja keras"
"tapi ayah tidak ingin kamu terlalu capek, sebaik nya kamu menjaga kesehatan mu dan rajin belajar soal cari uang itu urusan ayah"
mata ku merah saat mendengar ayah ku berkata seperti itu dan aku menjawab
"tidak apa ayah aku masih belajar dengan giat kok ayah tenang saja aku juga tidak terlalu capek dan selalu menjaga kesehatan ku, sudah ayo kita makan"
aku membawa semua makanan ke meja makan saat sudah siap aku memanggil lughas untuk makan terlihat seperti seorang istri , kami bertiga makan dan mengobrol dengan hangat ayah ku mengambil kan ikan untuk lughas dan lughas memakan nya dengan gembira, aku pamit pulang ke pada ayah dan aku pulang bersama lughas
saat di perjalanan lughas terlihat murung dan aku bertanya pada nya
"apa yang sedang kau pikir kan lughas"
"apa kita boleh sering mengunjungi ayah mu"
"mengapa, tentu saja boleh"
"aku selama ini tidak pernah memiliki keluarga yang harmonis aku mempunyai segala tetapi tidak dengan perhatian dan kasih sayang"
wajah lughas seketika murung saat mengatakan itu dan aku segera menghibur nya
"tentu saja kita akan sering mengunjungi ayah, dan lagi aku kan selalu memasak untuk mu bukan kah begitu"
lughas langsung tersenyum dan mencium kening ku
"terimakasih natasha"
aku tersenyum dengan lembut saat aku sampai di rumah aku berencana akan belanja ke mall membeli baju dan beberapa make up saat aku sedang berjalan di mall aku melihat radit dan seorang wanita lalu radit menyapa ku
"hei natasha"
"hai"
lalu radit memberi ku undangan pertunangan nya dengan wanita yang ada di sebelah nya dan dia ber kata
"natasha aku akan bertunangan kau datang ya, karena aku tidak bisa mengejar mu aku harus melakukan pertunangan ini,"
mata ku sangat panas seperti akan ada air yang keluar tetapi aku ber pura pura tegar dan berkata pada radit
"baik lah aku akan datang"
"terimakasih"
lalu wanita itu tersenyum bangga pada ku dan pergi dengan menggandeng tangan radit saat radit pergi aku menangis menetes kan air mata sangat perih di hati ku mendengar orang yang selama ini aku cintai akan hidup ber sama wanita lain saat aku keluar mall lughas menelpon ku dan berkata
"natasha berani sekali kau bertemu dengan radit di mall dan menangis untuk nya"
"aku tidak membuat janji dengan nya aku hanya kebetulan lewat dan bertemu dengan nya, apa kau mengirim mata mata untuk mengikuti ku lughas"
kami terus menerus sambil membalas dan membentak saat aku hendak berkata lagi ada suara benturan yang sangat keras aku terbengong sejenak dan aku baru menyadari bahwa lughas mengalami ke celakaan aku langsung berlari seperti orang gila ke arah rumah sakit dan aku menemukan lughas sedang di rawat dokter bilang luka nya sangat parah jika lughas tidak bisa melewati malam ini dia akan meninggal aku menunggu di luar ruang operasi saat aku sedang menunggu tiba tiba ibu nya lughas datang dan langsung menampar ku dengan sangat keras hingga aku terjatuh ke lantai aku hanya bisa menangis dan menangis ibu lughas berkata
"ini semua karena mu anak ku satu satu nya telah mengalami kecelakaan dasar wanita sialan sudah ku ka takan kau harus menjauhi lughas untuk apa kalian masih ber hubungan jika sampai terjadi apa apa dengan lughas aku tidak akan melepas kan mu,"
di dalam hati ku sudah sangat sedih di tambah dengan per kataan per kataan yang membuat hati ku semakin sakit aku ber larian di koridor dan aku menangis sangat keras aku memohon kepada tuhan agar jangan mengambil nyawa lughas aku ber andai andai ,
