
Alice semenjak tadi hanya berdiam diri tak ada satu kata pun yang terucap dari mulutnya.
Sesampainya di rumah dia hanya tersenyum saat jung hwan berbicara dengannya.
"Aku begitu jahat dengan oppa jung hwan..
tanpa sadar aku telah menorehkan banyak luka yang dalam pada dirinya !!
Ketidak pekaanku membuat dirinya merasakan sakit sampai bertahun-tahun lamanya ia pendam sendiri tanpa aku sadari..." lirih alice dalam hati
"Sayang... kenapa kamu berdiam sendiri di sini hmm ?" tanya jung hwan sambil memeluk alice dari belakang
"Ah, aku menyiapkan pakaianmu sayang... " jawab alice gugup
Jung hwan membalikkan tubuh alice agar bisa berhadapan dengannya.
blush...
pipi alice langsung memerah.
"Sayang !
coba ucapkan kata itu lagi...
aku ingin mendengarnya... " ucap jung hwan tak percaya
Alice malah membuang pandangannya ke samping. Agar tidak menatap langsung wajah jung hwan.
"hei, aku di sini !
__ADS_1
apakah kamu sedang memandang lemari yang tidak akan menjawab pertanyaanku !" ucap jung hwan sambil menarik dagu alice agar memandangnya
"oppa... aku malu.... " ucap alice malu
"ah, ternyata istriku sedang malu hmm ?
kamu menggemaskan sayang...
tatap mataku !" titah jung hwan lembut
Alice pun langsung menatap mata jung hwan yang sedang menatap dirinya. Tatapan hangat yang selalu ia rasakan saat sebelum mereka menjauh dulu.
Tangan jung hwan perlahan merangkul pinggang alice agar mendekat. Sedangkan, sebelah tangannya lagi yang sedang memegang dagu alice ia naikkan ke atas.
cup...
Jung hwan mengecup bibir alice lembut bibirnya bergerak mengecup bibir atas dan bawah alice. Dan lidahnya menari-nari di sela-sela bibir alice agar terbuka.
Ciuman hangat dan mesra ia berikan pada alice. Sungguh jung hwan begitu lihai melakukannya sampai alice terbuai oleh ciuman itu.
Saat pasokkan oksigen mulai menipis jung hwan melepas panguttan mereka.
Tatapan mereka saling beradu dan jung hwan mengangkat tubuh alice ala bride style ke luar walk in closet menuju ranjang mereka dengan ayang mengalungkan tangannya pada leher jung hwan.
Tatapan dalam jung hwan pada alice tak lepas darinya hingga mereka sampai di ranjang. Dengan perlahan jung hwan meletakkan alice di atas ranjang dan kembali mencium bibir alice yang telah menjadi candu baginya.
Sore hari mereka habiskan bersama dalam kamar. Alice hanya bisa menutup mata saat tangan jung hwan menyentuh dan membelai tubuh polosnya.
Entah, sejak kapan dirinya dan jung hwan sudah sama-sama polos tanpa ada sehelai benang pun.
__ADS_1
"buka matamu sayang.... " titah jung hwan pada alice dengan nafas yang memburu
Perlahan alice membuka mata dan melihat jung hwan yang sedang menindih tubuhnya sambil menatap dirinya.
"Bolehkah aku memasukkannya sekarang ?" tanya jung hwan dengan suara beratnya yang terdengar sexy
"jika aku bilang tidak...
apakah oppa akan menghentikannya ?" tanya balik alice menggoda
"iya, karena aku ingin kita sama-sama menikmatinya !" ucap jung hwan dengan nada kecewa
"semua tubuhku milikmu oppa...
jadi lakukanlah... " ucap alice pasrah.
Mendapat lampu hijau dari alice segera jung hwan melakukan penyatuan cinta mereka dengan perlahan.
Terlihat alice meremas kuat punggung jung hwan kuat dengan air mata menetes dari sudut matanya.
Segera jung hwan mencium mata alice dan menghentikan aksinya sejenak.
"Apa sakit ?
jika iya aku akan menghentikannya sayang... " ucap jung hwan tak tega sambil mengecup dan mengusap kening alice yang bercucuran keringat
"lanjutkan sayang....
aku tidak apa.... " ucap alice sambil tersenyum.
__ADS_1
Jung hwan membalas senyuman sang istri dan melanjutkan kembali permainan mereka.
Malam pertama yang sempat tertuda sekarang mereka telah lewati di sore hari yang panas ini.