
Siang ini Riki janjian dengan Pak Doni di cafe dekat dengan kantornya. Riki ingin membahas soal Diana, dan berniat akan mempersunting Diana dalam waktu dekat.
Riki mengikuti saran dari Ken, makanya ia sedari tadi di sini masih setia menunggu Pak Doni datang. Hingga yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Riki melambaikan tangan kepada pak Doni, memberikan tanda kalau ia duduk di dekat jendela tak lupa senyum tipis ia berikan kepada pak Doni.
''Halo, selamat siang Om'' sapa Riki saat Doni menghampiri meja Riki tak lupa ia juga menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengannya.
''hahaha, siang juga Riki'' Doni membalas sapa dari Riki dan menerima tangan Riki dengan senang hati. ''ga usah formal juga kali Ki'' sambung Doni
Riki senyum kikuk dan menggaruk belakang tengkuk yang tak gatal sama sekali karena baru kali ini ia gugup saat bertemu dengan Doni. ''ah hahaha iya Om'' ujar Riki kaku lalu Riki mempersilahkan Doni untuk duduk dan Doni pun segera duduk.
__ADS_1
''mau pesan apa om?'' tanya Riki sambil melihat buku menu memilih makanan yang ingin ia makan.
''Om samain aja kaya kamu Ki'' balas Doni di balas anggukan oleh Riki. Lalu Riki memanggil pelayan Cafe dan memesan makanan.
''ada apa Ki? Tumben ingin bertemu dengan Om! Apa ada masalah?'' tanya Doni heran
''ah, iya om. Saya mengajak om kesini karena ingin berbicara sesuatu dan membahas soal Diana Om'' balas Riki sambil melirik Doni dengan ekor matanya
''Maaf om sebelumnya, semalam Diana marah sama saya om''. Ujar Riki
__ADS_1
''Marah, ko bisa?'' Doni menatap Riki binggung. Lalu Riki menceritakan semuanya tanpa di lebih lebihkan, setelah menceritakan semuanya Riki menatap Doni lagi, ingin tau gimana reaksi nya. Ternyata Doni paham apa yang di rasakan Riki saat ini, dan itu bukan kesalahan Riki atau Diana. Karena Riki hanyalah korban keegoisan Orang tua Diana, dan Diana yang tak tau kalau Riki hanyalah suami pura-pura. Kalau saja Diana tau sudah di pastikan akan mempengaruhi kesehatannya.
''Om mengerti'' sambil menunduk sedih. ''Andai saja waktu itu mereka jujur pada om, mungkin ini semua tidak akan terjadi'' Doni mengingat semua masa lalu Diana, Rendy dan Alex. Dan kini dengan egois nya Doni meminta tolong pada Riki untuk menjadi suami pura-pura nya. Masalah pun kini makin rumit, dan sulit untuk di atasi.
''Maafkan Om, Riki. Om sudah melibatkan kamu kedalam masalah om dan anak om. Om binggung harus apa dan bagaimana lagi? Semuanya terjadi begitu saja, tak tau siapa yang harus di salah dan menyalahkan''. Doni lelah jika harus seperti ini terus.
''Riki mengerti apa yang om rasakan saat ini, makanya Riki mau membantu om. Soal Diana-
Riki menjeda ucapannya, lalu melirik Doni, tanpa Riki lanjutkan ucapannya pun Doni sudah tau dan mengerti. Makanya Doni hanya mengangguk paham. ''om paham Ki, tolong jaga Diana. Hanya kamu yang om percaya''. Ujar Doni meminta tolong lagi kepada Riki. ''Dan maaf, om selalu merepotkan kamu Ki''. Lanjut Doni
__ADS_1
''iya om, Riki janji akan selalu jaga Diana. Dan om santai saja Riki paham dan mengerti kondisi Diana saat ini''. Lugas Riki
''hmmm, makasih ya Ki. Kamu begitu baik sama keluarga om. Dan orang tua kamu juga sangat baik sama keluarga om. Sekali lagi terima kasih ya Riki''. Ujar Doni berterimakasih kepada Riki di balas anggukan oleh Riki. Riki pun menunda niatan ingin mempersuting Diana, karena hal yang tak terduga olehnya. Dan pada akhirnya Riki hanya pasrah dan mengerti kondisi keluarga Diana saat ini.