andai aku tidak bertemu radit
andai aku tidak menangis untuk radit
andai aku tidak bertengkar dengan lughas
semua ini tidak akan terjadi ini semua adalah salah ku aku yang bersalah ibu lughas telah ber kata benar se harus nya aku meninggal kan lughas se harus nya aku tidak ber hubungan dengan lughas aku memohong pada tuhan agar menyerah kan jiwa ku untuk ku tukar dengan nyawa lughas aku rela mengorbankan setengah kehidupan ku yang tidak berharga ini untuk lughas aku memohon agar lughas bisa hidup dengan tenang,
aku diam diam selalu menemui lughas saat tidak ada ibu nya aku mengajak nya mengobrol dan saat itu tangan lughas bergerak aku langsung memanggil dokter saat itu ibu lughas pun tiba dia langsung menyeret ku keluar dan mengusir ku tetapi aku tetap menunggu kabar baik tentang lughas, saat aku mendengar dokter berbicara
"sepertinya tuan muda hilang ingatan dia tidak bisa mengingat apa pun"
hati ku tiba tiba merasa sangat hancur aku ber fikir bagai mana jika lughas tidak mengingat ku bagaimana jika lughas melupa kan ku dan ya saat aku bertemu dengan nya dia bertanya pada ku
"siapa kau?sedang apa di ruangan ku,ingin menggoda ku jangan mimpi ,cepat pergi"
aku menangis dan langsung pergi berlarian seperti orang gila,saat aku ke kampus banyak sekali orang yang telah ber gosip tentang lughas yang membuang ku karena hilangan nya ingatan nya aku sangat sedih dan jadi bahan olokan orang lain lagi tetapi aku sekarang harus menahan semua nya aku tidak ingin membuat masalah.
setiap malam aku selalu ke bar dan selalu minum dengan banyak aku selalu menangis dan meraung seperti orang gila yang tak ingin melanjut kan hidup ku sendiri aku tidak menyangka kehilangan lughas akan membuat hati ku se perih ini aku seperti di tusuk tusuk oleh ribuan pisau tepat di hati ku aku selalu ter bayang diri nya yang selalu menjaga ku dan melindungi ku kini semua tidak akan sama lagi seperti dulu ,aku teringat kembali ucapan yang dia ucap kan di depan semua orang bahwa aku adalah tunangan nya dan aku adalah calon istri nya kini bahkan dia tidak mengingat ku sedikit pun,aku berfikir walau pun dia hilang ingatan setidak nya dia ingat aku walau pun hanya sedikit oh tuhan kenapa kau selalu mempermain kan hidup ku seperti ini, aku semakin berfikir apa kah aku tidak cukup penting di hati lughas hingga dia melupakan ku,,, aku selalu mengingat ucapan lughas yang tidak mengenal ku dan berkata kasar pada ku rasa nya aku sudah tidak bisa bernafas lagi hidup ku sudah hancur aku kehilangan cinta ku, dada ku sangat sesak hingga aku merasakan tebakar dalam hati ku aku menangis sambil berkata tolong aku ku mohon kembali kan lughas ku kembali kan lughas adalah milik ku , aku sudah menukar nya dengan separuh kehidupan ku mengapa kau masih saja mengambil nya dari ku apa kah ini adil untuk ku tuhan ,,,saat aku sedang mabuk di tengah rintik hujan ada seorang pria yang memeluk ku dari belakang aku mengguna kan setengah kesadaran ku untuk melepas kan tangan nya tetapi dia tidak mau melepas kan ku dan berkata pada ku
"kau tidak boleh seperti ini natasha, aku tahu kau orang yang baik , dulu aku selalu mendengar ke burukan tentang mu , tetapi saat aku melihat kau memberi kan payung kepada nenek nenek yang hampir ke hujanan itu aku berfikir bahwa mungkin gosip yang beredar bahwa kau orang yang kejam dan kotor itu tidak benar, karena kau memiliki sisi yang baik"
