
Riki dari tadi diam membisu, melihat apa yang sedang terjadi. Tubuhnya kaku melihat wanita yang dia cintai dari dulu sewaktu kecil kini sudah terbaring kaku. Dengan wajah penuh luka dan terlihat pucat. Riki mencoba untuk kuat dan mendekati Diana, Riki melihat orang tua Diana menangis. Riki juga merasakan kehilangan orang yang ada di depan matanya terbaring kaku. Yang tak bisa dia raih dan gapai lagi, air mata yang tadi di tahan akhirnya keluar dengan sendirinya. Sakit sangat sakit melihat Diana pergi,lalu Riki menyeka air matanya kasar.
Riki lebih mendekat lagi setelah melihat kepergian orang tua Diana. Riki menggenggam tangan Diana yang sudah dingin, di ciumnya tangan Diana. Air mata Riki keluar lagi tanpa di minta, terdengar suara isak tangis dari Riki. Bibirnya kelu susah untuk bicara,sesak dan sakit yang kini Riki rasakan. Riki memukul mukul dadanya yang terasa sakit dan sesak, berharap sakitnya hilang. Sakit karena tak sanggup ditinggalkan lagi.
Dengan bersusah payah ingin bicara mengeluarkan uneg uneg yang ada di hatinya selama ini, '' Diana'' Lirih Riki pelan. ''Ana, aku mohon kamu bangun Ana. Hiks aku mohon jangan tinggalkan aku,jujur dari hati yang paling dalam selama ini aku mencintaimu dan menyayangi kamu, kamulah cinta pertama aku Ana. Saat aku kembali ke kota ini aku melihat surat lama yang kau tinggalkan dan aku baru membacanya setelah ada di kota ini. Kamu mengatakan bahwa kamu mencintaiku dan menyayangiku hiks. Saat cinta ku terbalaskan, Aku mencoba mencari kamu sampai aku tak sengaja bertemu kamu di kantorku. Saat itu aku bahagia sekali tapi kenyataannya kamu sudah menikah dan sedang mengandung''.
''Ana aku mencintaimu, tolong bangun jangan tinggalkan aku, apa kamu tak kasian kepada anak mu yang membutuhkan kamu. Ayahnya pergi dan kamu juga ingin pergi begitu saja meninggalkan anak kamu. Kamu jahat Ana, kamu ibu yang jahat''. Riki terus berbicara sambil menangis
Lalu Riki memeluk Diana lagi dan membisikan sesuatu. '' Ana aku mencintaimu, bangunlah untuk aku dan anakmu, aku janji akan merawat anak mu dan menganggapnya seperti anakku sendiri, tapi aku mohon Ana,kamu bangun ya. Jangan begini jangan tinggalkan aku. Aku tak sanggup jika kamu pergi jauh dariku,aku mencintaimu''.
__ADS_1
Tit..titt..ti...
Riki terkejut mendengar alat jantung itu berbunyi, dan perawat masih ada di ruangan pun sama terkejut.
''ini keajaiban, syukurlah Diana masih hidup''. Riki bergegas memanggil dokter
Dokter datang dan terkejut yang melihat alat itu berbunyi, dan langsung memeriksa Diana.
Tak berselang lama dokter keluar, Riki menghampiri dokter dan menanyakan kabar Diana.
__ADS_1
''gimana dok kabar Diana?'' tanya Riki.
''ini benar benar keajaiban Tuhan,ini baru pertama kalinya kejadian seperti ini.Dimana orang yang sudah dinyatakan meninggalkan hidup kembali. Memang benar ikatan batin seorang anak dan ibu itu sangat kuat'' ucap dokter dengan mata berbinar
''tapi kondisi pasien masih sangat lemah, pasien mengalami koma dan butuh waktu untuk bisa sadarkan kembali'' ucap dokter kembali
''kapan Diana bangun dokter?'' tanya Riki
''saya tidak bisa memastikannya, saya cuma bisa memberikan perawatan yang terbaik, selebihnya itu kehendak yang maha kuasa dan keinginan pasien untuk bangun kembali. Berdoalah agar pasien bisa cepat sadar kembali'' ucap Dokter
__ADS_1
''meski pun kamu masih hidup tapi kamu tidak bisa sadar Diana, aku berharap kamu bisa sadar lebih cepat dan aku akan menunggumu'' gumam Riki
''kalau gitu saya permisi dulu, kalau ada apa apa panggil saya kembali'' pamit dokter lalu pergi