
Roy's pov
Setelah kepergian Alex, aku jadi sendirian. Teman sekaligus sahabat hanya dia seorang. Entah apa yang ada di pikirannya hingga dia jadi seperti itu, bahkan dia tega menyakiti kakak dan orang tuanya sendiri, walau aku tidak tau keluarganya tau atau engga nya tentang apa yang terjadi saat ini. Alex pergi seperti pengecut tak bertanggung jawab atau memperjuangkan cintanya kepada Diana.
Dulu aku penasaran siapa gadis yang sudah membuat Alex gila berhari hari lamanya, Alex hanya bilang cinta kepada gadis yang sudah punya kekasih dan gadis itu kekasihnya kakaknya. Bahkan saat aku tau semua itu membuat syok apalagi gadis itu hamil anaknya Alex.
Hah, memikirkan nya saja membuat ku gila. Cinta yang rumit, Alex bahkan rela jadi selingkuhannya dan pada akhirnya ketahuan juga. Orang bilang TAK SELAMANYA SELINGKUH ITU INDAH yah ku pikir juga seperti itu. Huh, Dia pergi begitu saja, entahlah dia pergi kemana? dan dimana?. Bahkan aku hubungi dia saja tak bisa, nomernya tak pernah aktip.
Aku pergi ke apartemen Alex, saat sudah sampai di depan pintu aku melihat ada seseorang yang tertidur di depan pintu. Aku mencoba menepuk pundaknya pelan agar dia bangun. Alangkah kagetnya saat aku melihat wajahnya. Ternya dia Diana selingkuhannya Alex ah ralat kekasihnya maksudnya.
__ADS_1
Diana tampak lesu tak bersemangat, dia menanyakan Alex kepada ku, lalu ku bawa saja dia masuk kedalam dan memberikannya segelas air putih dan cemilan, karena emang ada itu saja di apartemen milik Alex.
Diana menanyakan Alex kepadaku, aku hanya diam saja. Aku kepikiran soal surat yang selalu aku bawa kemana mana, dan aku enggan untuk memberikan nya kepada Diana. Tapi ini amanah dari Alex, dengan terpaksa aku mengeluarkan surat itu dari saku celana ku dan memberikannya kepada Diana.
''surat? Surat apa ini Roy? Kenapa sepi sekali, kemana Alex ?. Diana menanyakan Alex kepadaku lalu aku bilang saja kalau Alex sudah pergi.
Setelah ku jelaskan semuanya Diana pamit undur diri. Karena perasaanku tidak enak akhirnya aku mengikuti Diana diam diam. Diana masuk kedalam mobil, aku sempat kaget kok orang tua Diana mengizinkan Diana membawa mobil sendiri. Setau aku orang hamil tidak boleh bawa mobil sendiri.
Diana cukup lama di dalam mobil, dan pada akhirnya mobil melaju keluar dari area parkir. Mobil yang di kemudikan oleh Diana melaju sangat cepat membelah jalanan. Aku terus mengikuti nya di belakang, Diana menerobos lampu merah, dan di depannya ada mobil lain,Diana berbelok ke kiri, mungkin Diana repleks dan menabrak tiang lampu jalan,kecelakaan pun tak bisa di hindari.
__ADS_1
Aku berlari menghampiri mobil Diana,sungguh aku sangat terkejut. Mobil bagian depan hancur, kaca mobil pecah dan Diana sudah tak sadarkan. Aku membuka pintu mobil Diana, wajah Diana terkena pecahan kaca untung saja tidak kena matanya. Aku berusaha mengeluarkan Diana dari dalam mobil dibantu warga sekitar. Agak sulit karena badannya tergencet mobil.
Setelah berhasil keluar, aku menghubungi rumah sakit untuk membawa mobil ambulans ke lokasi.
Mobil ambulans datang, aku dan perawat membawa Diana ke RS untuk di tangani. Sungguh saat itu aku sangat takut sekali, melihat keadaan Diana yang sangat parah menurutku, luka di mana mana dan ah darah, yah darah nya sangat banyak. Aku takut Diana kehabisan darah, aku berdoa meminta pertolongan semoga Diana selamat. '' Ya Tuhan selamatkanlah Diana, dan juga anak dalam kandungannya'' takut?sungguh saat ini aku sangat takut, kaki dan tanganku ah bergetar hebat,dan berkeringat. Sungguh aku seperti orang yang sedang frustrasi, memang iya saat ini aku sedang frustrasi. Ahhhh aku selalu berteriak dalam hati. Lalu dengan penuh keberanian,aku mencoba mengusap perut buncit Diana,Dan lebih mendekati Diana.
Ku bisikan sesuatu di telinganya ''kamu harus kuat Diana, kamu harus kuat. Anak kamu harus tetap hidup kamu harus kuat''. Ku usap lagi perut buncit Diana yang menurut ku sangat besar. Ku ucapkan lagi didekat perut Diana sambil ku usap sayang. ''kamu bertahan ya nak, jangan buat ibumu kuatir, kamu harus kuat dan pasti ibu mu kuat juga kalau kamu kuat''.
Para perawat melihat tingkahku, mungkin mereka pikir aku suaminya. Ahh andai Alex tak memintaku menjaga Diana pasti, ah sudahlah. Toh di suruh atau tidak pasti aku lakukan juga dengan sendirinya. Aku terus berusaha meyakinkan Diana agar bisa bertahan.
__ADS_1