saat aku mendengar ucapan nya aku sedikit terharu dan berkata
"aku memang benar adalah orang yang kotor aku menjual jiwa ku demi uang"
aku terus meraung dan menangis dengan sangat sangat histeris dia memeluk ku sangat erat dan dia ber kata pada ku
"mulai sekarang mulai lah hidup baru mu yang indah dan baik bersama ku, aku memang tidak bisa memberi mu kemewahan seperti yang lughas berikan pada mu tetapi jadi kan lah aku sandaran mu jadikan aku orang yang penting dalam hidup mu, ku mohon terimalah aku natasha terima aku untuk menjaga mu"
aku mendongak melihat wajah nya saat aku menatap nya dia tinggi dan juga tampan aku pernah melihat nya sekilas sekilas tetapi aku tidak tahu nama nya
"siapa nama mu"
"lupy, natasha mulai sekarang ingat lah aku selalu aku adalah lupy aku sebelum nya tidak pernah berpacaran dengan siapa pun aku hanya mencintai mu natasha seorang"
__ADS_1
saat aku mendengar nya aku mendekati nya dan mencium diri nya aku tidak percaya aku bahkan bisa mendapat kan lelaki yang tidak pernah punya hubungan dengan siapa pun sebelum nya, kami ke hotel dan melakukan hubungan sex, setelah itu kami resmi bersama setelah berpacaran dengan nya aku memulai hidup ku seperti dulu tidak mempunyai uang tidak ingin menjual diri ku lagi dan aku menjalani hidup ku dengan tenang pacar ku lupy bekerja paruh waktu untuk menghidupi ku , awal nya aku tidak ingin menyusah kan nya aku tahu keluarga nya tidak punya banyak uang jika di tambah aku satu lagi maka itu akan membuat nya susah dan orang tua lupy juga tidak menyetujui hubungan kami karena mereka tahu aku pernah menjual tubuh ku tetapi lupy pria bodoh ini rela pergi dari orang tua nya dan pergi bersama ku,kami tinggal bersama di dalam kontrakan ku, setalah lughas hilang ingatan dia tidak pernah datang ke kampus mungkin ini atas perintah ibu nya supaya tidak pernah bertemu dengan ku lagi, setelah 3 bulan aku dan lupy menjalin hubungan aku selalu menunggu nya di kantin sekolah karena dia bekerja di sana, saat itu aku melihat seorang wanita yang berdekatan dengan lupy aku sangat cemburu dan aku langsung menghampiri nya
"lupy.."
"natasha kamu sudah datang"
"ya."
"tunggu lah aku se bentar lagi oke, aku akan segera selesai"
aku menunggu nya dan melihat gerak gerik wanita itu dia seperti nya menyukai lupy dia menempel nempel kan tubuh nya me arah lupy saat lupy mengajar kan pekerjaan apa yang harus dia lakukan. aku adalah wanita insting wanita tidak pernah salah , aku menggebrak meja dan hendak pergi tetapi lupy langsung mengejar ku dan berkata
"natasha ada apa dengan mu"
"ada apa dengan ku memang nya kau tidak tahu"
"dia adalah riri , riri teman sekelas dengan ku dan dia sudah memiliki pacar teman baik ku, kamu jangan salah paham pada nya"
lupy membujuk ku dan aku juga tidak bisa marah ter lalu lama pada nya
"baik lah"
lupy memegang tangan ku dan kami keluar dari kampus selama tiga bulan ini aku hidup dengan sangat tenang dan damai tidak ada lagi orang yang menghina ku hingga keterlaluan ,
keesokan hari nya aku ada ujian di kampus aku tetap murid pintar seperti dulu saat ada ujian seperti ini pasti akan ada seseorang yang akan meminta contekan pada ku benar saja baru aku berbicara dalam hati sudah ada orang nya
"natasha aku akan mencontek dari mu boleh kah"
"maaf nida aku tidak memberi contekan"
