
Sore harinya mereka berbincang bincang di taman belakang yang memang ada danau kecil. Membuat suasana seakan akan terasa nyaman. Alex menceritakan kisah cinta nya bersama Diana walau singkat tapi melekat di hatinya.
Roy sebagai pendengar setia hanya manggut manggut saja. Baru kali ini Alex begitu mencintai seorang wanita. Sampai membuat hati nya galau.
Keesokan harinya di villa
Alex mendapat kabar bahwa kakanya akan menikah. Bulan depan pernikahan nya akan di langsungkan secara mendadak. Mendapat kabar pernikahan kakaknya membuat hati Alex sesak dan menitikan air mata. Entah sesakit apa hatinya hingga tak bisa menahan air matanya.
Alex menangis dan berteriak sangat kencang. Dia mengamuk dan membating benda yang ada di dekat nya. Dia menangis histeris karena kecewa dengan beritanya di pagi hari.
Roy yang mendengar teriakan Alex langsung berlari menghampiri kamar Alex. Roy mengetuk ngetuk pintu berharap Alex membukanya. Namun suara teriakan dan terdengar suara benda pecah membuat Roy semakin panik dan mendobrak pintu kamar.
Setelah pintu kamar berhasil di dobrak Roy melihat Alex duduk di lantai dengan keadaan yang sudah berantakan. Kamar pun seperti kapal pecah. Barang barang bertaburan di mana mana. Terdapat pecahan kaca. Cermin pun hancur. Tangan nya Alex penuh darah segar.
Roy panik dan memanggil pembantu villa. Roy mencoba menenagkan Alex yang semakin histeris. Tak henti nya Roy memeluk Alex sampai membuat Alex sedikit tenang.
Masih terdengar suara isak tangis Alex di pelukan Roy. Alex gumam guman kecil membuat Roy tau penyebab nya Alex seperti ini.
''siapa gadis itu yang membuat Alex seperti ini. Baru kali ini melihat Alex menangis dan frustrasi ''. Batin Roy
Diana ternyata menerima lamaran Rendy. Rendy yang tak mau berpisah dengan Diana akhirnya menerima kekurangan Diana. Itu juga karena kesalahan adiknya.
Diana di buat bimbang dengan perasaan nya. Gimana kalo dia hamil anak Alex dan gimana perasaan Alex saat ini.
__ADS_1
Membuat Diana tak lepas dari lamunan nya.
Sementara Rendy. Masih kesal dengan kelakuan adiknya. Kalo saja adiknya tidak memaksa Diana mungkin dia tidak akan semarah ini.
Sebulan berlalu. Hari pernikahan Rendy
Di sebuah pelaminan Rendy dan Diana. Disana mereka tampak serasi. Mereka tersenyum dan menyapa para tamu undangan. Namun di sudut ruangan tampak wajah masam tak suka melihat mereka bersanding.
Dia gumam guman kecil menatap tidak suka. Memaki dan mencerca setiap kata di bibirnya. Lalu meninggalkan pesta itu.
Dia menghubungi sahabat nya untuk datang ke klub malam. Disana dia memesan banyak minuman. Dia sangat menikmati malam ini dengan dengan kesedihan dan minuman.
Sahabat nya pun datang dan melihat nya yang sudah mabuk berat. Yah siapa lagi kalo bukan Alex dan Roy. Roy membawa Alex pergi dari klub malam dan membawanya pulang ke apartemen nya.
Roy tak habis pikir sama kelakuan sahabatnya. Dia sampai seperti ini gara gara seorang gadis. Bahkan dia melihat sahabatnya seperti orang gila. Membuat sikap nya berbeda sangat drastis.
Roy lalu membawa Alex kekamar nya. Dia membaringkan Alex di kasur nya. Roy melihat Alex yang sudah tertidur akhirnya pergi ke kamar tamu untuk menginap di apartemen Alex.
Hari berlalu Alex setiap akhir pekan selalu datang ke klub malam untuk bersenang senang. Dan sahabat nya pun tak bisa berbuat apa apa. Semakin hari kelakuan nya semakin parah. Membuat Roy sangat kuatir dengan keadanya.
Roy tak bisa berbuat apa apa kepada sahabat nya. Bahkan sekarang Alex sangat kejam kepada setiap gadis yang mencoba mendekati nya.
Di apartemen Rendy
__ADS_1
Hari ini Rendy pagi pagi sekali datang ke kantor karena ada mitting penting bersama kolega bisnis nya. Karena terburu buru dia tak membangunkan istri nya yang sedang tertidur. Rendy langsung meninggalkan apartemen nya.
Diana baru bangun tidur. Dia tak melihat Rendy di sampingnya. Saat Diana mau turun dari atas kasur. Dia merasa lemas dan kepalanya terasa pusing sekali. Dia urungkan niat nya untuk tidak turun dulu dari atas kasur..
Tapi tiba tiba perut nya merasa mual dan dengan segera dia lari ke kamar mandi. Hoek hoek dia muntah. Tapi hanya memuntah kan cairan berwana kuning saja. Perutnya terasa sakit sekali dan mualnya pun belum hilang.
Badan nya terasa lemas dan pusing nya makin parah. Seketika Diana ambruk tak sadar kan diri di kamar mandi.
Rendy menyuruh Alex untuk pergi ke apartemen nya. Untuk mengambil berkas yang tertinggal di ruang kerja nya. Alex sempat menolak tapi kakak nya memaksa. Akhirnya dengan terpaksa Alex menuruti kakaknya.
Alex menghubungi kakak nya kalo di apartemen tak ada yang membuka pintu dan tak ada seorang pun yang membukakan pintunya. Rendy menyuruh Alex untuk langsung masuk saja. Mungkin saja Diana pergi ke suatu tempat.
Alex lalu menekan kata sandi di apartemen kakaknya. Suasana nya sepi tak ada Diana di dalam nya. Alex lalu pergi ke ruang kerja kakak nya. Mengambil berkas yang tertinggal. Karena Alex penasaran akhir nya Alex pergi ke kamar utama. Dan membuka pintu kamar disana tak ada Diana. Tapi kamar masih berantakan dan ponsel Diana pun masih di atas meja kamar.
Mana mungkin Diana pergi tak membawa ponsel nya. Alex melihat pintu kamar mandi terbuka. Dia masuk ke dalam kamar mandi dan seketika tubuh nya gemetar melihat Diana di atas lantai tak sadar kan diri. Ada darah di kepalanya. Alex panik,dia langsung menghubungi sahabat nya untuk datang ke apartemen kakaknya.
Alex lalu menggendong Diana ke atas kasur dan membaringkan nya. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Roy sudah datang. Alex menyuruh Roy membawa berkas file kakaknya ke kantor. Dan dia menitipkan pesan bahwa Diana pingsan dan akan di bawa ke rumah sakit karena kepalanya berdarah. Roy lalu pergi ke kantor Rendy.
Sementara Alex membawa Diana ke rumah sakit. Wajah Diana semakin pucat. Alex yang melihat nya tampak kuatir dan menguatkan dirinya agar bisa sampai di rumah sakit.
Setelah sampai di depan rumah sakit dia memanggil manggil perawat. Semua di buat panik oleh Alex. Lalu Diana di bawa ke ruangan UGD untuk di periksa dokter.
Alex merasa cemas dari tadi dia mondar mandir di luar ruangan pintu. Dia berdoa agar Diana baik baik saja.
__ADS_1