
"maaf, tadi kak al ngg sengaja.... " ucap alex bersalah
Alice hanya diam saja tak menanggapi ucapan alex. Sedangkan, mario membelalak terkejut mendengar seorang alex meminta maaf pada alice.
"Sepertinya bukan kak al yang kejedot pintu kenapa otaknya bergeser ?
sampai bisa lancar mengucapkan kata maaf !" gumam mario pelan yang masih bisa di dengar alice dan alex
"Diam kamu.... " sentak alex
Mario langsung diam tidak berani mengeluarkan suaranya sambil mengelus rambut alice.Sedangkan alice sendiri berusaha untuk tidak menangis lagi.
"ya udah sekarang kita mau ke rumah sakit atau kakak obatin hmm ?" tawar alex sambil mengusap lembut pipi alice
"pake salep aja kak... " jawab alice pelan
Alex tersenyum dan menyuruh mario mengambil obat untuk alice. Bukan tanpa alasan alex bersikap ramah dan baik pada alice.
Saat ibunya pergi ke luar kota pasti alice yang menyiapkan sarapan dan makan malam, menyiapkan semua kebutuhan alex dan selalu mengirimkan cake atau cookies untuk cemilan ke kantornya.
Entah, mengapa perlakuan alice padanya membuat hati alex menghangat. Sikap alice yang rajin dan pandai dalam semua hal membuat alex mengerti mengapa ibu dan ayahnya sangat menyayangi alice.
"ssst. .... awww... " rintih alice saat tangan alex mengoleskan salep pada keningnya
"Sakit yah ?
maaf, tadi kak al buru-buru karena mendengar suara teriakkan kamu !" ucap alex menjelaskan
__ADS_1
"iyah, tadi kak mario juga denger kamu teriak el kenapa ?" tanya mario penasaran
Mampus....
tadi aku teriak pantes aja mereka masuk ke dalam kamarku...
bodoh kamu el.... gerutu alice dalam hati
"Tadi el liat tikus kak..... " jawab alice cepat
"Tikus ......
terus tikusnya kemana ?" teriak mario jijik sambil mengangkat kakinya ke atas ranjang
"udah lari mungkin !" jawab alice sekenanya
dan malam ini kamu tidur di kamar kakak....
ngg ada penolakkan !" jawab alex sambil berlalu pergi
"asik... bobo bertiga..... " ucap mario girang
"kakak ngajak el bukan kamu mario !" ucap alex setengah berteriak di kejauhan
"Yaah...... " ucap mario lesu
"Udah sana.... el mau mandi.... " usir alice sambil mendorong tubuh mario pergi dari kamarnya
__ADS_1
"Dasar kau ibu tiri..... " ucap mario sambil keluar kamar alice.
Segera alice membersihkan diri dan langsung ke kamar alex. Namun, sebelumya dirinya alice pergi ke dapur terlebih dahulu ntuk membuat teh dan membawa cemilan.
"kak al....
tolong buka pintunya !" teriak alice di balik pintu
Alex membukakan pintu membiarkan alice masuk. Lalu dirinya duduk di sofa menunggu alice menaruh semua yang ia bawa di atas meja.
"kalau kamu bersikap seperti ini mirip jadi istri kakak... el.... " ucap alex sambil menerima teh yang disodorkan alice
"bukan mirip asisten atau sekertaris kakak ?" jawab alice terkekeh
"hahah, kamu ini...." jawab alex sambil menyuruput tehnya.
Alice melakukan hal yang sama meminum teh sambil memandang pemandangan luar di kaca jendela.
"kak boleh el tanya sesuatu ?" tanya alice menimpan tehnya dan duduk di sebelah alex
"apa hmm ?" jawab alex menatap lembut alice
"kakak punya temen kuliah di amerika yang bernama Zayn abraham ?"
"kenapa ?" tanya balik alex
Lalu alice menceritakan tentang dirinya yang menabrak seorang lelaki di lorong toilet dan ternyata ia seorang dosen yang mengajar mata kuliah di kelas alice. Setelah itu mengajaknya menonton, makan dan jalan-jalan.
__ADS_1
Karena, ia berfikir jika alex tidak akan pulang dan mario sedang sibuk dengan wanita-wanitanya. Entah, kapan dirinya akan pulang. Tapi, diluar dugaannya mereka ada sudah ada di rumah.