Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah

Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah
36


__ADS_3

''Arrgggggg..... SIAL SIAL'' suara orang mengerang kesal. Ia sedang di dalam mobil dan duduk di jok belakang pengemudi mengacak rambutnya frustrasi.


Duk...


Duk...


Duk...


Setelah itu ia juga membentur-benturkan kepalanya pada sandaran jok mobil depan. Membuat si pengemudi merasa tak nyaman dan menatap si pelaku dengan kaca spion di dalam mobil. Sungguh kacau pikir si pengemudi, dengan rambut acak acakan dan muka kusut mengurangi kadar ketampanan si pelaku. Hingga dia memberanikan diri untuk bertanya.


''Ma-maaf Tuan, anda kenapa?'' tanya si pengemudi gugup


Yang di tanya mendongak ke depan, menatap si pengemudi dengan tatapan iba. ''huh'' dengusnya lalu menundukkan kepalanya lagi ke bawah dan di senderkan ke jendela kaca mobil. ''semalam'' lanjutnya ''Diana marah karena-'' ucapannya dijeda tak berniat meneruskan ucapannya tadi. Bahkan si pengemudi hanya diam menyimak saja.


''Huh''dengusnya pelan ''Ken... Aku harus gimana? Diana marah bahkan marahnya melebihi singa betina tau'' keluhnya mengeluarkan uneg-uneg di hatinya. Yah siapa lagi kalau bukan Riki yang sedari tadi mengeluh kesal di dalam mobil.


Ken meliriknya sekilas di kaca, lalu pokus lagi mengemudikan mobil. ''Maksud Tuan, marah kenapa? Dan kenapa tuan tidak meminta maaf kepadanya?''. Ken tau Riki sudah sebulan tinggal dan tidur bareng dengan Diana. Dan Ken juga tau Riki suami pura pura Diana selama ingatan Diana belum pulih kembali.


Riki ingat sekali kejadian semalam dimana dirinya tengah di buat diam mematung dengan tingkah Diana yang tiba-tiba manja dan seksi menurutnya, dan dapat menggoyahkan iman seseorang yang melihatnya..


Flasback on...


Setelah makan malam Riki, Diana dan keluarganya Riki, berkumpul di ruang keluarga sedang asik menonton tv sambil bercengkrama dan tak lupa bermain dengan sikembar yang menggemaskan.


Sudah hampir malam, semuanya sudah kembali ke kamar masing-masing, sedangkan Diana menidurkan baby kembarnya dulu bersama dua pengasuh. Yah baby kembar tidur bersama pengasuhnya.

__ADS_1


Sedang Riki, di ruang kerja hanya mengecek berkas buat mitting besok pagi. Setelah itu pergi ke kamar untuk tidur. Setelah Riki masuk kedalam kamar ia kaget bukan kepalang, karena mendapati seorang wanita dengan pakaian linggerie tipis berwarna hitam. Memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah bak gitar Spanyol. Riki dengan susah payah menelan ludahnya sendiri saat melihat siapa wanita tersebut. "Diana " gumam Riki saat melihat Diana membalikan tubuhnya menghadap Riki yang mematung sedari tadi..


Diana melangkah maju sampai akhirnya berhenti di depan Riki dengan senyum manisnya. Tangannya terangkat ke atas dan menggapai wajah tampan Riki, jari telunjuk Diana dengan nakalnya menelusuri setiap lekuk wajah tampan Riki hingga berhenti di bibir Riki dan dengan nakalnya di tekan secara lembut di bibir bawah Riki..


Riki benar benar tak bisa bergerak, ia terhipnotis oleh pesona Diana yang menurut Riki sangat cantik. Bahkan matanya pun tak berkedip barang sedetik pun.


Diana makin mendekatkan tubuhnya hingga 5senti lagi dia berhenti dan tangannya kini melingkar di leher Riki, dengan manja Diana menyandarkan wajahnya ke dada bidang Riki,membuat Riki diam mematung.


"sayang" lirih Diana dengan manja. Jari-jari tangannya ia mainkan di dada bidang Riki, guna menggoda Riki. Karena bagi Diana selama sebulan Riki tak pernah menyentuhnya. Selalu banyak alasan, sibuk dikantor lah, pulang larut malam lah, lembur lah dan ketiduran lah hingga tak pernah ada waktu untuk mereka berduaan saja.


