
Roy memberikan segelas air putih kepada Diana dan cemilannya. ''Ayo di minum dan dimakan cemilannya, maaf cuma ada ini saja''.
Diana mengangguk paham, lalu pandangan nya menatap setiap sudut ruangan tampak sepi. ''kemana Alex,Roy?.
Roy duduk dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Dan memberikan nya kepada Diana.
''Surat! Surat apa ini Roy?, terus kenapa sepi sekali. Mana Alex, Roy?'' tanya Diana lagi
''Ini surat dari Alex, memang sepi karena Alex sudah lama pergi''. Ucap Roy
''Pergi? Pergi kemana? Kenapa tidak mengabariku kalau dia pergi Roy,kenapa?''. Diana menarik kerah kemeja Roy, hingga Roy sedikit terangkat karena kaget. Tiba tiba saja Diana bertingkah seperti itu.
''Jawab Roy, kenapa diam saja hah?''. Diana begitu marah mendengar Alex pergi meninggalkan nya.
''Diana, lepaskan dulu tangan mu dari bajuku, kamu membuat ku tak bisa bernapas''. Roy mencoba melepaskan cengkraman Diana dari baju nya.
''eh.. Emm maaf, aku aku sedikit terkejut dan emosi''. Lalu Diana melepaskan tangan nya dari baju Roy
''iya, gpp. Aku tau kamu akan seperti jika mendengar Alex pergi''. Roy
''hmmm... '' Diana
__ADS_1
''kalau kamu nanya Alex pergi kemana? Aku tidak tahu,saat aku pulang kerja Alex sudah tidak ada. Dia hanya meninggalkan surat untuk mu. Dan berharap kamu mengerti kenapa Alex pergi''. Ucap Roy
Diana menatap manik mata Roy, berharap Roy berbohong tapi nyatanya Diana tak melihat kebohongan di matanya Roy. '' kalau begitu aku permisi pulang dulu, makasih buat semuanya ya Roy. Kalau Alex hubungi kamu, bilang padanya kalau aku sangat merindukannya''.
''Baiklah''. Roy pasrah
Didalam mobil Diana membaca surat dari Alex,tangannya bergetar, bibir bawah nya dia gigit menahan sesak di dada nya. Air matanya keluar membasahi pipinya. ''hiks hiks Alex, maaf. Maafkan aku Lex, karena aku kamu jadi susah, karena aku kamu menderita. Hiks hiks''
Lalu Diana melajukan mobilnya untuk segera pulang, Diana melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Air matanya terus mengalir hingga menutupi pandangannya dan menjadi blur.
Diana menghapus air matanya dengan tissu, dan saat matanya sudah tidak buram lagi. Tapi '' Akhhh''.
''Diana pasti baik baik saja ko sayang''. Cicit Doni
''tapi Mas, ko Diana belum pulang. Ini udah malam loh Mas''. Mia mencemaskan Diana dan dari tadi Mia tak tenang mondar mandir melihat pintu rumah.
''iya ya, ko Diana lama banget pulang nya''. Ucap Doni sama cemasnya
__ADS_1
''Mas, coba hubungi Dokter Iwan yang menangani Diana''. Saran Mia
''iya, Mas hubungi sekarang''. Balas Doni
Doni menghubungi Dokter Iwan, Dokter psikolog yang menangani Diana.
''Mas, bagaimana? Apa kata Dokter Iwan Mas?''. Tanya Mia
''Dokter bilang, Diana tidak datang ke Rumah sakit Mih''. Doni semakin cemas dan kuatir kepada Diana.
''Mas, bagaimana ini? Kemana Diana? Mas ayo kita cari Diana. Aku sudah sangat kuatir Mas''. Mia makin panik
''iya sayang, ayo''. Doni mengajak istrinya mencari Diana
Saat mau pergi mencari Diana, tiba tiba saja bi Uti pembantu rumah tangga yang berkerja di rumahnya Doni dan Mia memanggilnya. ''maaf tuan, ada telpon dari Rumah sakit''.
''apa! Rumah sakit?''. Teriak Mia
Mia bergegas masuk kedalam dan mengangat telpon dari rumah sakit. Tiba tiba tubuh nya bergetar hebat dan air matanya tiba tiba saja lolos begitu saja. ''Tidak..... Diana... Hiks Diana''.
Maaf baru bisa up lagi. Karena belum dapat ide buat lanjutin ceritanya. Dan mohon maaf jika ceritanya tidak sesuai hati kalian. Semoga suka dan selalu baca cerita dari aku.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya 😍😍😍😘