
Alice sudah pulang ke massion dengan Jung Hwan dan langsung masuk ke kamar mereka.
Melihat sang istri hanya diam setelah kepulangannya dari rumah sakit membuat dirinya khawatir.
"kenapa ?"tanya Jung Hwan sambil mengusap punggung Alice yang sedang berdiri di depan jendela kamar.
Alice melirik wajah sang suami yang khawatir padanya.
"..." tidak ada jawaban dari Alice
Jung Hwan menarik Alice ke dalam dekapannya sambil mencium keningnya lembut.
"Apakah ada sesuatu yang mengganggu fikirannmu sayang ?" tanya Jung Hwan
"apa aku berbuat kesalahan dan aku tidak menyadarinya ?" tambahnya
Alice malah menambah erat pelukkannya pada Jung Hwan dan menangis.
"sayang, Oppa Zayn masih hidup !" ucap Alice dalam pelukkan sang suami.
Jung Hwan melepas pelukannya dan menatap Alice tak percaya.
Tangannya mencengkram kuat bahu Alice seolah dirinya meminta penjelasan tentang apa yang barusan ia dengar pada sang istri.
"Tadi saat di rumah sakit Oppa Zayn disana sedang checkup.." ucap Alice sambil membalas tatapan Jung Hwan dengan masih menangis
"Dia sakit Oppa..," tambahnya
__ADS_1
"Lalu.,." tanya Jung Hwan dingin sambil melepas tangannya dari pundak alice
"Apa kamu ingin kembali padanya dan memintaku untuk melepasmu baby ?" tambahnya sambil membelakangi Alice.
Sakit, itu yang Jung Hwan rasakan melihat Alice menagisi Zayn di depannya. Dia mengepalkan tangannya kuat menahan rasa sakit itu dan melangkah pergi meninggalkan Alice yang masih menangis sesegukkan.
Alice berlari mengejar Jung Hwan sebelum lelaki itu mencapai gagang pintu dan memeluknya dari belakang.
"sayang, kenapa kamu berfikir seperti itu ?
apakah kamu tidak mencintaiku lagi ?" ucap Alice di sela-sela pelukkannya.
Jung Hwan melepas pelukan Alice dan memutar tubuhnya agar bisa menatap mata Alice.
"Aku mencintaimu...
sangat mencintaimu...
"aku tahu, kamu memang miliknya dan seharusnya aku tidak merebutmu darinya..."
"Saat aku menikahimu sebenarnya hati kecilku berkata jika aku begitu egois karena ingin memilikimu seutuhnya hanya untukku dan aku sadar jika semua itu salah " ucap jung Hwan sambil meneteskan air matanya.
Seketika Alice berhenti menangis dan memeluk Jung Hwan erat.
"Oppa, apa yang Oppa bicarakan ini ?" tanya Alice sambil mengusap punggung Jung Hwan
"apa Oppa fikir aku akan kembali padanya dan meninggalkan suamiku yang ku cinta ini ?" tambahnya sambil melepas pelukkannya pada Jung Hwan sambil berdecak pinggang berpura-pura marah
__ADS_1
"ha'h, sayang..
kenapa kamu malah jadi marah begitu ?" tanya Jung Hwan bingung.
Alice tersenyum dan membawa Jung Hwan untuk duduk di ranjang. Dirinya bercerita pada sang suami kenapa dia menangis.
Dia hanya merasa sedih tidak menyangka Zayn mengalami hal buruk sampai seperti itu.
"aku hanya kasihan padanya karena mengalami hal itu sayang..." ucap Alice setelah selesai menceritakan apa yang dialami Zayn
"lalu apa yang akan kamu lakukan sayang sekarang ?
jika kamu ingin merawatnya aku tidak akan keberatan !" ucap jung Hwan tulus
"hanya satu pintaku sayang" tambahnya menjeda ucapan dan menghela nafas
"huufth,....
jangan sampai membuat baby kita cape dan stress..."
Alice menatap Jung Hwan tak percaya karena dengan mudahnya dia memberi izin untuk menemani Zayn.
"sayang...
aku tidak mau...
aku tidak mau membuatmu cemburu dan merasakan sakit seperti dulu lagi..." ucap Alice
__ADS_1
"cukup dulu aku menggoreskan luka dihatimu..
dan aku tidak mau hal itu terjadi lagi" tambahnya sambil mengecup bibir Jung hwan