
"Apa ?
cinta ?" jawab alice terkejut sambil melepas pelukkan jung hwan
"Apa secepat itu oppa sudah mencintai el ?" tambahnya
Jung hwan menatap alice dan langsung menariknya duduk diatas ranjang kamar yang memang sudah tersedia di sebelah ruangannya
Ruangan yang sengaja di buat untuk melepas penat dan lelah atau dirinya harus terpaksa tidur disana jika lembur di kantor.
"baby, apakah jika aku berkata jujur kamu akan menerima semuanya ?
dan berjanji tidak akan meninggalkanku ?" tanya jung hwan serius sambil menggenggam tangan alice dan sebelahnya lagi mengusap pipinya lembut.
Alice menganggukkan kepalanya pertanda setuju sambil menatap jung hwan.
"apa kamu yakin ?
aku takut saat aku berkata jujur kamu akan membenciku... " ucap jung hwan ragu
"Aku berjanji oppa...
bicaralah !!" ucap alice yakin
huufh...
Jung hwan menghembuskan nafasnya berat
"Saat aku berumur 7 tahun, aku jatuh cinta dengan seorang wanita yang masih berumur 4 tahun..
gadis kecil yang ceria dan polos !
Seiring waktu berlalu gadis kecil itu berubah menjadi wanita yang sangat cantik... "
"Saat remaja aku kira aku sudah melupakan perasaan itu. ..
__ADS_1
apalagi wanita itu selalu diperebutkan oleh banyak lelaki..
Jadi saat itu aku berfikir untuk menyimpan perasaanku sendiri... "
"Mungkin menjadi sahabatnya adalah hal yang tepat agar aku bisa selalu dekat dengannya... Tapi, semua berubah saat aku akan pergi ke london untuk mengungkapkan cinta itu yang lama terpendam !
aku malah mendapat kabar jika wanita itu dijodohkan oleh keluarganya... "
"Aku berusaha tegar dan menerima semuanya..
tapi, di sini sangat sakit by.... " ucap jung hwan sambil menujuk dadanya
"Sakit dan perih sekali saat aku melihat kemesraan kalian di depan mataku... "
"Aku marah, aku kecewa !
kenapa orang tua kita tidak menjodohkan kita yang sudah dekat dari kecil..
kenapa orang lain ?" ucap jung hwan emosi dan meluapkan isi hatinya
Alice langsung memeluk jung hwan dan berusaha menenangkannya.
aku yang lebih dahulu bersamamu by....
jadi waktu itu aku bermain dengan wanita-wanita diluar sana agar aku kamu bisa merasakan apa yang kurasakan !" ucap jung hwan sambil menangis
"Merasakan bagaimana sakitnya ditinggalkan oleh orang yang selalu ada di hidupmu..
bagaimana sakitnya dilupakan dan ditiggalkan oleh orang yang sellu bersamamu..
itu sebabnya aku selalu bersikap dingin dan arogan jika bertemu denganmu... " tambahnya
"maafkan aku oppa....
maafkan aku karena membuat luka itu di hatimu...
__ADS_1
Aku tidak tahu ternyata selama ini aku yang selalu menyakitimu !" ucap alice ikut menangis
"jangan menangis by...
Aku yang salah, karena tidak berkata jujur dari awal !!
Maafkan aku.... " ucap jung hwan sambil menangkup wajah alice dan menghapus air matanya
"Oppa.... "
"Mari kita jalani pernikahan ini dengan sungguh-sungguh sampai maut memisahkan kita..
izinkan aku untuk terus mencintai dan melindungimu seumur hidupku...
ayo kita sama-sama berjuang untuk membangun keluarga kecil kita !
apa kamu mau sayang ?" tanya jung hwan
"Yang lalu biarlah berlalu...
sekarang kita rankai masa depan bersama dan lupakan masa lalu dan menyimpanya sebagai kenangan saja..
karena sekarang kita hanya perlu menatap masa depan saja.... " tambahnya
"Iya, oppa aku mau.... " ucap alice yakin
"Terima kasih sayang..... " ucap jung hwan sambil mengecup kening alice.
Selesai dengan pembicaraan dari hati ke hati yang menguras emosi dan tangis. Jung hwan mengajak alice untuk cepat pulang.
Dirinya sudah tak sabar untuk bisa bermanja dengan sang istri di rumah.
"Maafkan aku sayang...
aku belum bisa mengatakan semuanya...
__ADS_1
hanya sebagiannya saja...
aku takut jika aku mengatakan semuanya apakah kamu masih mau berada disisiku ?" lirih jung hwan dalam hati