Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah

Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah
31


__ADS_3

Sudah hampir satu tahun lamanya tapi belum ada tanda tanda Diana bangun. Diana masih betah dengan tidur panjangnya. Tiap hari Mia maminya Diana merawat anaknya dengan baik, mereka sangat bersyukur karena masih ada kesempatan untuk bisa melihat anaknya walau dalam keadaan koma.


''Cepatlah bangun sayang,Mami sangat merindukan kamu dan anakmu juga sangat membutuhkan kamu nak''. Ucap Mia sendu


Diana melahirkan bayi kembar, dengan jenis kelamin Laki-laki dan perempuan. Yang di beri nama sementara Leonard dan Leana oleh Doni papinya Diana. Karena menunggu Diana sadar untuk nama buat bayi kembar nya. Bayi kembar itu sangat lucu dan tidak rewel, mereka di asuh oleh dua baby sister yang nanti mengurus baby kembar.


Dengan sesuai janjinya Riki menganggap anak Diana seperti anaknya sendiri. Ada kebahagiaan tersendiri bagi Riki,bahkan Riki sering bawa si kembar ke rumah orang tuanya. Yah Anton sanjaya dan istrinya Caroline, mereka sangat bahagia karena ada si kembar di kehidupan mereka,dan berharap Diana juga sadar dari komanya.


''Pah, andai saja Riki sudah menikah. Mungkin mama bahagia punya cucu dari Riki''. Cicit Caroline membayangkan Riki sudah menikah dan punya anak.


''iya mah, papa juga. Tapi saat papa liat anak Diana seperti punya cucu sendiri. Kalau melihat mereka sangat lucu dan menggemaskan''.ucap Anton bahagia


''iya pah, mereka sangat mengemaskan''. Ujar Caroline


------


Saat ini Mia sedang membersihkan badan Diana dengan handuk basah, sangat telaten dan hati hati. Walaupun Diana belum sadar juga tapi Mia dan suaminya tetap bersabar dan terus berdoa agar Diana bisa sembuh seperti semula.


Doni dengan nekatnya memutuskan hubungan Diana dengan Rendy. Doni menggugat cerai Rendy karena sudah tidak ada kabar sama sekali dari mereka. Bahkan orang tuanya Rendy tak mengabarinya sama sekali, Doni juga sudah berusaha mencari keluarga Sebastian di Singapura tapi pencarian nya selama ini nihil, mereka seperti di telan bumi saja.


Doni juga sudah mencoba mencari Alex tapi sama saja, pencarian nya tak membuahkan hasil. Doni hanya pasrah dengan takdir Diana saat ini. Dan akan berusaha menjadi ayah yang terbaik untuk Diana.


Setelah selesai membersihkan tubuh Diana, Mia membaringkan sejenak badannya dan tak sadar dia tertidur. Karena lelah sudah berhari hari, berminggu-minggu sampai hampir satu tahun, mengurus Diana tanpa letih dan selalu berdoa agar Diana cepat sadar kembali.


''eghhh stttt akhhh sa sa-kit''


Mia yang sedang tidur terbangun, mendengar suara yang tak asing baginya.


''A-ir a ir''


Mia cepat cepat bangun saat suara itu terdengar lagi. ''a a-ah Diana'' suara Mia terdengar gagap saat melihat anaknya sadar dari komanya.

__ADS_1


''sayang, kamu sudah bangun nak,syukurlah. Mami senang banget nak'' ucap Mia bahagia dan cepat bangkit dari tempatnya menghampiri Diana.


''a air''


''iya sayang, mami ambilkan'' Mia menyuapi air putih pakai sendok, dengan hati hati.


''U udah mam'' ucap Diana lirih


''iya sayang'' balas Mia dan menaruh lagi gelasnya di atas nakas.


''Mam, papi mana? Kenapa aku ada di sini?'' tanya Diana


''papimu bentar lagi nyampe ko sayang''. Ucap Mia lembut sambil mengelus elus pucuk kepala Diana sayang


''Mam akhh, ke-palaku sa-kit mam'' Diana menyerengitkan keningnya dan memegang kepalanya karena sakit


Mia panik lalu memanggil dokter, tapi di cegah oleh Diana


''hah'' cengo Mia heran


''Mami kenapa? Ko kaget gitu?'' tanya Diana lagi


''eng-enggak kok sayang'' jawab Mia gugup. ''bentar ya mami panggil dokter dulu''. Di balas anggukan oleh Diana


Mia bergegas keluar ruangan dan memanggil dokter, dan menceritakan semua kejadian tadi. Saat Mia sedang membahas Diana, Doni dan Riki sampai di depan ruangan Diana.


''Mami, benarkah Diana sudah sadar Mih'' tanya Doni penasaran


''iya mas, tapi-


Mia menjeda ucapannya

__ADS_1


''tapi kenapa tante?'' ucap Riki penasaran juga


Mia melirik dokter untuk menjelaskan secara detailnya. Dokter mengerti namun sebelum itu dokter meminta ijin untuk memeriksa keadaan Diana dulu, agar tidak salah dugaan nya. Dokter pun masuk dan memeriksa keadaan Diana.


'' Sore Diana'' sapa Dokter


''emm sore juga dok'' ucap Diana kaku


''gimana keadaan nya? Apa ada yang sakit?'' tanya dokter memastikan


Diana menggelengkan kepala, ''hanya pusing saja dok, dan agak sakit''.


''apa kamu ingat, kamu kenapa ada di sini?'' tanya dokter lagi di balas gelengan kepala oleh Diana


''Dok, kapan saya boleh pulang?. Saya ingin cepat cepat pulang karena ingin mengikuti kontes model dok'' tanya Diana


Dugaan dokter pun benar, setelah memastikan keadaan Diana. Setelah itu dokter pamit keluar dan di angguki oleh Diana.


.


.


.


.


.


Maaf ya baru up lagi, karena kemarin aku masak banyak terus langsung pergi kerumah orangtuaku. Karena lelah jadinya nginep dan siangnya juga ketiduran jadi ga bisa up deh.


Mohon dukungannya Like comen dan vote ya, biar akunya semangat 😘😘😍😍. Terima kasih semoga puasanya lancar.

__ADS_1


__ADS_2