Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah

Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah
39


__ADS_3

Saat ini Diana sedang di taman belakang sedang menemani anaknya bermain bersama dengan pengasuhnya. Karena Si kembar tidak rewel atau pun nakal, ia baik dan selalu nurut jika di larang membuat Diana hanya perlu memperhatikan nya saja.


Sedang asik asiknya main di taman belakang, tiba-tiba Caroline datang menghampiri mereka. ''Halo... Duh cucu cucu Oma, lagi main ya?'' Caroline menyapa si kembar dengan senyum merekah di bibirnya. Karena Caroline sangat senang kini rumah nya ramai adanya si kembar yang lucu dan menggemaskan. Tak sepi seperti biasanya... Walau pun bukan anak Riki tapi kasih sayang yang di berikan Caroline sangatlah besar..


Caroline duduk di samping Diana dan memperhatikan sikembar yang sedang asik main. Lalu melirik Diana yang sejak tadi berwajah muram. Karena penasaran apa yang terjadi pada Diana, Caroline menanyakan kabar Diana walau pun setiap hari selalu bertemu. ''Diana, gimana kabar mu sayang?'' Caroline menepuk tangan Diana pelan, membuat Diana terkejut.


''ahh i-iya mah, kabar Diana baik kok mah'' jawab Diana canggung

__ADS_1


Caroline mengangguk paham, Diana hanya ingin terlihat baik tapi sebenarnya tidak baik-baik saja, Caroline berpikir apa ada masalah dengan Riki, hingga Diana sejak tadi hanya melamun saja. ''ohh... Tapi mama lihat, wajah mu terlihat pucat sayang! Apa kamu sakit sayang atau Apa kamu ada masalah dengan suamimu sayang?'' tanya Caroline penasaran.


Diana menunduk sedih, ia ingat kejadian semalam. Dimana dirinya marah marah kepada Riki dan mengusirnya dari kamarnya sendiri. Lalu melirik Caroline dengan ekor matanya. ''hmmm... Mah Diana rasa sekarang mas Riki berubah''. Ungkap Diana lirih


''hah... Maksudnya apa sayang?'' tanya Caroline sedikit terkejut dengan ungkapan Diana


''berubah kek gimana sayang, menurut mama Riki ga berubah deh'' sarkas Caroline

__ADS_1


''mah... Mas Riki udah berubah, udah ga sayang Diana lagi. Kini mas Riki tak pernah menyentuh Diana lagi mah, bahkan untuk mencium kening Diana saja mas Riki ga mau mah. Dulu waktu Diana hamil mas Riki selalu ada buat Diana, selalu ada buat Diana, sayang sama Diana dan perhatian sama Diana tapi kini mas Riki seperti bukan mas Riki yang aku kenal mah''. Ujar Diana, ia ingat setiap malam selalu bermimpi indah, ia selalu di sayang di cinta di perhatikan oleh laki-laki yang sangat ia sayangi dan cintai, sosok laki-laki yang ada di dalam mimpinya memang tidak jelas seperti apa wajahnya tapi Diana yakin itu adalah Riki. Makanya ia bilang kalau Riki kini berubah tak seperti dulu seperti mimpinya.


Caroline cukup sulit untuk mengerti ucapan Diana, setelah lama berpikir akhirnya Caroline mengerti, Caroline ingat cerita Riki tentang Diana di masa lalunya. ''kamu yang sabar ya sayang, mungkin Riki lagi banyak kerjaan makanya dia kek gitu, sayang''. Caroline mengusap punggung Diana pelan untuk menenangkan nya


''iya mah, makasih ya mah'' ucap Diana dibalas anggukan kecil oleh Caroline


Diana menyeka air matanya pelan setelah tadi menangis mengungkapkan semua perasaan nya kepada Caroline , sebenernya Diana masih sedih seperti ada yang di sembunyikan dari nya. Kenapa dalam mimpinya laki-laki itu sangatlah menyayanginya bukan dari kata kata melainkan dari kelakuannya. Apa yang Diana impikan beda dengan kenyataan nya. Dari kelakuannya, bicaranya bahkan kasih sayangnya. Diana berpikir kalau laki-laki itu bukanlah Riki tapi orang lain.

__ADS_1


Hatinya berkata ia bukan laki-laki di mimpinya tapi orang lain yang pernah singgah di hatinya. Tapi siapa? Dan kenapa? Kenapa rasanya sakit sekali setiap kali ia rasakan bahwa ia berpikir bahkan laki-laki itu Riki. Diana memegang dadanya sakit, ia sakit di hatinya setiap kali menyemakan laki-laki itu dengan Riki. ''kenapa sakit sekali hati ini'' batin Diana.


__ADS_2