
Alice bahagia melihat jung hwan yang dengan lahap menghabiskan makanan yang ia bawa.
"ah, oppa kenyang baby.... " ucap jung hwan sambil menyenderkan kepalanya pada bahu alice dan menepuk-nepuk perutnya
"apa oppa suka dengan makanan yang aku buat ?" tanya alice
"suka....
apalagi jika setiap hari begini mungkin oppa akan bertambah gemuk !"
"haha, perasaan dari kecil oppa ngg gemuk-gemuk deh padahal makannya banyak ... "
"iya juga ya....
oh, iya setelah ini kamu mau kemana baby ?"
"el, mau pulang aja oppa...
aku ngg mau gangguin oppa yang sedang bekerja !"
Jung hwan bangun dan menggenggam tangan alice erat.
"Jangan pulang....
temenin oppa bekerja saja !
jika kamu lelah kamu bisa istirahat di kamar oppa... " ucap jung hwan tak rela
"atau bantuin oppa bekerja juga boleh !" tambahnya
"hahah, emang mau di gajih berapa kalo bantuin ?" tanya alice
__ADS_1
"Kan gajih aku semua sama kamu sayang...
masa masih minta gajih sih ?" ucap jung hwan cemberut dan manja
"hahaha, oppa geli banget dengernya kalo manja gitu !"
"geli apa suka ?" tanya jung hwan dengan nada manja
"geli sumpah...oppa..." ucap alice tak tahan mendengarnya
"hahahha,,,,, kamu ini yah masa sama suami sendiri gitu sih ? "
"heheh.... ya udah aku bantuin...
bentar aku iket rambutnya biar ngg ganggu... " ucap alice sambil mengambil ikat rambut dari dalam tasnya.
Jung hwan yang melihat alice membusungkan dadanya dan mengangkat rambutnya ke atas lalu mengikatnya membuat jantung jung hwan berdegub kencang.
glek..
Dengan perlahan dirinya medekatkan wajahnya pada leher sang istri dan mengecupnya lembut.
Alice yang barus saja selesai mengikat rambutnya terkejut mendapat kecupan hangat pada lehernya.
Seperti tersengat aliran listrik alice merasakan sesuatu yang berbeda dalam tubuhnya. Dirinya tak bisa menggerakkan tubuh saat jung hwan melingkarkan kedua tangannya pada pinggang alice.
Jung hwan yang merasakan tidak ada penolakkan dari alice kembali mengecup leher sang sang istri bertubi-tubi dan menyesapnya dengan keras.
"ahh..... " lengguh alice saat jung hwan menyesap keras lehernya.
Perlahan tangan alice mencengkram pinggang jung hwan sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
tok...
tok...
Suara pintu diketuk alice dan jung hwan segera membuka mata mereka dan menarik ikatan rambut alice yang selesai di ikat.
Lalu melihat ke arah pintu siapa yang berani mengganggu kegiatan panas mereka.
"maaf, tuan mengganggu waktu anda...
saya hanya mengingatkan,
meeting hari ini bersama para devisi pemasaran dan keuangan akan segera dimulai... " ucap sekertaris deni
"ouh, ya...
nanti saya akan segera menyusul... " ucap jung hwan dingin.
Sekertaris deni pun pamit dari ruangan jung hwan dengan alice yang segera membereskan bekas makan mereka.
"aku harus ke ruang meeting...
kamu tunggu aku di sini yah !" ucap jung hwan sambil mengusap pipi alice
"iyah,,, " jawab alice gugup
Jung hwan tersenyum melihat leher alice ada banyak tanda merah keunguan yang ia buat barusan.
"jangan mengikat rambutmu di kantor...
nanti saja di rumah yah !
__ADS_1
aku akan segera kembali.... " ucap jung hwan sambil mengecup kilas bibir alice
Alice diam mematung saat jung hwan mengecup bibirnya untuk pertama kali.