
Selesai berbelanja alice yang ditemani jung hwan langsung pulang ke apartemen marven.
Jung hwan mengekori alice karena ingin menjenguk marven juga.
"kenapa ngg ke massion ?" tanya jung hwan saat mereka masuk ke dalam lift
"oppa marven ngg mau...
katanya ribet harus pergi sana sini apalagi teman satu groupnya ada di lantai bawah jadi bisa membantunya jika ada apa-apa !" jawab alice
"ouh, iya juga...
apalagi fansnya di luar sangat banyak pasti repot itu kalo dia keluar!"
"iya....
oh, ya apa oppa jung tidak berangkat kerja ?" tanya alice
ting...
Suara pintu lift terbuka
"ini hari sabtu jadi oppa libur tapi, nanti sore ada kelas !" jawab jung hwan
Jung hwan dan alice keluar dari lift dan berjalan ke arah dimana tempat tinggal marven.
Terlihat dari kejauhan sosok pria sedang berjalan juga bersama beberapa pria lainnya di belakang yang alice seperti kenal.
Dan mereka berhenti di depan pintu kamar marven.
"Kak zayn.... " panggil alice
Zayn menoleh mendengar suara siapa yang memanggilnya.
"Sayang.... " ucap zayn sambil tersenyum dan berlari ke hadapan alice
__ADS_1
Alice segera berhambur ke pelukkan zayn yang di sambut hangat zayn dengan penuh kasih sayang.
deg...
Jung hwan terkejut melihat apa yang dilihatnya.
Apa sayang panggil pria itu pada baby ?
kenapa alice langsung memeluknya erat ?
batin jung hwan perih
"kak zayn kenapa ke sini ?" tanya alice saat melepas pelukkannya
"kak khawatir padamu sayang...
kamu ngg ngasih kabar apa pun pada kakak !" ucap zayn merajuk
"maaf, el panik kemarin...
ya udah ayo masuk !" ajak alice
"halo, saya zayn tunangan alice...
senang berkenalan denganmu !" ucap zayn ramah
jedaar....
Bagai tersambar petir di siang bolong dirinya mendapati kabar yang mengiris hatinya.
Perih, itu yang dirasakan jung hwan saat ini.
Tapi, dirinya berusaha untuk tegar di hadapan alice dan zayn.
"jung hwan... sahabat alice !" jawabnya datar.
__ADS_1
Setelah itu mereka masuk ke dalam dan mempersilahkan zayn dan jung hwan duduk. Karena, marven sedang istirahat saat alice menanyakannya pada perawat.
"Jadi 3 hari lagi pesta tunangan kalian yang berbarengan dengan pesta pernikahan kak al di gelar ?" tanya jung hwan memastikan
"Sepertinya kami akan mengundurnya oppa...
apalagi melihat keadaan oppa marven yang tidak memungkinkan !" ucap alice
"iyah, karena yang terpenting sekarang kakak ipar sehat dulu iya kan sayang ?" ucap zayn sambil mengusap pipi alice
Jung hwan memgepalkan tangannya di bawah bantal melihat lelaki asing dihadapannya ini menyentuh alice.
"kapan kalian bertemu kenapa tiba-tiba sudah tunangan saja baby ?
apa kamu sudah tidak menganggap oppa sahabat lagi hmm ?" ucap jung hwan berusaha tegar
"Kami dijodohkan sejak 5 tahun yang lalu tapi, alice tidak mengetahuinya !" jawab zayn
"kenapa lelaki dewasa seperti anda menyukai gadis kecil seperti alice ?
bukankah umur kalian juga terpaut jauh ?" tanya jung hwan sinis
"Apa mencintai seseorang butuh alasan ?
sejak pertama kali melihatnya aku sudah jatuh cinta padanya dan ingin selalu di dekatnya ingin melindunginya...
ingin membahagiakannya seumur hidupku !" ucap zayn
"kak zayn... " lirih alice merasa terharu
Zayn menggenggam tangan alice sambil menatapnya hangat.
Tak kuat dengan kemesraan keduanya jung hwan pamit karena dirinya ingat ada pekerjaan yang ia lupakan.
"sering-seringlah berkunjung ke sini oppa !" ucap alice saat mengantar jung hwan ke depan pintu
__ADS_1
"iyah.... oppa pulang dulu yah.... bye... " ucap jung hwan sambil mengusap rambut alice lembut
"bye oppa.... " ucap alice sambil melambaikan tangannya.