
Diana masih menceritakan tentang Riki dan dirinya pada Alex. '' dia pindah ke luar kota dan melanjutkan sekolah nya di sana. Ga pernah ngabarin aku sama sekali. Dulu dia gendut dan berkaca mata. Tapi sekarang kurus dan makin jelek aja. Hahaha.... Weeekkk''. Diana menjulurkan lidah nya pada Riki sambil terkekeh melihat raut wajah Riki yang cemberut..
Riki dan Alex pun terkekeh melihat tingkah Diana. Baru kali ini Alex melihat Diana yang becanda tanpa canggung. Alex baru menyadari sesuatu yang berbeda dari Diana. Seperti bukan Diana yang biasanya tapi Diana yang berbeda.
''ahh benarkah kalau aku sekarang jelek dan kurus. Tapi ko para wanita mengejar ngejarku.bahkan mereka rela melakukan apa saja demi aku.hahaha tapi aku nya ga mau''. Ucap Riki
Diana memutar bola matanya dengan malas. '' ihhh geer banget sih jadi cowok sok kegantengan''..
Riki terkekeh melihat Diana,bagi nya Diana terlihat menggemaskan.. '' hahaha biarin,emang pakta nya seperti itu ko''.
Riki lalu melihat Alex dan menanyakan sesuatu pada Diana. '' Di Alex siapa nya kamu,ko kamu ke sini padahal kan kamu ga kerja di sini''.
Diana yang dari tadi asik sama Riki sampai lupa kalo ada Alex dan sekretaris nya Riki. '' ahh ya aku lupa kalau kesini tuh mau ngajak Alex makan siang bareng,Alex maaf ya aku jadi sampai lupa gara gara Riki dari tadi ngajakin ngobrol mulu''.
Alex lalu mengangguk,'' iya gapapa ko,santai aja ''.
'' Ki, Alex tuh teman aku''. Ucap Diana karena dia ga mau kalau Riki tau kalau Alex adik ipar nya..
'' ohhh temen, kirain pacar''. Ucap Riki
Alex dan Diana membalas nya dengan senyuman saja.
Diana melirik arlojinya, jam sudah menunjukkan pukul dua belas lewat. Jam makan siang sudah dari tadi tapi mereka malah asik ngobrol. Lalu Diana mengajak Riki sama sekretaris nya untuk makan siang bersama.
'' yuk kita makan siang dulu,aku dah laper nih.. Riki kamu mau bareng ga ?''. Tanya Diana
__ADS_1
'' aku sih ayuk aja. Kamu mau ikut ga Ken ''. Ucap Riki
'' saya akan ikut kemana pun tuan pergi''. Ucap sekretaris Ken
''oke''. Ucap Riki
Lalu mereka pergi keluar kantor. Dan masuk ke dalam mobil Riki. Sekretaris Ken yang mengendarai mobil nya. Lalu mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. Mereka menuju restoran yang dekat dengan kantor. Hanya menempuh 15menit saja baru sampai ke tempat tujuan.
Mereka masuk kedalam restoran. Lalu menuju meja pojok dekat kaca. Dan pelayan restoran datang membawa buku menu..
''mbak aku mau ini ini ini ini dan ini ya minum nya''. Ucap Diana sambil menunjuk makanan yang dia pesan di buku menu
3 pria pun kaget dengan pesanan Diana yang banyak. Lalu mereka memesan makanan dan minuman. Pelayan restoran pun mencatat pesanan nya. Lalu mengecek ulang pesanan nya. Lalu dia pun pergi.
'' Di kamu pesan makanan nya banyak banget. Emang kamu sanggup ngabisin nya''. Tanya Alex
Tiga pria itu hanya terkekeh dengan tingkah Diana. Diana yang merasa di tertawakan hanya diam saja sambil senyum senyum sendiri tanpa memperdulikan mereka.
Setelah menunggu beberapa menu akhirnya pesanan mereka datang. Pelayan restoran itu menata makanan nya di atas meja.
Lalu mereka makan makanan yang mereka pesan. Diana yang sedari tadi sudah lapar,langsung makan dengan lahap. Para pria itu tak bisa pokus sama makanan mereka karena Diana makan nya cepat banget. Sampai makanan nya belepotan di pinggir bibir nya. Alex repleks mengambil tisu dan mengelap sisa saus di sisi bibir Diana. Diana terkejut dengan sikap Alex.
''ahh sory Di,ada saus di pinggir bibir kamu''. Ucap Alex
Diana repleks langsung memegang tangan Alex yang hendak membersihkan sisa saus nya. '' lex biar aku aja sendiri. Ga papa ko. Makasih ya''. Seketika wajah Diana menjadi merah karena malu
__ADS_1
Riki yang melihat nya hanya geleng geleng kepala.
Tiba tiba saja Diana menyodorkan makanan yang dia makan ke depan Alex. '' Alex... Aaaa dong! ''.
Alex kaget tiba tiba saja Diana bertingkah aneh. '' apaan sih Di,ga mau ahhhh''.
'' Alex ayo dong, aaaa buka mulut nya''. Rengek Diana
Alex masih tetap menutup mulut nya karena tidak mau di suapin Diana.
Riki yang melihat nya merasa aneh,kenapa Diana bersikap seperti itu.
'' Riki kamu aja deh,coba aaaa buka mulut nya''. Ucap Diana
Riki lalu membuka mulutnya dan menerima makanan yang ada di sendok Diana. Mulut nya penuh makanan yang Diana berikan. Diana menyuapi Riki terus menerus sampai habis makanan nya.
'' Diana udah,kamu lanjut makan lagi gih''. Riki menolak halus
Diana lalu melanjutkan makan nya. Sampai habis tak tersisa. Mereka semua geleng geleng kepala. Makanan segitu banyak nya dia habis kan sendiri. Diana hanya tersenyum melihat mereka yang sejak dari menatap nya dengan tatapan aneh.
Kemudian mereka pun kembali lagi ke kantor,sesudah membayar bill makanan. Diana pun ikut. Di dalam perjalanan Diana tertidur. Riki Alex dan sekretaris Ken hanya diam saja. Sesampainya di kantor, tadi nya Alex mau membawa Diana ke dalam ruangan. Tapi di cegah Riki, karena ruangan Alex hanya ada sopa kecil tidak di dalam ruangan Riki yang ada kamar tempat tidur.
Dengan terpaksa Alex mengiyakan nya. Dan saat Alex mau gendong Diana. Lagi lagi Riki menolak nya,Riki ingin sekali hari ini bersama Diana karena sudah lama tidak bertemu dengan nya..
Riki lalu menggendong Diana ke dalam ruangan nya. Semua karyawan melihat pemandangan yang tak pernah mereka lihat selama bekerja di kantor Riki. Karena Riki di kenal dingin dan kaku.
__ADS_1
Lalu Riki membaringkan Diana di kasur dengan sangat pelan, dia menutup pintu nya dengan hati hati hampir tak ada suara. Setelah itu dia kembali dengan berkas yang sudah menumpuk di meja kerja nya.