
Surat yang di tinggalkan Alex ada 2 lembar. Yang 1 rapih dengan amplop berwarna putih polos dan yang satu nya lagi hanya di lipat 3 saja. Roy dengan gemetar dia membaca surat yang ditinggalkan Alex. Dengan penuh perasaan sedih dia mulai membaca nya.
Isi surat nya
^^^'' Roy,setelah loe membaca surat ini. Mungkin gue udah pergi jauh entah kemana. Tanpa tujuan,tanpa teman,tanpa sahabat ,tanpa pendamping hidup. Hahaha... Gue harap loe jangan sedih dan jangan cari gue ya. Gue pergi untuk menenangkan pikiran gue, gue ga bisa terus terusan kaya gini menyesal dengan apa yang sudah terjadi dan tak bisa untuk di ulang kembali. Gue titip surat ini untuk Diana. Kalau Diana nanyain gue,loe bilang saja kalau loe ga tau. Saat gue udah lebih baik,gue janji bakalan ngabarin loe Roy. Loe sahabat sekali gus saudara yang gue sayang.^^^
^^^Alex :'(^^^
Roy mere**s surat dari Alex dan lalu membuang nya. Dengan hati yang sakit dan sedih karena Alex sudah pergi jauh tanpa pamit dulu kepadanya.
'' Dasar loe brengsek Alex,loe tinggalin gue di sini sendiri. Loe pergi tanpa ngajak ngajak gue.katanya saudara tapi loe malah ninggalin gue. Akhhhhh''
Dengan perasaan kesal dan sedih Roy meninju dinding sampai tangan nya bengkak dan berdarah.
__ADS_1
Alex adalah sahabat sekaligus saudara Roy. Yang Roy miliki. Karena Roy hidup hanya sebatang kara karena sejak kecil dia ditinggal sendiri,orang tua Roy sudah meninggal dan dia hanya anak tunggal.
*****
Diana masih menangis dengan kepergian Alex,entah lah perasaan nya saat ini seperti apa, karena dia bingung harus bagaimana dan harus melakukan apa?.
Begitu banyak kenangan yang sudah mereka lewati bersama. Bahagia itulah yang dulu Diana rasakan saat bersama Alex. Kini semua nya telah berlalu,Alex pergi jauh meninggalkan nya dengan anak yang dia kandung. Begitu sulit kehidupan yang Diana jalani dalam hidupnya sekarang. Diana sangat merindukan Alex.
'' A.. Alex aku sa sangat merindukan kamu,kena pa ka mu pergi tinggal kan aku''. Diana bergumam, bibir nya bergetar karena lelah menangis dan berteriak. Kini Tak ada tangisan lagi di bibir Diana,air mata nya pun telah kering. Sudah 2 hari dia menangis terus terusan. Bibirnya pun selalu memanggil nama Alex.
''Diana,sayang buka pintunya. Kamu sudah 2hari belum makan,kasian bayi dalam kandungan mu. Nanti dia kenapa napa''. Maminya Diana masih terus membujuk anak nya untuk makan dan ingin anaknya kembali ceria lagi. ''ayolah sayang, kita makan yuk. Mami sudah buatkan makanan kesukaan mu sayang''.
Namun belum ada sahutan dari dalam,ibu mana yang tidak kuatir terhadap anak nya yang seperti ini. Kehilangan semangat hidupnya.
__ADS_1
''Diana,buka pintunya. Kamu jangan seperti ini nak, menyiksa diri, kasian anak dalam kandungan mu sayang. Dia juga butuh makan,apa kamu tidak kasihan pada bayi kamu sayang. Diana buka pintunya''. Mami Diana masih terus terusan menggedor gedor pintu. Ia sudah sangat panik dan kuatir terhadap anak nya.
Mami Diana berlari mencari suaminya,dia berteriak memanggil manggil suami nya. '' mas... Mas... Diana mas Diana.. Mas Doni kamu di mana?''.
Doni yang mendengar teriakan istrinya lalu menghampiri nya. '' iya ada apa dengan Diana,dia kenapa sayang?''.
''huh.. Huh.. Huh... Maminya Diana menarik napas dan mengeluarkan nya dengan kasar. Napas nya tersegal karena berlari mencari suaminya. '' mas, Diana mas.. Ayo mas,kita dobrak pintunya. Aku takut Diana kenapa napa mas. Aku kuatir''.
Dengan segera Doni pergi ke kamar nya Diana. Tanpa aba aba Doni langsung mendobrak pintu kamar Diana.
Bugh...
Bugh...
__ADS_1
Bugh...
Akhirnya pintu kamar Diana terbuka.