Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah

Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah
46


__ADS_3

Siang hari di sebuah cafe X seorang wanita sedang duduk sendiri di dekat jendela, dia nampak sibuk dengan ponselnya sejak tadi. Sampai tak sadar jika sejak tadi ada yang memperhatikannya. Lalu orang itu menghampirinya dan menyapanya.


''Hai'' sapanya kepada Diana


Diana langsung mendongkak kepalanya ke atas, bersejajar dengan tatapannya kepada orang tersebut saat suara asing terdengar oleh telinganya. Diana menautkan kedua alisnya menatap heran kepada orang yang menyapanya. ''emmm, hai'' Diana membalas sapanya sedikit ragu.


Orang itu sedikit merasa aneh melihat sikap Diana yang tak seperti biasanya ''apa kabar, Diana?''ucap orang tersebut menanyakan kabar.


''ba-baik'' balas Diana gugup.


''kenapa kau gugup seperti itu, Di? Apa kau lupa denganku?'' tanya orang tersebut


Diana bingung harus bilang apa? Ia benar-benar tak mengenalnya sama sekali. ''emm... Ah maaf'' cicit Diana pada akhirnya


''kenapa harus minta maaf, oh iya... Dimana keponakanku Di?'' tanya orang tersebut sambil mengedarkan pandangannya, melihat sekeliling tapi tak menemukan si kembar. ''apa mereka tidak ikut?'' tanya nya lagi membuat Diana sedikit gusar


''mereka tidak ikut''


''ku kira mereka ada di sini'' cicit orang tersebut


Diana menggelengkan kepalanya pelan, ''emmm.. Maaf sebelumnya kamu siapa ya?'' tanya Diana pada akhirnya, membuat orang tersebut menaikan sebelah alisnya ke atas.


''kamu lupa dengan ku Di, oh ya ampun... Kamu kenapa Di? Apa kecelakaan itu membuatmu melupakan aku dan apa kamu juga melupakan nya?'' orang tersebut terus memberikan Diana pertanyaan-pertanyaan yang tak di mengerti oleh Diana. ''Di, aku sahabatnya papa anak-anakmu'' seru orang tersebut


''papa?'' cicit Diana semakin bingung. Sudah sejak lama tak ada seorang pun bertamu ke rumah mertuanya untuk menemui suaminya kalau bukan sekretarisnya Ken yang ke rumah, itu pun hanya untuk menjemput dan mengantar suaminya. Dan anak-anak memanggil Ayah bukan papa.


''siapa sahabatmu? Dan siapa namamu? Diana menanyakan lagi nama orang yang ada di depannya.


''ak-

__ADS_1


''hey... Roy kok di sini sih! Dan ini siapa Roy?'' tanya teman orang tersebut, ternyata namanya Roy yang sejak tadi ngobrol dengan Diana. Dan ucapan Roy terputus saat orang itu datang menyapa Roy.


''Hay... Bro. Oh iya kenalkan ini Diana, yang sering aku ceritakan itu'' ucap Roy mengenalkan Diana kepada temannya


''ohhh.. Ya ya aku ingat.'' ucapnya sambil melihat Diana dengan senyuman.


''hay.. Kenalkan nama ku Johan, temannya Roy dan Alex'' ucap Johan sambil menyodorkan tangannya kehadapan Diana dan di sambut oleh tangan Diana dengan senyum sedikit ragu.


''Roy.. Ternyata dia tak salah memilih cewek, cantik banget gila tuh si Alex pinter banget cari ceweknya'' ucap Johan ceplos


''hahaha... Kaya ga tau aja loh bro'' cicit Roy


''Alex'' gumam Diana. Diana tak mengerti obrolan mereka, Diana hanya tersenyum kecut melihat mereka begitu asik membahas lelaki lain yang tak berada di sini. Seolah mereka ibu-ibu kompleks saja.


''oh ya Di, kamu di sini sama siapa?'' tanya Roy membuyarkan lamunan Diana.


''a-aku ke sini sendiri dan sedang menunggu suamiku'' ujar Diana ragu dan tatapan nya tak jauh dari pintu masuk cafe sejak tadi


''iya... Suami, Ayahnya anak-anak'' sahut Diana membuat mereka bingung.


''ah... Apa kamu sudah menikah dengan A-


''Hay... Sayang'' sapa seseorang yang sejak tadi Diana tunggu kedatangannya. Dan memotong ucapan Roy barusan.


''Hay.. Mas, kamu lama amat sih'' ucap Diana manja.


Roy dan Johan melihat laki-laki yang datang, Roy menyipitkan matanya saat melihat laki-laki tersebut, Roy berpikir seperti pernah bertemu dengannya. Tapi ia lupa melihatnya dimana.


''Mas Riki, teman-teman mu menanyai kabar anak kita, apa kamu mengenalnya?'' tanya Diana kepada Riki dan ucapan Diana mampu membuat keduanya terkejut tak percaya dengan ucapan Diana barusan.

__ADS_1


''ahhh hahahaha... Tentu aku mengenalnya sayang'' ucap Riki ragu bahkan ia sedikit gugup.


Diana sedikit lega dengan ucapan Riki barusan.tapi tidak dengan ketiganya,serasa canggung dan kaku. Bahkan Roy menatap Diana nanar, bisa-bisa dia tak mengakui bahwa anak yang selama ini dia kandung adalah anaknya Alex sahabatnya. Roy kecewa dengan Diana, bahkan belum lama Diana di tinggalkan Alex dan sekarang sudah punya lelaki lain di hidupnya.


''bisa kita bicara sebentar'' ujar Riki kepada dua laki-laki yang ada di hadapannya dan dibalas anggukan oleh mereka berdua.


 


''Roy'' panggil Riki membuyarkan lamunan Roy


''hmm.. Iya'' ucap Roy acuh


''tolong jangan bahas laki-laki itu kepada Diana'' ucap Riki meminta tolong kepada Roy.


''kenapa?'' tanya Roy yang mengerti ucapan Riki barusan


''aku tak bisa menceritakan sedetail mungkin, tapi aku janji suatu saat nanti akan menceritakan nya kepadamu'' pinta Riki memelas


''tapi''


''aku mohon Roy, demi kebaikan Diana'' ucap Riki lagi membuat Roy semakin gusar.


''tapi bagaimana dengan dia'' ucap Roy membuat Riki sendu


''bagaimana kalau dia kembali, dan menemuinya lagi. Apa yang harus aku lakukan?'' sarkas Roy lagi-lagi membuat Riki semakin binggung


''hah... Aku tau itu, tapi untuk saat ini jagalah rahasia ini. Demi Diana, Roy'' ucap Riki pasrah


''memangnya kenapa Diana? Apa benar kalian sudah menikah?'' tanya Roy membuat Riki kelabakan dengan pertanyaan Roy. Roy bahkan menangkap gelapan Riki, dan semakin curiga.

__ADS_1


''ah.. Emmm.. Itu'' ucap Riki gugup ''aku.. Emmm... Iya, kami sudah menikah'' lanjut Riki bohong


''kau bohong''


__ADS_2