jika dahulu aku masih sangat polos ada yang mendekati ku aku mengira mereka ingin berteman dengan ku tidak ku sangka hanya ingin memanfaat kan ku saja huh tidak akan ku biar kan
"ya sudah sombong sekali awas ya kau"
dia pergi dengan marah dan sambil menggebrak meja saat itu pengawas datang dan kami semua di bagikan lembar ujian saat aku sudah selesai dan ingin mengumpul kan ada yang berbicara di belakang ku yaitu nida
"bu natasha mencontek"
aku dengan heran menatap nya dan aku benar benar mendapati kertas ada di bawah ku guru pengawas langsung mengambil ulangan ku dan ber kata pada ku
"natasha kamu harus di lapor kan karena telah mencontek"
"atas dasar apa ibu menuduh saya mencontek ibu lihat saja apa kah tulisan di kertas itu sama dengan yang di kertas ulangan saya"
guru pengawas melihat dengan seksama dan sangat hati hati dia berkata
"benar tidak sama maaf kan ibu, yasudah semua murid ulangan sudah selesai mari kumpul kan semua"
saat itu nida berjalan dari samping ku dan berkata
"kau lihat saja sudah berani melawan ku aku akan membalas mu"
"oh jadi kau yang menjebak ku kau tunggu saja pembalasan ku"
aku pergi ke kantin menunggu lupy tetapi aku bertemu boni dia menyapa ku seperti biasa
"kakak ipar"
"hei boni sudah lama tidak bertemu, kamu tidak se harus nya memanggil aku dengan sebutan itu lagi karena aku sudah tidak bersama dengan lughas lagi"
"oh sangat kasihan, oh ya boni apa aku bisa meminta tolong pada mu"
"silahkan kak ipar bilang saja pada ku jika aku bisa aku pasti akan menolong mu"
"aku memiliki masalah di kelas"
aku menceritakan semua tentang nida pada boni dan boni mengerti langsung berkata pada ku
"besok pagi akan sudah selesai kak ipar tenang saja"
aku memberi boni sedikit uang dan boni menolak nya dan aku berkata
"tak apa terima lah boni walau pun hanya sedikit"
"tidak apa kak ipar kondisi mu sudah seperti ini aku mana mungkin mengambil uang dari mu, yasudah aku akan pergi pacar ku akan marah jika makanan nya dingin"
"baik lah terimakasih"
boni tersenyum pada ku dan mengucap kan selamat tinggal, lupy sudah pulang dan menyapa ku
"natasha"
"lupy.."
"ayo kita pulang"
keesokan hari nya aku mengambil salinan ujian yang mirip sekali dengan tulisan nida aku tertawa dengan sangat bahagia, aku mengucap kan terimakasih pada boni dan boni menjawab
"jangan sungkan kak ipar jika kamu membutuh kan bantuan ku kamu bisa hubungi aku kapan saja"
aku mengucap kan selamat tinggal dan pergi ujian ,saat ujian selesai aku berkata pada guru pengawas
"pak nida menyontek"
wajah nida seperti tokek sangat jelek dan buruk , saat guru menghampiri nida dan mengambil kertas contekan itu dan ber kata
"nida kamu mencontek, kamu akan saya lapor kan"
saat itu nida dengan percaya diri mengucap kan perkataan yang sama dengan ku kemarin
"atas dasar apa bapak menuduh saya mencontek lihat saja tulisan di kertas sama tidak dengan yang di kertas ulangan saya"
nida mengatakan nya dengan wajah bangga aku tersenyum dengan licik guru pengawas langsung marah dan berkata
"bagai mana bukan tulisan kamu, kamu lihat saja sendiri"
nida dengan kaget melihat tulisan itu dan melotot ke arah ku aku hanya tersenyum sangat indah seperti bunga yang sedang mekar tidak ada yang bisa menyakiti ku aku sudah ber sumpah pada diri ku sendiri mana mungkin aku mem perboleh kan orang lain menindas ku lagi , setelah selesai ujian aku keluar dan mendapati nida sudah menunggu ku dia mendekati ku dan berkata
