
Jung hwan memangku alice dan membawanya duduk di sofa. Karena terus diam mematung di depan kamar mandi tanpa sepatah kata apapun dengan membawa hasil tes kehamilannya.
Dirinya langsung merebut alat tes tersebut yang menunjukkan hasil yang dokter sudah perkirakan.
"Aku akan menjadi ayah ?" ucap jung hwan bahagia dalam hati.
Berbeda dengan alice hanya semenjak tadi hanya diam saja. Sampai jung hwan merasa bingung sendiri harus berbicara apa dengan alice.
"Menangani client ternyata lebih mudah dari pada menangani istri yang marah !" batin jung hwan.
Sedangkan, alice masih dengan fikirannya sendiri. Dirinya masih terkejut dan tidak menyangka akan mengandung secepat ini.
"ada bayi diperutku ?
lalu apa yang harus aku lakukan sekarang ?" tanya alice dalam hati sambil mengusap perut ratanya.
Jung hwan yang melihat alice mengusap perutnya merasa gemas dan membawa alice agar duduk di pangkuannya.
Jung hwan menatap alice yang semenjak tadi melamun sambil ikut mengusap perut alice.
"Anak ayah...
suruh bundanya makan yah !
biar kamu cepat besar... " ucap jung hwan pada perut rata alice.
Alice menatap jung hwan dengan deraian air mata.
"Sayang.... kenapa kamu menangis ?" tanya jung hwan khawatir sambil menangkup kedua pipi alice
"Apa perkataanku ada yang salah ?
jika ia..
aku minta maaf sayang.... " tambahnya
__ADS_1
"hiks... hiks...
oppa jahat...... " jawab alice sambil menahan tangisannya
"Maaf,,, maafkan aku sayang..... "
"Kenapa oppa tega ngelakuin itu semua pada el ?
salah el apa sama oppa ?" tanya alice mengutarakan isi hatinya.
Jung hwan merasa bersalah dan memeluk alice erat.
"Apa kamu tidak bahagia dengan pernikahan kita ?
Apa kamu tidak senang dengan adanya aku disisimu baby ?" tanya jung hwan sedih
"Aku bisa saja melepasmu sekarang jika memang kamu yang meminta !" tambahnya
deg...
Jantung alice seketika terasa berhenti berdetak saat jung hwan seakan-akan akan pergi meninggalkannya.
"aku tahu by...
kesalahanku dimasa lalu memang tidak bisa dimaafkan !"
"menjebakmu dan memaksamu agar bisa menerima aku yang hanya kamu anggap sahabat saja...
Seharusnya aku sadar diri dan tidak memaksakan obsesiku yang ingin memilikimu seutuhnya dan menjadikanmu satu-satunya untukku !"
"Maafkan aku... maafkan aku by.... " ucap jung hwan sambil menangis.
Tangan alice terulur mengusap air mata jung hwan yang menetes deras dari sudut matanya.
cup...
satu kecupan alice berikan pada bibir jung hwan lembut
__ADS_1
"Maaf.... " ucap alice setelah melepas kecupannya
"baby.... " ucap jung hwan tak percaya
Alice kembali mengecup bibir jung hwan lagi. Tapi, sekarang jung hwan yang memimpin dan memperdalam ciuman mereka.
Karena, terbawa suasana alice membiarkan jung hwan mengeksplor bibir dan dalam mulutnya.
Alice hanya bisa mengikuti permainan yang jung hwan pimpin sambil memejamkan matanya.
kruyuuuk...
kruyuk...
Jung hwan melepas pangutan mesra dan panas mereka saat mendengar perut alice berbunyi.
"bayi kita sepertinya lapar sayang... " ucap jung hwan sambil mengusap perut alice
Alice hanya tersenyum malu menjawab ucapan jung hwan.
"Baiklah, kita lanjutkan nanti..
sekarang kamu makan dulu !" ajak jung hwan sambil bergegas mengambil piring tadi yang tersimpan di meja dekat ranjang.
Saat jung hwan mencoba menyuapi alice. Alice menggelengkan kepalanya.
"Kenapa hmm ?
apa kamu tidak mau disuapi oleh suamimu ?" tanya jung hwan
"bukan .... " jawab alice
"terus kenapa ?"
"nasinya kebanyakan sayang...
mulutku ngg muat !" ucap alice cemberut
__ADS_1
"hahaha ..... maaf sayang.... " ucap jung hwan sambil tertawa