Tak Kusangka Cinta

Tak Kusangka Cinta
Eps 46


__ADS_3

Seminggu kemudian....


Alice beserta rombongan telah kembali ke negeri mereka masing-masing.


Mario cs dan alex sudah pulang kembali ke london kecuali richard. Dirinya masih di korea bersama alice dan zayn karena ada pekerjaan di sana.


Sean sudah pulih dan dirinya meminta untuk dirawat oleh dokter pribadi stella agar semakin membaik. Alice dan kawan-kawan sudah mengerti jika itu hanya alasan sean. Karena mereka tahu jika sean jatuh cinta pada dokter pribadi stella.


Di korea tidak ada kata istirahat untuk alice dan zayn. Karena, hampir 3 minggu mereka tidak ke kantor membuat pekerjaan mereka sudah menunggu untuk dikerjakan.


Disinilah alice sekarang di perusahaan miliknya dengan dokumen bertebaran di mejanya.


"Aaah, lelah sekali...


kapan dokumen ini akan habis ?" keluh alice saat satu persatu dokumen ia telah kerjakan


"oppa marven....


kapan tour mu itu selesai ?


kenapa aku yang harus mengerjakannya ?" keluh alice


tok...


tok...


"Maaf nona, saya mengganggu waktu anda... " ucap sekertaris minyoung


"Iya ada apa sekertaris young ?" jawab alice

__ADS_1


"Tuan jung hwan dari perusahaan JB group sudah ada di ruang meeting...." jawabnya


"baiklah, ayo kita pergi ke sana !" ucap alice sambil bergegas bangun untuk menemuinya.


"ya ampun, jantungku berdetak kencang...


semoga oppa jung hwan bersikap profesional dalam pekerjaan !


aku takut sekali bertemu dengannya..." batin alice tak siap


Di ruang meeting...


Jung hwan bersama staffnya sudah datang untuk bertemu dengan marven. Perusahaan mereka menjalin kerja sama untuk mengenalkan produk terbaru mereka yang telah mereka sepakati sebelumnya.


Saat melihat pintu terbuka terlihat alice sekertaris young bersama orang yang ia rindukan selama ini. Wanita yang selalu ada dalam fikirannya, yang semakin hari semakin dewasa, anggun, sexy dan cantik tentunya. Sekarang berada dihadapan dirinya.


"Bukankah tuan marven yang seharusnya ada disini ?


kenapa ada orang lain yang bertemu dengan saya ?" ucap jung hwan sinis


deg...


Seketika jantung alice berhenti berdetak saat jung hwan mengucapkan dirinya sebagai orang lain.


"Maafkan saya tuan...


tuan marven sedang ada tour bersama dengan boybandnya..


jadi di sini nona alice yang akan menggantikan tuan marven tapi, anda tenang saja kemampuan nona alice tidak perlu diragukan lagi..

__ADS_1


saya jamin... " ucap sekertaris young jujur


Alice masih memandang jung hwan yang tidak mau menatap dirinya. Jujur, dalam lubuk hati alice yang terdalam dirinya merasa sakit saat jung hwan menganggapnya sebagai orang lain.


Sakit, saat kebersamaannya selama 15 tahun dianggap tak berarti apa pun. Setelah, dewasa mereka seperti orang asing yang tak pernah mengenal.


Jika boleh, alice ingin sekali menangis untuk saat ini.


Tapi, dirinya tidak boleh egois untuk sekarang. Proyek kerja sama hari ini tidak boleh gagal karena taruhannya adalah perusahaan mereka akan tercoreng buruk di mata dunia.


Dengan segenap kemampuan yang dia miliki alice berusaha mepresetasikan proyek mereka dengan jelas, padat dan tegas.


"Baiklah, saya setuju dengan semuanya..


jadi kita tinggal buat perincian biaya untuk membangun pabriknya dan segera mungkin untuk bisa memproduksi masal produk kita... " ucap jung hwan dingin


"Terima kasih tuan..." ucap alice sambil tersenyum


deg...


deg...


jantung jung hwan berdegub kencang saat melihat senyum yang ia rindukan bisa ia lihat kembali.


"Ternyata aku masih tidak bisa untuk melupakanmu baby... " lirih jung hwan dalam hati


Dengan dingin dan acuh jung hwan pergi meninggalkan ruangan tersebut tanpa menjawab lontaran kata terima kasih dari alice.


"Oppa.... aku rindu kamu yang dulu..... " lirih alice dalam hati tak kuat melihat perlakuan jung hwan yang mengacuhkannya.

__ADS_1


__ADS_2