
Di ruang makan
''pagi mah, pagi pah'' sapa Riki dan Diana kompak
''pagi juga sayang'' balas Caroline
''tumben kalian bangun kesiangan Ana Riki, dan kamu Riki bukannya ada janji ya?'' tanya Caroline tidak biasanya mereka bangun kesiangan.
''iya mah, tapi mama tenang saja karena sudah di handel sama Ken jadi waktunya bisa di undur beberapa jam lagi'' ucap Riki santai sambil melirik Diana yang sedang menyiapkan sarapan untuknya.
Caroline mengangguk mengerti. '' mah, dimana baby twins ku. Apa mereka sudah bangun'' tanya Riki
''mereka sedang makan Riki, sambil menonton carton kesukaan nya'' ujar Caroline
''carton apa mah?'' tanya Diana ingin tau, dan memberikan sepiring nasi goreng untuk Riki.
''biasa sayang, sikembar kesukaan mereka'' ujar Caroline terkekeh jika mengingat si kembar suka menirukan carton kesukaannya.
''oh... Seperti itu'' sahut Diana dengan wajah polosnya.
Caroline menatap Riki dan Diana intens, dan kemudian tersenyum cerah. Lalu Caroline berbisik kepada suaminya ''Papa, sebentar lagi kita akan punya cucu lagi'' ucap Caroline antusias.
''benarkah mah'' tanya Anton tak kalah antusias nya.
''iya pah, dan lihatlah'' ujar Caroline memberikan kode kepada suaminya. Karena Anton laki-laki yang sangat peka, dia langsung tau arah kode itu. Lalu mereka tersenyum sambil terkekeh, dan itu semua tak luput dari penglihatan Riki.
__ADS_1
''Mama sama Papa kenapa? Riki perhatikan dari tadi senyum-senyum ke gitu, apa ada yang lucu hmmm'' tanya Riki melihat orang tuanya yang berbisik-bisik dari tadi.
''emmm, sayang apa semalam di kamar kalian ada serangga?'' tanya Caroline usil
''serangga'' lirih Riki dan Diana bersamaan.
Diana melirik Riki dan Riki pun sama melirik Diana. ''maksud mama apa?'' tanya Diana tak mengerti dengan ucapan Caroline. ''dikamar tidak ada serangga kok mah'' lanjut Diana lagi.
''benarkah sayang'' ujar Caroline dan langsung di balas anggukan oleh Riki dan Diana secara bersamaa.
''lalu itu, leher kalian kenapa?, apa semalam ada drakula di kamar kalian?'' goda Caroline membuat Diana dan Riki malu, bahkan wajah mereka sudah merah seperti tomat.
''ihhh, mama apaan sih. Riki kan malu mah'' cicit Riki menundukan wajahnya menahan malu.
Diana pun sama malunya, Diana mencoba menutupi tanda merah di lehernya dengan rambut panjangnya dan bibirnya sedikit di kerucutkan.
''iya mah, mama benar kenapa harus malu'' ucap Anton yang masih mencoba menahan tawanya.
''tapi kan tetap saja, Riki malu mah'' rajuk Riki pada mamanya.
''hahaha, lain kali kalau mau keluar tutup dulu itu tanda merahnya. Semua orang tau kalau kamu itu milik Diana Riki'' ucap Caroline semakin menggoda anaknya.
''Mama...... '' teriak Riki manja dan memalingkan wajahnya yang semakin merah. Karena ini hal yang pertama untuk Riki, dan semalam itu adalah hal pertama yang Riki lakukan.
''Mah... Sudah jangan di goda lagi,kasian Riki sama Diana. Lihatlah wajah mereka sudah makin merah saja'' ujar Anton untuk menghentikan istrinya tak menggoda anaknya lagi.
__ADS_1
''iya iya Pah'' ujar Caroline yang masih terkekeh dengan kelakuan mereka berdua.
''mas, aku malu'' lirih Diana pada Riki
''mas juga malu sayang'' balas Riki sedikit berbisik pada Diana.
''ini semua salah mas, kenapa mas harus memberiku tanda ini. Aku kan malu'' ujar Diana merajuk pada Riki dan menunjuk lehernya yang banyak tanda merahnya.
''kamu juga sama Ana, memberiku banyak tanya merahnya. Dan aku juga sama malunya'' ucap Riki sama menyalahkan Diana.
''mas kok nyalahin aku sih'' rajuk Diana
''mas, bukan nyalahin kamu Ana sayang. Tapi ini kan kamu yang duluan'' bela Riki
''tuh kan sama saja, mas nyalahin aku'' Diana semakin merajuk kepada Riki.
''Diana, kok kamu jadi marah gini sih, bukannya semalam kamu menikmati nya'' Sarkas Riki
''mas juga menikmatinya, sampe mas minta lagi dan lagi. Dan mas tak memberiku istirahat sedikit saja''. Bela Diana suaranya makin keras bahkan mereka tak menghiraukan kehadiran orang tua Riki yang masih di meja makan.
''Diana kamu juga sangat menikmati nya, dan lihatlah bukan aku saja yang memberimu tanda, kamu juga. Jadi jangan salahkan mas dong'' sarkas Riki menunjuk lehernya.
''tapi mas....
''udah jangan tapi-tapian, intinya kita sama-sama menikmatinya'' ucap Riki memotong ucapan Diana.
__ADS_1
''kalian ini, kok ribut masalah enak-enak di sini sih, malu tau banyak yang dengar'' ucap Anton merelai mereka
''Astaga'' sahut mereka berdua saat melihat banyak yang melihat ke arah mereka dan orang tuanya sama melihatnya. Wajah mereka semakin merah dan malu.