Hingga ada kesempatan Diana tak menyia-nyiakannya, seperti malam ini. Diana benar-benar menggoda Riki, sampai Riki tak berkutip sama sekali. Dengan berani Diana melepaskan kancing baju tidur Riki tinggal 2 kancing baju tersisa tangan Diana tiba-tiba di cekal oleh Riki, dan mampu membuat Diana langsung menatap si empunya tangan. Diana menarik sebelah alisnya ke atas guna menanyakan "kenapa?" ucapnya


Riki menatap manik mata Diana lalu tangan Riki tanpa sadar memeluk pinggang Diana lembut. Riki menundukan kepala dan mendekatkan nya kewajah Diana hingga beberapa senti lagi wajah mereka saling bersentuhan..


"maaf" lirih Riki dengan suara pelan. Diana mengenyitkan keningnya karena tak tau maksud ucapan Riki barusan.


Diana mengerjap tak percaya, Riki tak tergoda dengan penampilannya dan apa ini Riki tak mau menyentuhnya dan malah menjauhinya. Banyak pertanyaan dan kecurigaan di benak Diana.


"kenapa?" ucap Diana tak percaya "apa aku tak menarik lagi dimatamu atau kau punya wanita lain selain aku" ucapnya lagi dengan suara yang sendu menahan air matanya agar tidak jatuh


Riki melihat Diana ada rasa kasihan dan ada juga rasa ingin memeluknya dan mengatakan hal sebenarnya tapi ia tak bisa karena sudah berjanji dengan orang tua Diana. "bukan begitu maksudku, aku hanya lelah ingin tidur" jawab Riki hati-hati takut menyinggung perasaan Diana.


Diana sungguh tak percaya dengan jawaban Riki, membuat Diana yakin bahwa Riki memiliki wanita lain. "kenapa kamu selalu menghindar mas,dan kini kamu tak pernah mau menyentuhku barang sekecup ciuman di dahi pun tak pernah" ungkap Diana mengeluarkan uneg-unegnya selama sebulan ini yang mengganjal di hatinya, bahkan air mata yang semula di tahan akhirnya keluar juga dengan sendirinya.


Riki tak tega melihat Diana menangis dan pada akhirnya Riki menghampiri Diana yang sejak tadi berdiri terus. Riki memeluk Diana untuk menenangkannya, Diana hanya diam dalam tangis saat Riki memeluknya dengan erat. "maaf Diana, bukan maksud aku menolak ajakanmu tapi aku- ucapan nya di jeda saat melihat Diana menatap wajahnya dan tak di teruskan lagi.

__ADS_1


" tapi apa mas? Jadi benar kamu sudah punya wanita lain" bentak Diana, ia juga melepaskan pelukan Riki dan mendorongnya menjauh darinya. Tatapan nyalang terlihat dari mata Diana membuat Riki menggigit bibir bagian bawah dan tak tau harus apa.


"apa aku semenjijikan ini bagimu mas, sampai kamu tidak mau menyentuhku lagi. Hiks..." sarkas Diana dengan menyeka air matanya kasar "sebulan lamanya kamu menghindari aku mas, SEBULAN mas. Kamu pikir aku tak punya hati hingga tak tau arti dari tingkahmu selama ini menghindari aku" lanjut Diana dengan menekan kata SEBULAN dari ucapannya.


"bukan itu maksud aku Ana, aku mohon kamu mengertilah. Please jangan kekananakan Ana, jangan seperti ini" bela Riki malah membuat Diana semakin emosi dan marah. Hingga akhirnya Diana mengusir Riki dari dalam kamar.


"cih" dengus Diana "jangan banyak alasan kamu mas, sekarang kamu pergi tidur di kamar lain, aku tidak mau tidur sekamar denganmu mas" Usir Diana dan melemparkan bantal ke arah Riki dengan kasar. Riki dengan sigap menangkapnya.


"tapi Ana-


Belum selesai bicara, sudah di potong duluan oleh Diana. "aku bilang pergi mas pergi". Bentak Diana dengan suara keras. Dan akhirnya Riki keluar dari dalam kamar karena di usir dari dalam kamarnya sendiri. Riki berjalan menuju kamar tamu dengan memeluk bantal yang di lempar Diana tadi sambil menunduk lesu.


Flashback off...


.


.


.. .


Hai hai, aku up lagi nih hihihi...


Karena suami ku kerja keluar kota jadi aku punya waktu buat lanjutin ceritanya. Terus dukung novel aku ya. Jangan lupa Like comen dan vote. Biar tambah semangat buat akunya 😊😊😘😘😘


Terimakasih...

__ADS_1


Semoga puasa hari ini lancar ya..


Semangat 😘😘😘💪💪💪


__ADS_2