"berani sekali kamu memfitnah ku menyontek wanita sialan"
"memang kau menyontek aku hanya memberi tahu pengawas dengan cara yang ber beda dan ya aku ingat kan kepada mu bahwa tidak boleh ada orang yang menindas ku terutama kamu, kamu ingat kata kata huh dasar"
aku pergi meninggal kan nida dan menuju cafetaria saat aku tiba aku melihat lupy sangat akrab dengan riri aku merasa hati ku akan meledak sebentar lagi saat itu lupy melihat ku dan berkata pada ku
"natasha tunggu aku sebentar aku akan ke loker untuk mengambil barang"
__ADS_1
"baik lah"
saat itu aku mendekati riri dia seperti gadis yang polos tetapi siapa yang sangka saat aku mendekati nya dia memamerkan senyum mengejek pada ku dan berkata
"lupy akan menjadi milik ku dia tidak pantas untuk wanita kotor seperti mu"
"mimpi saja sana"
saat itu lupy datang dan dia menjatuhkan diri nya sendiri dan se akan akan aku lah pelaku nya saat lupy melihat nya jatuh dia langsung menolong nya dan tanpa memperdulikan aku melewati ku begitu saja aku merasa sangat sakit hati di tambah lagi dia berkata pada ku
"natasha apa yang kamu lakukan sudah ku kata kan riri hanya teman ku tidak lebih mengapa kamu menyakiti nya"
aku tersenyum sinis dan berkata
"kamu lebih mempercayai dia dibanding aku ya sudah kamu urusi saja dia"
aku pergi tanpa memperduli kan apa pun lagi dan saat itu aku ber fikir perasaan lupy seperti nya sudah ber kurang pada ku bahkan dia mengabai kan ku demi wanita lain, aku pulang dengan sedih saat itu aku merenung kan kesalahan ku mungkin memang aku yang terlalu banyak berfikir setelah beberapa hari lupy tidak pernah menghubungi ku saat itu aku sedang di perpus aku terus menelpon nya tetapi tidak dia angkat saat itu aku sangat kesal dan marah hingga aku tertidur saat aku bangun ada jaket yang menutupi tubuh ku aku ber fikir jaket ini di berikan oleh lupy jadi aku buang lalu aku keluar hujan sangat deras saat itu ada yang memayungi ku dia adalah radit pujaan hati ku aku menatap nya dia pun menatap ku dengan pandangan yang amat sangat rumit saat itu dia ber tanya pada ku
"kau mau ke mana biar aku antar"
"antar aku ke hotel terdekat saja"
"mengapa kamu tidur di hotel,oh ya tadi kamu ter tidur di perpus"
"jadi tadi adalah jaket milik mu, maaf kan aku, aku telah membuang nya kukira itu milik pacar ku"
raut wajah nya sedikit rumit dan sedih
"kalau kamu tidak keberatan satu malam ini kamu menginap saja di aperteman ku bagaimana"
"boleh kah apa tidak akan merepot kan mu"
"tentu tidak"
"baik lah"
aku naik mobil radit dan sepanjang jalan aku ber fikir bahwa aku adalah orang yang sangat bodoh aku mengira lupy yang datang dan memberi ku jaket itu, kali ini hati ku telah memutus kan untuk meninggal kan nya ke putusan ini sudah tidak akan bisa di ganggu gugat lagi , saat telah sampai di apertemen radit aku melihat sekeliling sangat rapi aku di suruh tidur di kasur dan dia akan tidur di sofa dan aku ber tanya pada nya
"apa kau tinggal sendirian"
"ya aku tinggal sendiri memang nya ada apa"
"tidak ada apa apa, apa kau yang memberes kan ini semua"
"tentu saja siapa lagi memang nya barang barang itu bisa berjalan sendiri"
dia tersenyum sangat ramah dan manis sesaat aku tenggelam dalam wajah nya yang begitu tampan dan menawan itu tetapi aku langsung menyadar kan diri ku sendiri aku langsung menepuk wajah ku dan ber kata
"baik lah kau istirahat lah aku akan pergi tidur"
"oke"
