
Masih Roy's pov ya
Sesampainya di RS para perawat turun dari mobil, aku pun turun juga dari dalam mobil. Perawatan mendorong brankar sedikit berlari menuju ruangan IGD. Lalu Dokter datang dan masuk ke dalam ruangan.
Saya benar-benar panik,saya bulak balik seperti setrikaan. Yang mengkuatirkan seseorang yang ada di dalam.
Saya melihat dokter keluar, lalu saya menghampiri nya dan menanyakan kabarnya?
''Bagaimana keadaannya dokter?'' tanya saya kepada dokter yang sudah memeriksa Diana
''maaf, bapak keluarga pasien bukan?'' dokter malah balik tanya kepada saya bikin saya panik saja
''bukan dokter'' jawab saya singkat
''lalu di mana keluarga pasien pak?'' tanya dokter lagi
''saya belum mengabarinya, saya lupa'' saya benar benar lupa karena panik.
Dokter menyarankan saya untuk menghubungi keluarga pasien, jadi saya pergi ke lobi untuk meminta suster menghubungi nomor rumah Diana. Suster pun langsung melakukan nya.
__ADS_1
Setelah itu saya duduk lagi di bangku sambil menunggu keluarga Diana datang.
Saya mau pergi ke kantin tapi saya urungkan, karena melihat orang tua Diana berlari di kolidor RS. Mereka terlihat panik dan cemas,ya pasti sih namanya juga anaknya kecelakaan pasti panik.
Saya mengikutinya dan mengawasi nya dari jarak jauh. Dokter nampak serius berbicara kepada orang tua Diana. Dan mereka menangis mendengar Diana harus melahirkan dengan cara di sesar karena tak memungkinkan melahirkan secara normal dengan kondisi yang sangat lemah. Bahkan aku yang melihat kondisi Diana tadi yang menurutku parah.
Ayah Diana di suruh mendatangani surat persetujuan operasi. Lalu dokter juga meminta pilihan siapa yang harus di selamatkan diantara mereka. Lalu ibunya Diana menjawab suruh menyelamatkan cucunya. Aku sempat kaget seharusnya mereka meminta Diana lah yang harus di selamatkan. Bahkan ayah nya saja juga kaget kenapa harus anak Diana yang di selamatkan bukan ibunya. Dan ibu Diana bilang ingin memberikan kehidupan buat anak Diana tumbuh dan mengenal dunia,ayah Diana cukup kesal dan pasrah dengan keputusan istrinya.
Diana di bawa keruangan operasi, ku lihat beberapa dokter masuk ke ruangan tersebut dan para perawat juga. Operasi berjalan sangat lama menurutku, perawat juga sangat sibuk keluar masuk dari ruangan operasi sambil membawa beberapa kantung darah.
Lalu tiba-tiba datang seseorang menghampiri orang tua Diana. Dia menyapanya dan tersenyum, samar samar aku mendengar nya dia bernama Riki. Riki siapanya Diana? Itu lah yang menjadi pikiran ku saat ini. Dia akrab sekali dengan orang tua Diana, apa dia saudara nya? Temannya? Atau! ahhh,aku tidak tau, dan tidak mau menjadi beban pikiranku bertambah.
Dokter keluar memanggil keluarga pasien, seperti biasa orang tua Diana menanyakan kabar Diana dan anaknya.
Deg
Jantungku tiba-tiba berhenti berdetak,a-apa itu benar? Apa aku mimpi? It-itu tidak mungkin, ti-tidak iya tidak mungkin!. Ini kenapa? Kenapa air mataku tiba tiba jatuh sendirinya. Ku lihat lagi keluarga Diana, mereka menangis bahkan ibu Diana menangis histeris. Sungguh aku benar benar tidak percaya.
Aku lemas, kakiku bagai jely tak sanggup untuk berdiri. Aku benar benar lemas, mendengar kabar duka ini. Aku mencoba berjalan menuju ruangan operasi, aku mengintipnya lewat kaca pintu. Disana sudah ada orang tua Diana, dan juga Riki.
__ADS_1
Ibu Diana tak henti hentinya berteriak membangunkan Diana, bahkan tubuh Diana dia guncangkan agar Diana bangun. Tapi kenyataannya nihil, Diana tidak bangun bangun. Sampai akhirnya ibu Diana tak sadarkan diri dan langsung di bawa pergi oleh suaminya.
Di sana tinggallah Riki, dia mendekati Diana, entah apa yang di lakukannya yang jelas dia menangis.
Apa? Apa aku tidak salah dengar! Dia! Dia mengungkapkan perasaannya. Jadi dia mencintai Diana sudah lama. Apa? Apa yang dia bisikan?.
Mencurigakan! yah itu sangat mencurigakan.
Tit.. Titt..
Apa? Apa ini ga salah! Alat itu berbunyi, jadi Di-Diana hidup kembali. Ini benaran! Ini nyata! Ah benarkan? Ada kah seseorang yang bisa mencubitku, kalau ini bukan mimpi.
Akhhh sakit, siapa yang berani mencubit pantatku!
Aku mendengar tawa kecil di bawahku,
ASTAGA kau! Siapa kamu anak kecil? Berani mencubit pantatku. Sambil ku usap usap biar rasa sakitnya hilang, cubitan nya kecil seperti tangan nya kecil tapi sakitnya itu, seperti di gigit semut api.
Eh ehhh anak itu malah tertawa terus lari sambil meletin.awas kau?Ingin sekali aku kejar tapi aku ingin tau kabar Diana.
__ADS_1
Riki keluar dan memanggil dokter, saat Riki keluar dari ruangan saya bergegas pergi dan sembunyi. Dokter masuk dan memeriksa keadaan Diana saat itu. Tak lama dokter kembali keluar dan memberikan kabar gembira. Diana beneran hidup kembali tapi sayang keadaan nya saat ini koma, dan memerlukan waktu untuk sadar kembali.