Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah

Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah
33


__ADS_3

Diana masih menundukan kepalanya, dia merasa kecewa karena Riki sudah menikah dan memiliki dua anak kembar. Dilihatnya oleh Diana, Riki begitu menyayangi mereka. Tapi yang di pikirkan Diana, dimana istrinya Riki? Disini hanya ada mamanya saja bersama pengasuh si kembar.


Diana memberanikan diri untuk bertanya agar tak mengganggu pikirannya. ''Ki, dimana istri kamu? Ko aku ga lihat sih''. Tanya Diana penasaran dengan wajah sedikit sendu karena tak terima jika Riki sudah menikah padahal baru lulus SMA pikir Diana.


Riki tersenyum dan menghampiri Diana bersama Leonard di gendongannya Riki. ''kenapa? Ko bertanya seperti itu hmmm. Oh ya kenalkan ini namanya Leonard dan yang di gendong mama namanya Leana''. Ucap Riki sedikit menggoda Diana, membuat Diana semakin memanas.


''ahh tidak, bukannya kita baru lulus SMA ya ko udah punya anak aja, kapan nikahnya dan apa karena-


Diana men-jeda perkataannya takut membuat Riki tersinggung oleh ucapannya tadi, ekor mata Diana sedikit melirik Riki. Dan itu tak luput dari pandangan kedua orang tua Diana dan Caroline.


Riki sudah mau menjelaskan tapi lagi lagi dia tak bisa karena sudah di dului oleh Doni. '' Diana, kamu ga ingat kalau kamu udah menikah?'' sontak membuat Diana kaget dengan ucapan Doni barusan.


''a-apa?menikah! Kapan? Bukannya Diana baru lulus sekolah, papi jangan becanda deh'' ucap Diana tak percaya


''kamu sudah menikah sayang, dan umur pernikahan kamu sudah dua tahun lebih''. Ucap Doni lagi lagi membuat Diana kaget tak percaya.


Diana melirik Mia dan meminta menjelasan maksudnya semua ini,dan di balas anggukan oleh Mia. Lagi lagi Diana tersentak kaget, Diana mencoba mengingat kapan dia menikah?. ''akhhhh stt '' Diana menyerengit sambil memegang kepalanya yang terasa sakit saat mencoba mengingat kapan dia menikah. Dan sontak saja membuat semua orang disana kuatir termasuk Mia yang segera menghampiri Diana.


''kamu gapapa sayang?''


''akhh sakit Mam, kepala Diana sakit saat Diana ingin mengingat kapan Diana menikah, dan dengan siapa Diana menikah Mami?''. Ujar Diana, mampu membuat Mia menggelengkan kepala.


''sayang, jangan dipaksakan ya? Nanti malah membuat mu tambah sakit'' ucap Mia lembut dan di angguki oleh Diana.

__ADS_1


Riki sebenarnya ingin bicara namun dia urungkan niatnya, karena ingin tau apa rencana Doni berbicara seperti itu. Doni yang tau apa yang di pikirkan Riki, mengajak Riki ke luar sebentar dan mengajak Caroline berserta Mia.


''Diana, kamu istirahat ya. Kamu kan baru sadar kembali dan masih membutuhkan banyak banyak istirahat. Papi sama Mami mau keluar dulu''. Ucap Doni pelan dan lembut. Diana hanya mengangguk pasrah, dan sebenarnya Diana masih banyak pertanyaan tapi dia urungkan karena mereka semua sudah pergi dan tinggal dia sendiri.


 


Riki menatap Doni tajam, Doni yang di tatap pun menghela napas pelan.


''Maksud om apa?'' ucap Riki meminta penjelasan


''Riki, tolong bantu om. Om tidak tau lagi harus apa dan gimana?. Om bingung''. Ucap Doni lemah


"minta tolong apa om?". Ujar Riki


" apa! Om jangan becanda" ucap Riki masih tak percaya


"om ga becanda Ki, om mohon". Ujar Doni merendah dan tangannya dia katupkan di depan wajahnya. Seperti orang yang sedang memohon. Membuat Riki tak tega dan akhirnya Riki dengan terpaksa mengiyakan permintaan Doni yang menurut Riki sangat konyol.


"iya om, Riki mau. Tapi bagaimana kalau-


Riki menjeda ucapannya takut kalau Doni marah.


''kalau apa Ki?'' tanya Caroline

__ADS_1


''gak Mah, takut nanti suaminya Diana tau'' ucap Riki pelan takut di dengar oleh Doni dan Mia


''kamu ga usah kuatir Ki, om sudah menggugat cerai suaminya Diana. Jadi secara hukum dan agama Diana sudah resmi bercerai''. Ucap Doni yang tau maksud dari ucapan Riki barusan.


''baiklah om Riki mengerti. Nanti Diana akan tinggal dimana om?'' tanya Riki


''sebaiknya Diana tinggal di rumah kamu saja Ki, mmm apa Bu Carol setuju'' ujar Doni cemas


''kalau saya, gimana anak saja pak Doni. Saya tidak keberatan sama sekali karena rumah nantinya akan ramai dengan si kembar'' ucap Caroline sambil tersenyum


''iya Carol, maaf kalau saya selalu merepotkan kalian'' ucap Mia lirih merasa tak enak jika harus melibatkan mereka lagi


''tak apa, kita kan teman Mia. Jangan sukan pada kami, oke'' ucap Caroline menyakinkan


''terima kasih Carol, Riki. Sekali lagi terima kasih. Saya akan mengurusi semuanya. Biar kelihatan seperti beneran kalau kalian sudah menikah''. Ucap Mia bahagia


''sama sama Mia, sekarang sebaiknya kita bilang pada Diana, biar dia tidak penasaran dan memikirkan perkataan Doni barusan''. Ucap Carol di setujui oleh mereka semua.


.


.


.

__ADS_1


Mohon dukungan nya, jangan lupa Like comen dan vote biar tambah semangat 😊


__ADS_2