
Diana merasa kecewa dengan jawaban ibunya, Diana hanya pura-pura paham dengan penjelasan Mia. Setelahnya Diana tampak biasa saja tapi hatinya masih bertanya-tanya dan akan mencoba cari tahu sendiri.
Saat hari menjelang sore, Diana pamit pulang kepada Mia dan Doni. Mereka hanya mengangguk pasrah, karena rumah akan sepi lagi tanpa mereka. ''Mami papi, Diana pamit pulang ya. Karena hari sudah hampir sore, kasian Mas Riki pasti sudah pulang dan menunggu kami''. Ujar Diana pamit pulang.
''iya sayang, hati-hati dijalan ya. Salam buat Riki sekeluarga''. Ucap Doni menyetujuinya
Diana dan anaknya pulang berserta pengasuhnya. Di dalam mobil Diana terus melamun, mencerca obrolan tadi dengan Maminya, hingga tak terasa sudah sampai dirumah Riki. ''Nona, maaf sudah sampai di rumah'' ucap pengasuh si kembar, membuat Diana sedikit tersentak kaget karena sejak tadi Diana terus melamun.
''ah iya, terimakasih '' sahut Diana lalu melenggang pergi masuk ke dalam Rumah. Di ikuti sikembar dan pengasuhnya di belakang.
''ehhh... Cucu nenek udah pulang'' sapa Caroline yang kebetulan lagi santai dan sedang menonton tv.
''iya Mah'' balas Diana lalu menyalami tangan Caroline
''Sus, bawa si kembar masuk kedalam ya. Jangan lupa di mandikan si kembar'' ucap Diana
''baik Non'' ucap mereka serempak dengan mengangguk pelan dan berlalu pergi menuju kamar si kembar.
''Diana, bagaimana kabar orang tua mu sayang?'' tanya Caroline. Sebenarnya Caroline dari tadi melihat Diana sedikit murung seperti ada yang di pikirkan. Terlihat dari raut wajahnya yang tidak ceria setelah pulang dari rumah orang tua nya. ''apa mereka bertengkar atau ada masalah?'' batin Caroline
__ADS_1
''mereka baik ko mah'' jawab Diana
''ohhh, syukur deh. Kalau gitu kamu mandi gih, bentar lagi suamimu pulang Sayang'' suruh Caroline, Diana mengangguk pelan mengiyakan ucapan Caroline.
Diana pergi ke kamar, langsung masuk kedalam kamar mandi dan berendam di bathtub sambil memikirkan ucapan Mia tadi.
''aku rasa mami berbohong, tadi mami terlihat gugup saat bicara, seperti ada yang di sembunyikan. Biasanya orang kalau hilang ingatan mencoba mengingat sesuatu di dalam pikiran nya pasti akan merasakan sakit di kepalanya terus pingsan karena tak mampu merasakan sakit yang begitu menyiksa, tapi kenapa aku tidak seperti mereka. Bahkan saat aku mencoba mengingat masalalu ku, aku tak merasakan sakit, ingat pun tidak. Aku harus mencari sebuah pentunjuk dan mencari tau siapa Rendy, dan ada hubungan apa denganku. Hingga wanita itu mengatakan kalau Rendy suamiku, dan bukan Riki yang ia sebutkan'' batin Diana sambil memejamkan mata.
------
Di dalam kamar sepasang suami istri.si istri Terlihat berkerut di keningnya dan terlihat dari raut wajah yang kuatir sejak kepulangan anaknya, ia masih memikirkan ucapan anaknya. Yang memintanya menjelaskan sesuatu soal siapa Rendy?. Membuatnya semakin cemas dan takut, takut terjadi sesuatu yang tak di inginkan.
Mia menatap Doni intens,pasti Doni akan menanyakan hal ini. ''mas, aku takut Diana akan memgingat masa lalunya'' cicit Mia sampai Doni tersenyum simpul. Melihat reaksi Doni yang biasa saja membuat Mia bertanya-tanya, kenapa suaminya bersikap biasa saja dan tak ada raut kuatir sama sekali.
''kamu tenang aja, Diana tak akan pernah ingat masalalunya, apalagi soal Rendy dan Alex'' sahut Doni mencoba menenangkan Mia agar tak terlalu kuatir soal Diana.
''maksudnya'' ucap Mia, Mia tak mengerti ucapan Doni.
Doni tersenyum tipis melihat reaksi istrinya. ''kamu tenang saja sayang, Diana tak akan bisa ingat soal Rendy, apalagi Alex'' ucap Doni menyakinkan Mia
__ADS_1
''kenapa?''
''mas tidak bisa menceritakan soal itu, tapi suatu saat nanti kamu akan mengerti. Jadi mas harap kamu jangan terlalu di pikirkan. Diana akan baik-baik saja,karena ada Riki yang selalu ada di sampingnya'' jelas Doni
Mia hanya mengangguk pelan, tak tau harus bilang apa lagi. Namanya juga seorang ibu pasti selalu kuatir dan was was kepada anaknya. Apalagi anaknya jauh tak ada di dekatnya, pasti sulit untuk memperhatikannya. Dan seorang ibu pasti selalu mendoakan yang terbaik untuk anaknya, walau pun seberapa banyak seorang anak menoreh luka di hati ibunya dan membuat salah kepada ibunya,seorang ibu pasti akan selalu memaafkan anaknya, sebesar apa pun salah seorang anak kepada ibunya.
.
.
.
.
***I LOVE YOU IBU
Jangan lupa like vote dan comen***
__ADS_1