Tak Kusangka Cinta

Tak Kusangka Cinta
Eps 19


__ADS_3

Marven merasakan haus di tenggorokkannya ia pun menekan tombol agar perawat yang berjaga di depan untuk masuk ke dalam kamar.


Karena, telinga alice yang sensitif dia membuka matanya dan melihat mata marven terbuka.


"oppa sudah bangun ?" tanya alice sambil bangun


"apa oppa membangunkanmu ?....


oppa.... " kata-kata marven terputus karena perawat pribadinya masuk ke dalam


"maaf, tuan bisa saya bantu ?" tanya perawat pria itu


"ah, saya haus tolong ambilkan minum... " ucap marven


Dengan segera perawat mengambilkan air untuk marven minum. Tapi, alice segera meminta perawat untuk memberikannya pada dirinya.


"kenapa minta perawat ngg bangunin el ?" tanya alice sambil memberi segelas air untuk marven dan membantunya untuk duduk


"adik oppa, sedang tidur nyenyak...


oppa tidak tega !


membangunkanmu el !" ucap marven setelah menengguk habis air dan memberikan gelas kosongnya pada alice


"el, kan yang akan rawat oppa jadi jangan sungkan !


kecuali kalo ngangkat oppa ke kamar mandi el ngg kuat.. heheh.... " cengir alice


"ya udah... el bikinin sarapan buat oppa !


bagaimana dengan bubur seafood ?" tambahnya


"ngg cape hmm ?" Tanya marven sambil mengusap kepala alice.


Alice menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Ia pun keluar dari kamar marven lalu menyuruh perawat untuk membawa marven ke kamar mandi dan pelayan membereskan isi kopernya ke dalam lemari. Sedangkan dirinya pergi ke dapur untuk memasak.


1 jam dirinya membuat sarapan untuknya dan marven. Lalu membersihkan diri terlebih dahulu baru dirinya mengajak marven untuk sarapan.


Alice masuk ke dalam kamar marven bersama pelayan sambil membawa makanan untuk marven dan dirinya.


"Wuah, oppa ku sudah tampan !" ucap alice sambil tersenyum


"ayo kita sarapan dulu !" tambahnya


"ternyata 6 bulan tidak bertemu adik oppa bisa menggombal juga !"


"ah, oppa...


aku berkata jujur tahu !


lihat fans mu itu sampai beribu-ribu memanggil nama oppa !"


"terima kasih...


"terima kasih... " ucap alice sambil tersenyum


Alice mulai menyuapi marven dengan telaten. Sesekali marven juga menyuruh alice untuk menyuapi dirinya sendiri. Jadilah mereka makan bubur berdua satu mangkok.


Selesai makan perawat membawakan obat yang harus dimakan marven. Setelah, semua beres alice meminta penjelasan pada marven sebenarnya apa yang terjadi sampai kepala dan kakinya di perban.


Dan kenapa marven tidak di rumah sakit.


" oppa waktu itu naik motor untuk menghindari sasaeng yang mengejar oppa....


Karena malam itu oppa mengebut dan saat ada kucing yang akan melintas oppa terkejut dan menabrak pagar pembatas untuk menghindari kucing itu !" jelas marven


"kaki oppa retak dan kepala oppa robek...


sebenarnya kejadiannya udah 3 hari yang lalu..

__ADS_1


itu sebabnya oppa tidak bisa ke london untuk menghadiri acara wisuda kamu sayang !"


"oppa bosan di rumah sakit jadi meminta di rawat di rumah..


setiap jam 10 pagi dan 7 malam dokter akan ke sini untuk memantau keadaan oppa !"


"oppa sebenarnya tidak mau memberitahumu..


apalagi dady dan momy karena oppa tahu 4 hari lagi pesta pernikahan al dan pertunanganmu akan diadakan !"


"Tapi, mungkin sekertaris lee tidak tega melihat oppa yang merindukanmu !


jadi oppa hanya memintamu untuk menemui oppa !


bukannya menyuruh merawat oppa di sini !" ucap marven


"Dasar oppa bodoh....


pesta bisa kapan saja diadakan !


tapi, untuk kesehatan oppa itu lebih penting...


lagi pula el tidak terlalu memperdulikan pesta itu" ucap alice


"karena yang terpenting lelaki itu dengan gentle melamar el di depan keluarga dan mengakui cintanya di depan orang tua el..


jadi el ngg terlalu mementingkan pestanya !"


"Tunangan el juga pasti mengerti !


aku sayang oppa melebihi apa pun di dunia ini..


jadi jangan berkata seperti itu... " tambahnya


Marven tersenyum mendengar penuturan sang adik yang ternyata mengkhatirkannya dan menyayanginya sedalam itu.

__ADS_1


__ADS_2