
3 bulan kemudian....
Kebahagiaan jung hwan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata saat memeriksakan kandungan alice ke rumah sakit. Dirinya begitu antusias menanyakan segala tentang calon bayi mereka.
Alice hanya tersenyum melihat jung hwan yang begitu detail menanyakan ini dan itu padasang dokter. Dan dkter menjawab dengan sabar dengan segala pertanyaan jung hwan.
"Sayang... kamu tunggu di sini yah...
aku nebus resep ini dulu ke sana !" ucap jung hwan sambil mengusap pucuk kepala alice
"iyah.... " jawab alice.
Jung hwan pun pergi meninggalkan alice yang duduk di kursi dekat taman rumah sakit menuju apotek rumah sakit tersebut sambil memakan buah yang jung hwan belikan untuknya sebelum ke rumah sakit.
Sesaat setelah jung hwan meninggalkan alice sendiri dan menikmati buahnya. Mata alice tertuju pada seseorang yang ia kenal sedang berjalan menuju lift.
Bukankah itu kak mario dan kak sean ?
kenapa mereka ada di sini ? batin alice
Karena, penasaran alice mengikuti mereka yang masuk ke dalam lift. Dan lift tersebut berhenti di lantai 12 Segera dirinya masuk ke lift lain untuk segera menyusul mereka.
Saat keluar dari lift alice menyusuri lorong dan melihat richard sedang mengobrol dengan mario dan sean.
Dengan bersembunyi di balik dinding alice berusaha menguping pembicaraan mereka.
"Jadi bagaimana keadaannya ?" tanya mario
__ADS_1
"yah, dokter bilang butuh proses untuk membuatnya sembuh kembali seperti dulu !" jawab richard
"Sekarang dia sudah tidak apa-apa !" tambahnya
"Kasian dia...
pasti sangat berat baginya melewati ini semua !" ucap sean sedih
Dibalik dinding alice bertanya-tanya dengan apa yang mereka bicarakan. Dan siapa yang mereka sebut dia itu. Terlihat seseorang keluar dari salah satu ruangan.
"Terima kasih dok,,,
kami akan selalu menjaganya dengan baik !" ucap alex sambil mendorong kursi roda keluar ruangan
"oppa zayn..... " lirih alice saat melihat orang yang duduk di roda pasien dengan alex yang mendorongnya.
"el.... baby..... " ucap mereka berbarengan terkejut melihat alice yang ada di depan mereka.
Sementara zayn diam mematung tanpa ekspresi duduk di kursi roda.
"Apa ada yang mau menjelaskan sesuatu padaku ?" tanya alice dengan derai air mata
"aaarggghhhtt........" teriak zayn kesakitan sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan
"oppa......" ucap alice sambil membantu memegang kepalanya
Zayn menatap wajah alice dengan alice beruraian air mata. Terlihat kekhawatiran alice pada mantan tunangannya itu.
__ADS_1
Mata mereka saling beradu seperti ada kerinduan yang lama tersimpan dalam mata keduanya. Saat mereka saling menatap seperti ada gulungan roll film kembali berputar di otak zayn.
"Alice.... " ucap zayn sambil menggenggam tangan alice
Tiba-tiba rasa sakit yang dirasakan zayn hilang dan malah ia ingat wanita yang ada dihadapannya itu kembali datang.
Terlihat dari raut wajah zayn yang tadi kesakitan sekarang senyumnya terpancar saat alice memegang kepalanya.
Alex, sean, richard dan mario terkejut karena zayn mengenali alice. Karena, sebelumnya zayn tidak mengenal siapa pun.
"Sayang...
kamu kemana saja ?
apa kamu tidak merindukanku ?" tanya zayn lagi sambil membawa alice ke dalam dekapannya
"Aku sangat merindukanmu...." tambahnya di sela-sela pelukkan mereka.
Alice merasa bingung dan meminta penjelasan pada alex cs dengan mata tajamnya.
"Ayo kita pulang...
bukankah, sebentar lagi kamu ulang tahun ?
kamu sudah berjanji akan menerima lamaranku saat usiamu genap 20 tahun !" ucap zayn bahagia
Alice hanya bisa mematung mendengar ucapan zayn yang ada di pelukkannya.
__ADS_1
"Oppa...." lirih alice.