keesokan hari nya radit sudah menyiap kan sarapan untuk ku dan menyuruh ku sarapan, aku tidak menolak nya dan duduk ber sama nya di meja makan,
"apa kau yang memasak"
"ya aku yang memasak apa kah kau tidak suka"
"tentu saja aku suka"
setelah selesai makan aku mengucap kan terimakasih banyak dan pergi tetapi radit menghenti kan ku dan berkata
"aku akan mengantar mu"
"tidak perlu radit aku tidak ingin banyak merepot kan mu ku mohon jangan paksa aku nanti aku akan merasa tidak enak pada mu"
"baik lah"
aku keluar dari pintu dan menaiki taksi menuju ke kampus saat aku turun dari taksi sudah ada lupy yang menunggu ku dan menyeret ku ke tempat yang sepi
"dari mana saja kau kemarin malam"
aku tidak menjawab pertanyaan nya dan dia semakin marah berkata
"oh kau sudah tidur dengan si radit itu kah"
aku tidak terima dengan per kataan nya dan menampar wajah nya dengan sangat keras, aku tidak menyangka dia bisa mengucap kan kata kata seperti itu pada ku, aku langsung ber kata
"kita putus aku tidak ingin menjalin hubungan apa pun dengan mu"
saat itu lupy sadar ke salahan nya dan langsung memohon pada ku untuk memaaf kan nya tetapi semua ini sudah ter lambat aku sudah sangat sakit hati ter hadap pria ini, aku langsung menghempas kan tangan nya dan pergi dari hadapan nya
saat itu aku mengunci diri ku di kontrakan ku tetapi lupy masih menunggu ku hingga malam dan sampai keesokan hari nya lupy masih juga tidak pergi aku langsung ke luar dan memberi nya kata kata terakhir
"lupy lepaskan lah aku, kita sudah tidak cocok, aku mengucap kan banyak sekali terimakasih pada mu tetapi aku tidak bisa melanjut kan hubungan ini"
"natasha ku mohon ku mohon pada mu untuk tidak meninggal kan ku , aku yang salah dan aku yang bodoh aku tidak akan mengecewakan kamu lagi"
"tapi maaf lupy kita sudah berakhir selamat tinggal"
saat itu lupy pergi dengan penuh emosional dan aku kembali ke kampus saat itu banyak gosip beredar bahwa lupy bunuh diri aku sangat kaget dan saat aku hendak mencari tahu ada yang mencemooh ku
"huh wanita kotor seperti mu saja lelaki baik itu rela mati"
tetapi aku tidak menghiraukan nya dan tiba tiba ponsel ku berdering ini aku mengangkat nya
"halo natasha , apa kamu bisa datang ke rumah sakit xxx sekarang lupy sudah sekarat dia akan mati"
aku sangat kaget dan tanpa menjawab aku langsung berlari mencari taksi menuju rumah sakit , saat sampai di rumah sakit aku langsung di hampiri dokter dan dokter berkata dia butuh uang 40 juta untuk operasi kata dokter lupy memakan banyak sekali obat tidur dia ingin bunuh diri dengan cara seperti itu, saat itu aku langsung menandatangani surat persetujuan operasi dan aku berkata pada dokter
"dokter tunggu aku, aku akan segera lunasi ini semua"
aku berlari menuju club exside sudah lama aku tidak pernah ke tempat ini dan aku mengunjungi mami,
"mami"
mami langsung menjawab ku dengan tidak senang, aku memohon pada mami untuk memberi ku pekerjaan yang bisa menghasil kan uang 40 juta sekaligus
"baik lah aku akan ber baik hati pada mu kali ini, kau jangan lupa akan ke baikan ku natasha"
"baik lah mi"
"kamu pergi ke kamar 015"
ada bos besar yang menunggu mu , aku segera bergegas dan pergi ke kamar itu saat aku memasuki kamar itu aku melihat sosok pria tinggi dah gagah aku merasa sedikit familiar dengan sosok ini aku diam diam mengamati nya dan saat dia ber balik aku merasa sangat kaget dan jantung ku hampir melompat dari tempat nya.
__ADS_1