
Alice mempunyai sifat yang yang baik dan tidak tegaan pada siapapun membuat dirinya kadang dimanfaatkan orang lain karena sifatnya itu.
Kemarahan alice pun hanya sebentar, yang bertahan paling lama satu sajam saja setelah, itu dia akan baik dengan sendirinya.
Jung hwan sudah mengerti dengan sifat alice itu. Mengutarakan kejujuran isi hati adalah hal yang disukai alice dari orang terdekatnya.
Sungguh, wanita dengan hati malaikat dan jung hwan sekarang beruntung memilikinya.
"Sayang...
apa kamu memafkanku sekarang ?" tanya jung hwan setelah selesai makan siang bersama dengan alice dan bersender di ranjang dengan alice masih di pangkuannya
"iya,,,," jawab alice singkat sambil tersenyum
"Jangan bilang yang seperti itu lagi....
aku ngg suka !" tambahnya
"Iya sayang mmuaaach.... " jawab jung hwan sambil mengecup kilas bibir alice
hening.....
"mmh, sayang....
kan sekarang udah kenyang !
mau dilanjut ngg yang tadi ?" tanya jung hwan
Alice mengerutkan dahinya dan menatap jung hwan tajam.
"mesuuumm..... " ucap alice sambil mengambil bantal dan memukulkannya pada jung hwan
"aw.... aw..... sayang.... ampun... " teriak jung hwan sambil tertawa
"ngg.....
__ADS_1
siapa suruh mesum gitu !" ucap alice sambil terus memukul jung hwan.
Jung hwan merebut bantal yang dipegang alice dan menarik tubuhnya agar lebih dekat dengannya.
"Terima kasih sayang kamu mau jadi ibu dari anak-anakku !" ucap jung hwan
"sayang.... " lirih alice
"Kamu tahu...
tadi aku sempat berfikir kamu tidak mau mengandung anakku karena kamu kecewa padaku !" ucap jung hwan jujur
"Aku takut kamu melakukan yang aneh-aneh pada anak kit... "
"ssst....., " ucapan jung hwan dipotong oleh alice sambil menaruh telunjuknya di mulut jung hwan
"Tadi aku hanya masih kesal denganmu sayang...." ucap alice
"Sejujurnya aku juga bingung....
"Tapi, sepertinya sekarang aku tahu... " tambahnya
"apa ?" tanya jung hwan
"Aku harus kuat dan sehat agar anak kita juga sehat dan kuat seperti ibunya heheh...!"
"dasar kamu ini... " ucap jung hwan gemas sambil menggigit pipi alice
"Sakit sayang.... "
"heheh... maaaf....
aku gemes sih sama kamu.... " ucap jung hwan sambil tersenyum
"Mungkin ini memang takdirku !
Aku memang harus benar-benar terus berusaha lagi untuk mencintai oppa jung hwan..
__ADS_1
Ditambah sekarang ada calon anakku di sini !" batin alice dalam hati sambil mengusap perutnya.
"Jika anak kita ingin sesuatu bilang saja dengan ayah hwan !" ucap jung hwan sambil ikut mengusap perut alice.
Alice mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan jung hwan yang perhatian padanya.
Di sisi lain...
Alex sudah mengetahui keberadaan celine dimana. Setelah, alice mengatakan bertemu dengan zayn di supermarket dirinya menyuruh semua anak buahnya untuk meretas cctv yang ada di sana.
Sungguh, keberuntungan yang sangat luar biasa bagi alex. Karena, dengan mudah dirinya bisa melacak plat nomor yang membawa zayn pergi.
"Berarti dugaanku benar...
zayn masih hidup !
tapi...
kenapa dia tidak mengenali alice ?" tanya alex dalam hati
"atau...
jangan-jangan ? "
"Tapi, jika dugaanku benar !
Bagaimana nasib zayn ?
Alice sudah menikah dengan hwan....
aaargghhhht....... " teriak alex sambil meremas kepalanya yang hampir pecah.
Alex tahu sekarang jung hwan adalah suami alice. Tapi, hati kecilnya berkata jika zayn lebih berhak untuk mendapatkan alice. Karena, memang dari awal alice memang ditakdirkan untuk zayn.
"Jika dulu aku yang membawa alice ke amerika bersamaku..
mungkin, ceritanya tidak akan begini !"lirih alex.
__ADS_1